
Di perjalanan, Bintang membawa motor secara unggal-unghalan. Yang membuat dia mendapatkan begitu banyak umpatan dari pengendara lain.
" Woii, punya mata nggak lo! " ucap Seorang pemotor.
" Woi, anj*** bisa bawa motor gak sih?! " umpat pengendara motor lainnya.
Tidak hanya umpatan, Bintang juga diklason beberapa kali oleh pengendara mobil yang kesal atas sikap Bintang. Tapi Bintang yang sedang kesal dan emosi, tidak menghiraukan semua itu.
Bintang pergi ke markasnya dan melepaskan kekesalannya di markas.
" Selamat sore bos.. " sapa Anggota Bintang, tapi tidak dibalas oleh Bintang seperti biasanya, Bintang hanya melewati anggota nya itu dengan tatapan tajam dan penuh amarah.
" Si bos kenapa ya?! " tanyanya bingung.
" Mana gua tau, udah masuk aja, siapa tau ada hal penting " ucap anggota yang lainnya.
Saat masuk ke markas pun begitu, semua anggota menyapa Bintang, tapi Bintang tidak menghiraukan nya dan malah terus berjalan menuju lapangan.
Win yang memang ada di markas dibuat bingung oleh tingkah Bintang saat ini, tidak biasanya Bintang begitu cuek pada para anggotanya.
" Kenapa tu anak?! " tanya Win pada anggota nya.
" Nggak tau bos, tadi kami nyambut si bos di luar juga udah kaya gitu. Kayaknya lagi ada masalah deh " ucap salah satu anggota tadi.
" Yaudah lo pada lanjutin kerja masing-masing, gua mau nyusul dia dulu " ucap Win lalu segera menyusul Bintang.
...----------------...
Di Lapangan.
Dorr..
Dorr..
Dorr..
Takk..
Win menendang pistol yang digunakan oleh Bintang secara bruntal, sehingga pistol itu terlempar jauh. Bintang yang merasa terganggu langsung menatap Win tajam.
" Lo kalo ada masalah omongin baik-baik, bukan kaya gini! " tegur Win membalas tatapan Bintang.
" Nggak usah ganggu gua! " ucap Bintang dingin, lalu kembali mengambil pistol yang lainnya.
Dengan cepat Win menepis tangan Bintang dan merebut tas yang berisikan senjata api itu.
Karna sudah terlanjur emosi, Bintang akhirnya lost kontrol dan segera melawan Win. Win yang masih waras, hanya menangkis semua pukulan Bintang dan tidak berniat sedikitpun untuk melukai Bintang.
Para anggota yang melihat adegan adu jotos itu ingin memisahkan atasan mereka, tapi mereka terlalu takut karna pertarungan mereka sangatlah sengit.
" Woi hentiin itu! " desak salah satu anggota pada temannya.
" Ogah, lo aja yang kesana, lagian mereka kalo emosi serem juga ya! " ucap temannya itu.
" Woi lo pada bantuin itu bos Win! " ucap anggota itu pada temannya yang lain.
" Bukannya bisa misahin, malah gua yang bonyok disana! " ucap anggota yang lain itu.
...----------------...
__ADS_1
" Kenapa lo nggak ngelawan gua balik hah?! " ucap Bintang kesal.
" Gua nggak bakal nyakitin sahabat sendiri, karna hal yang nggak jelas, paham! "
Bugh..
Bintang sengaja memukul wajah Win saat Win lengah, untuk membuktikan kata-kata Win barusan.
" Akhh.. " rintih Win.
" Gua udah nonjok lo, sekarang ayok bales gua! ayok bales gua Win! BALES GW!! " pekik Bintang sambil mencengkram kerah baju Win kuat.
" Lo kenapa sih?! lo sadar gak sih apa yang lo lakuin sekarang, SADAR GAK!! gua gak tau apa masalah lo, siapa yang ngebikin lo kayak gini, tapi SEMUA BISA DI SELESAIN BAIK-BAIK PAHAM?! " ucap Win dengan suara yang meninggi.
Para anggota yang melihat adegan saling membentak itu, dibuat bingung. Antara ingin memisahkan mereka atau tetap berdiam diri disana.
" Woi gimana ini? "
" Mana gua tau, menurut kalian gimana ini? "
" Udah, udah pisahin aja itu "
Setelah sepakat, semua para anggota memisahkan Win dan Bintang.
" Bos udah bos.. " ucap salah satu anggota lalu menarik Bintang untuk menjauh dari Win, sedangkan anggota lain membantu Win berdiri.
" Lepasin gua! " ucap Bintang dengan suara dingin nya, seketika para anggota yang memegangi Bintang langsung menjauh. Setelah itu Bintang pergi ke dalam ruangannya untuk menenangkan diri.
" Bos, lo gapapa kan? " tanya anggota yang membantu Win tadi.
" Gapapa, gua baik-baik aja kok " ucap Win lalu mengusap darah yang keluar dari bibir nya.
" Gila, pukulan bos kalian sakit banget! " sambung Win.
" Mau nyoba nggak lo? " ucap Win, lalu anggota itu langsung menggeleng dengan cengengesan.
...----------------...
Dalam ruanganya, Bintang merasa bersalah karna telah memukuli Win. Dia benar-benar kesal sampai hilang kendali tadi.
" Bodoh banget gua!! " ucap Bintang membenamkan wajahnya ke bantal sofa.
" Maafin gua Win, gus hilang kendali tadi " ucap Bintang menyesal,
Saat Bintang sedang berkurung di ruangannya, Win malah pergi dari markas tanpa memberitahu para anggota.
...-----------------...
Diperjalan, Win langsung membelikan makanan kesukaan Reno dan serta minuman boba. Agar nanti disaat dia datang, dia bisa membujuk Reno.
Di rumah sakit.
Tok.. tok.. tok..
" Paketnya Bang... " ucap Win sambil masuk.
Sesuai prediksi Win, Reno mengabaikannya dan malah fokus pada ponselnya.
" Ada apa gerangan sahabat ku, kenapa kamu terlihat murung? " tanya Win dengan bahasa formal.
__ADS_1
" Gua bukan sahabat lo! " ucap Reno ketus tanpa melihat kearah Win.
" Ayolah.. tadi itu beneran susah banget! gua bener-bener nggak bisa bantu lo " ucap Win pura-pura menyesal.
" Udah pergi aja lo sana! peduli apa lo sama gua " ucap Reno makin ketus.
" Yaudah lah, padahal gua udah beli nasi goreng Bang Mamat, sama boba! " ucap Win berbalik dan ingin pergi.
Mendengar ada makanan kesukaannya, Reno langsung melirik kearah Win.
" Gua cuman nyuruh lo pergi, bukan berarti lo bisa ngebawa makanan itu lagi " ucap Reno masih gengsi tapi ingin.
Mendengar itu, Win langsung tersenyum senang. Pikirnya Reno benar-benar mudah untuk dibujuk.
" Dasar cowok mata makanan! dibujuk pake nasi goreng doang langsung mau, murah! " ucap Win dalam hatinya lalu kembali berbalik.
" Hehe.. berarti lo udah maafin gua kan? " ucap Win.
" Nggak! "
" Alah.. bilang aja udah, nggak usah gengsi " ucap Win menggoda.
" Sini makanan nya! "
" Nih, buat lo semuanya " ucap Win lalu duduk disofa.
Saat sedang makan, Reno sesekali melihat kearah Win yang sedang tiduran disofa dan memainkan ponselnya. Sekilas dia melihat ada memar di sudut bibir Win.
" Bibir lo kenapa?! " ucapnya sambil terus makan.
" Hah?, oh ini gua tadi kepentok " ucap Win bohong.
" Kepentok? kepentok apaan?! "
" A-anu.. pintu, iya pintu! " ucap Win kikuk, dia bingung harus menjawab apa.
" Kepentok pintu gak bakalan kaya gitu, lo habis berantem ya? " tebak Reno.
" Nggak kok, udah lah lupain aja " ucap Win.
" Bintang mana? "
" Di markas "
" Lo habis dari sanakan? kenapa nggak bareng aja?! "
" Tau " ucap Win cuek, melihat tingkah Win, Reno menyimpulkan bahwa dua sahabatnya itu psti sedang ada masalah.
" Gua udah selesai makan, nih habisin " ucap Reno pada Win.
" Dih, sisa lo gua makan gitu? kurang ajar banget " ucap Win kesal.
" Gua ngambil cuman setengah ogeb, noh setengah lagi masih dikotaknya! " ucap Reno ikutan kesal.
" Terus lo mau kemana? " tanya Win karna melihat Reno turun dari bangkarnya.
" Keluar jalan-jalan " ucap Reno santai.
" Emang lo udah baikan? "
__ADS_1
" Kaya yang lo liat "
" Yaudah gua ikut deh "