Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 11


__ADS_3

Kini jam sudah menunjukkan pukul 18.35 WIB, saat pulang dari kampus, Bulan sempat berpapasan dengan Bintang. Tapi Bulan hanya berlalu dengan menundukkan kepalanya, berbeda dengan Kitty dia malah tersenyum senang melihat Bintang.


Saat Bulan sudah berlalu pergi, Reno dan Win menegur Bintang.


" Tang, setidaknya ajak dia ngomong lah " ucap Win.


" Buat apa? "


" Haiss.. dia itu tunangan lo, masa lo ketemu sama dia kaya orang nggak kenal aja! " ucap Reno menegur.


" Udah lah, lo pada nggak tau apa-apa. Mending sekarang kita pulang " ucap Bintang lalu berjalan duluan.


" Kasian banget jadi si Bulan " ucap Win prihatin dengan nasib Bulan, udah difitnah melakukan yang tidak-tidak, nggak diakui lagi sama tunangan nya.


" Tau, lagian masalah ini terjadi karna si Bintang ya, tapi malah si Bulan yang apes " ucap Reno ikut prihatin, setelah itu mereka menyusul Bintang.


...----------------...


Omg!! Kak Bintang ganteng banget ya Lan, aku sampe pangling loh tadi.. " ucap Kitty kegirangan.


" H-hah? i-iya.. haha " Bulan tidak tau harus berekspresi seperti apa mendengar semua pujian Kitty untuk tunangan nya.


Disatu sisi Bintang itu adalah tunangan nya, dan di sisi lain Kitty adalah sahabatnya. Bulan jadi bingung dengan keadaannya saat ini.


" E-ee.. Kit aku pulang dulu yahh " pamit Bulan.


" Ouhh okee.. aku juga udah dijemput, dahh " setelah saling berpamitan dengan Kitty, Bulan langsung buru-buru ke halte bis agar tidak ketinggalan bis.


Namun sayang, saat Bulan sampai di halte ternyata bis nya juga baru saja pergi, Bulan berusaha mengejarnya, tapi karna kakinya tersandung sesuatu jadi dia jatuh.


" Auuu.. sakit banget!! Ya Allah, Bulan mau pulang sama siapa, bis nya udah pergi.. " ucap Bulan berkaca-kaca.


" Apa aku telfon Abi aja ya? tapi kan Abi lagi kerja pasti sibuk banget.. duh mana kaki ku sakit banget lagi " Bulan makin ingin menangis rasanya, rasa panik dan sakit bercampur aduk didalam dirinya.


Saat Bulan bingung memikirkan cara untuk pulang, tiba-tiba dia dihampiri oleh 2 orang preman.


" Shuut.. sendiri aja neng? " tanya salah satu preman itu, Bulan yang dihampiri oleh orang yang nggak dikenal langsung menunduk dan menjauh dari mereka.


" Udahh, nggak usah malu-malu.. neng mau pulang kan? sini abang anterin.. " tawar salah satu preman itu, lalu mendekati Bulan.


" N-nggak usah.. s-saya bisa pulang sendiri! " ucap Bulan lalu berjalan dengan cepat, meski kakinya sakit Bulan tidak memperdulikannya, yang terpenting saat ini adalah dia bisa selamat dari para preman itu.


" Aduuhh.. jalannya kok gitu sih neng? kakinya sakit ya, sini abang gendong " goda preman itu terus mengikuti Bulan.

__ADS_1


" J-jangan ikutin saya.. saya b-bisa pulang sendiri! " tegas Bulan dan berusaha lari.


" Woii, tangkap dia!! " pekik preman itu pada temannya lalu mereka mengejar Bulan, karna kaki Bulan yang sakit jadi membuat dia sangat mudah untuk ditangkap oleh 2 preman itu.


" Lepasin!! saya mau pulang! " pekik Bulan histeris.


" Diem nggak!!


" LEPASIN SAYA! TOLOOOONG..!,, hiks " Bulan berusaha berteriak dan memberontak.


Syukurnya tetangga disana mendengar teriakan Bulan, dan segera menolongnya. Bulan yang masih histeris dengan kejadian tadi hanya bisa menangis tersedu-sedu dan terduduk sambil memeluk lututnya.


" Ya Allah apa salah Bulan? kenapa hidup Bulan berat banget Ya Allah,, hiks, Bulan nggak pernah berbuat jahat, Bulan nggak pernah nyakitin hati orang, apa salah Bulan Ya Allah.. apa? " Bulan terus menangis sejadi-jadinya.


" Kamu nggak papa nak? " tanya ibu-ibu menghampiri Bulan, tapi Bulan tidak menjawabnya. Bulan hanya menangis dengan terisak, dan ibu itu sepertinya memahami ketakutan Bulan saat ini.


Bintang yang memang pulang melewati halte bis melihat begitu banyak warga dipinggir jalan, awalnya Bintang pikir itu hanya kecelakaan, lalu menghiraukan nya. Tapi saat melihat tas Bulan yang tergeletak tidak jauh dari orang-orang itu langsung membuat Bintang khawatir.


" Kenapa berhenti Bin? " tanya Naura. Ya Naura pulang bersama dengan Bintang.


" Lo tunggu disini " ucap Bintang lalu segera keluar.


Saat Bintang menerobos kerumunan itu, dia melihat Bulan yang sedang menangis tersedu-sedu.


" Kamu siapa nak? " tanya salah satu warga disana.


" S-saya teman nya, ada apa ini? " tanya Bintang kembali bertanya.


Deg! Sudah merasakan ketakutan yang sangat dalam, kini malah ditambah sakit dengan tidak diakui oleh Bintang, yang menganggapnya cuman teman.


" Tadi anak ini hampir dilecehkan oleh 2 orang preman, untungnya sekarang preman itu udah dibawa ke polisi " ucap ibu itu menjelaskan.


" Astaghfirullah.. Bulan, lo nggak papa kan? "


" A-aku mau pulang,, hiks "


" Ayok biar gua anterin " ucap Bintang, lalu membantu Bulan berdiri.


" Auww!! sakiiitt.,, hiks, aku nggak bisa berdiri " ucap Bulan sedikit dingin.


" Astagaa.. gua nggak mungkin ngegendong lo "


" Ibu-ibu bisa tolong saya sebentar? tolong angkatkan teman saya ke mobil.. " ucap Bintang meminta tolong, lalu dibantu oleh warga disana.

__ADS_1


Saat sudah masuk ke dalam mobil Bintang di kursi penumpang, Bulan tambah terkejut lagi saat tiba-tiba ada seorang perempuan yang masuk dan duduk di kursi penumpang bagian depan.


" Kak Naura!, kenapa dia disini? " ucap Bulan dalam hatinya.


" Bintang siapa dia?! " tanya Naura pada Bintang saat pria itu sudah masuk ke dalam mobil.


" Lo nggak perlu tau! " ucap Bintang dingin lalu menancapkan mobilnya menuju rumah sakit.


" Kak, ini kemana? " tanya Bulan saat tau kalau jalan yang mereka lewati bukanlah jalan menuju rumahnya.


" Rumah sakit " ucapnya dingin.


" Gak usah Kak, aku mau pulang " ucap Bulan menolak karna hatinya sangat panas melihat Bintang dan Naura di depan.


" Gak ada penolakan "


" Bintang, dia kan udah nolak. Jadi ngapain lagi kamu harus capek-capek nganterin dia ke rumah sakit? " ucap Naura.


" Lo bisa diem nggak? "


" Nggak! "


Mendengar jawaban Naura Bintang spontan menghentikan mobilnya dan menyuruh Naura untuk turun dari mobilnya.


" Turun "


" B-Bintang, kamu becanda kan? nggak mungkin kamu ninggalin aku disini kan? "


" Turun! " ucap Bintang menatap tajam ke arah Naura.


" B-in, kamu becand-- "


" Jangan ninggalin pacar Kakak dijalan Kak, biar aku aja yang kerumah sakit sendiri.. " ucap Bulan lalu ingin membuka pintu.


" Siapa yang nyuruh lo keluar? diem disini " ucap Bintang dengan nada yang dinginnya lalu kembali melajukan mobilnya.


Naura yang melihat perlakuan Bintang pada wanita itu yang entah siapa menjadi sangat cemburu, pasalnya Bintang dengan teganya menyuruh dia untuk turun dari mobil, sedangkan wanita itu yang ingin keluar dari mobil Bintang tadi malah dicegat oleh Bintang.


" Awas aja lo, gua nggak bakal tinggal diam! " ucap Naura dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙


__ADS_2