Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 67


__ADS_3

Setelah semua anggota Dimas diikat, Bintang menyuruh anggota nya untuk membawa semua orang itu ke markas mereka.


Sesampainya di markas.


" Buruan masuk! " ucap Bintang dingin.


" Tang?! kenapa rame? " tanya Win melongo melihat banyaknya sanderaan yang dibawa Bintang.


" Anggota Dimas udah gue sendera semuanya " ucap Bintang lalu duduk disebelah Afdan.


" Kenapa ni bocah disini?! " tanya Bintang pada Reno dan Win.


" Jelasin! " suruh Reno pada Afdan.


" Jelasin apaan?! lagian kalian kenapa sih, bawa gue kesini sih?! " ucap Afdan masih kesal.


" Sebelum gue jawab, gue mau tanya dulu, lo bos gengster?! " tanya Reno menatap lengket Afdan.


" Apa?! bos gengster! " ucap Bintang terkejut.


" A-anu.. ka-kalian-- "


" Jawab yang bener! " ucap Win dan Reno serentak.


" Bentar-bentar, ini maksudnya gimana?! " tanya Bintang yang masih linglung.


" Waktu gue ke markas gengster itu, gue lagi gelud sama bawahannya, tapi tiba-tiba dia ngehentiin gelud kami. Dan dia dipanggil bos sama anggota gengster itu " ucap Reno menjelaskan. Bintang yang mendengar itu jelas kaget dan marah.


" Jadi lo orangnya hah! " bentak Bintang sambil mencengkram kuat kerah baju Afdan.


" Bentar duluu... gue salah apa?! " tanya Afdan bingung, karna dirinya sendari tadi diperlakukan tidak baik.


" Bacot lo! " ucap Bintang langsung memukul wajah Afdan.


Bugh!


" Akh, shtt.. tu-tunggu! " ucap Afdan kesakitan. Namun Bintang yang dikuasai amarah, tidak menghiraukan ucapan Afdan.


Bugh!


Bugh!


Karna tidak bisa diam saja, akhirnya Afdan menangkis pukulan Bintang selanjutnya. Kemudian dengan terpaksa Afdan membalikan keadaan dengan cara liciknya, sehingga Bintang terpojok.


" Gue udah bilang berhenti Kak! " ucap Afdan mengunci pergerakan Bintang. Reno dan Win yang melihat itu jelas tidak tinggal diam, mereka dengan serentak menyerang Afdan.


Untungnya, Afdan cukup lincah dan memang sudah biasa dengan hal seperti ini, jadinya dia bisa menghindar. Jika ditanya kemampuan bela dirinya, Afdan bisa dibilang hampir sebanding dengan Bintang, jadi melawan Reno dan Win bukanlah hal yang sulit baginya, meskipun 1 VS 2.


Bugh!


Bugh!


" Akhirnya terbalas sakit gue tadi " ucap Afdan dalam hatinya.

__ADS_1


" Kak, udah.. dengerin gue dulu! " ucap Afdan ingin menghentikan perkelahian ini.


" Bacot! " ucap Bintang ingin menyerang lagi.


Afdan yang memang sudah lelah, jadi kesal karna ketiga seniornya ini tidak ingin mendengarkan penjelasannya sekaligus tidak ingin berhenti berkelahi.


Bugh!


Satu tendangan kuat melesat mengenai perut Bintang, sehingga Bintang terbanting sedikit jauh.


" GUE BILANG UDAH! KALIAN MAU APA SIH, HAH?! " bentak Afdan emosi.


" GAK SOPAN BANGET LO, BANGS*T! " bentak Reno balik.


" KALIAN YANG BIKIN GUE KAYAK GINI! GUE UDAH COBA BUAT NGEJELASIN, TAPI KENAPA KALIAN MALAH MAIN OTOT HAH?! KALIAN PIKIR KALIAN DOANG YANG BISA BERANTEM! " bentak Afdan yang benar-benar sudah emosi.


" Bajingan! " pekik Bintang bangkit.


" UDAH! GUE UDAH NGGAK DOYAN BERANTEM SAMA LO! " pekik Afdan menatap tajam kearah Bintang.


" YANG SOPAN, ANJ*NG! " bentak Win sambil mencengkram kerah baju Afdan kuat. Kini Afdan saling bertatap tajam dengan Win.


Sebenarnya Bintang tidak takut dengan tatapan itu, namun entah kenapa, rasanya dia memang perlu mendengarkan penjelasan dari Afdan terlebih dahulu, karna bagaimanapun, dia adalah juniornya.


" Apa yang mau lo jelasin?! " tanya Bintang dingin, lalu duduk kembali di sofa.


" Tang, lo takut?! " tanya Reno yang masih kesal karna Afdan berani membentak mereka.


" Diem dulu! " ucap Bintang dingin.


" Apa maksud lo nuduh gue yang ngelakuin semuanya?! " tanya Afdan pada Bintang tidak kalah dingin.


" Seminggu yang lalu sebelum gue nikah, gue dikeroyok sama orang bermotor, dengan tato ular dilehernya. Setelah gue cari tau, ternyata mereka gengster, dan gengster itu adalah anggota lo! " ucap Bintang menjelaskan dengan nada yang tidak bersahabat.


" Cih, sialan! buat apa juga gue nyuruh anggota gue buat ngeroyok lo, dapet duit juga kagak! " ucap Afdan sambil mendorong Win kuat untuk menjauh darinya.


" Bangs*t! " ucap Win ingin memukul Afdan, namun ditahan oleh Bintang.


" Diem Win! " ucap Bintang dingin.


" Bangs*t, Bangs*t, BANGS*T! " Umpat Win kepalang emosi.


" Lo nggak usah ngelak, buktinya udah ada! " ucap Bintang pada Afdan.


" Buat apa gue ngelak?! toh gue beneran nggak ngelakuin apa-apa! " ucap Afdan tetap menolak tuduhan itu.


" Terus tato ular itu apa?! " tanya Bintang.


" Hello?!! gengster yang tato ular banyak kali! " ucap Afdan.


" JUJUR AJA ANJ*NG! " bentak Reno yang sudah geram.


" Orang gue nggak ngelakuin apa-apa, apa yang harus di jujurin?! " balas Afdan dengan nada yang sedikit ngegas.

__ADS_1


Saat sedang panas-panas seperti ini, tiba-tiba datang seorang anggota Bintang dengan ponsel ditangannya.


" Dia pengen ketemuan bos " ucap anggota itu memberikan ponsel yang dia bawa tadi pada Bintang.


Jadi sebelum pergi dari markas Dimas tadi, Bintang sempat berselfi dengan sanderaannya dan kemudian mengirimkannya pada Dimas.


" Suruh dia dateng sendiri kesini, kalau bisa bawa Naura sekalian! " ucap Bintang pada anggota nya, lalu diangguki oleh anggota itu dan kemudian pergi.


" Naura?! " ucap Afdan. Lalu Bintang, Win, dan Reno langsung melihat kearahnya.


" Lo tau?! " tanya Bintang dingin.


" Taulah, orang dia senior gue! " ucap Afdan malas.


" Cih, nggak guna! " gumam Win.


" Sekarang gimana?! " tanya Reno pada Bintang. Kemudian Bintang berfikit sejenak, tentang bagaimana cara memberikan bukti pada Afdan sementara mereka sendiri tidak memiliki bukti.


" Gini aja, lo panggil anak buah lo! " suruh Bintang pada Afdan.


" Haiss, buat apa sih?! kalian nggak jelas tau nggak! " ucap Afdan malas.


" Suruh aja atau lo habis ditangan gue! " ucap Bintang menatap tajam Afdan.


" Hufhh! " ucap Afdan mendengus kesal.


" Kalo bukan senior gue, udah gue patahin tu leher! " umpat Afdan dalam hati.


" Kalo bukan junior gue, udah gue cincang tu badan! " ucap Reno dalam hati.


" Kalo bukan junior, udah gue patahin tu tulang dia! " ucap Win dalam hati.


" Kayaknya dia emang nggak tau deh?! " ucap Bintang dalam hatinya.


Setelah menelfon anak buahnya, Afdan kembali duduk dan menatap semua seniornya malas.


" Gue kira lo pada orang yang keren, ternyata salah! " ucap Afdan pelan namun masih bisa didengar oleh Bintang dan yang lain.


" Maksud lo apa?! " tanya Win ngegas.


" Tuh liat, nyelesaiin masalah aja nggak bisa dengan kepala dingin! " ucap Afdan meledek.


" Si anj*ng! " ucap Win ingin menghampiri Afdan namun ditahan oleh Reno.


" Diem disini aja! "


" Ngeselin banget sumpah! " umpat Win.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...________________________...


...' Like yang banyak ya biar author makin semangat ngehibur kalian semua... '...

__ADS_1


...See youuu..........


__ADS_2