
Setelah berhasil kabur dari polisi, Bintang menyarankan untuk membawa semua anggota ke rumahnya.
" Kita kerumah gue sekarang " ucap Bintang dingin.
" Heh dirumah lo ada orang tua lo sama Bulan ogeb! " ucap Win.
" Mereka udah tau, gue udah nggak mau ngerasiain ini lagi " ucap Bintang yakin.
" Lo serius?! pikirin lagi ngapa, soalnya kalo mereka tau pasti kita disuruh bubar! " ucap Reno tidak setuju.
" Kita nggak perlu bubar, cukup gue aja yang keluar terus gue serahin semuanya sama lo berdua " ucap Bintang pada Reno dan Win.
" Bos, ini nggak bakal jadi yang terakhir kita ketemukan?! kok suasananya sedih banget ya " ucap salah satu anggota Bintang.
" Alay lo! orang bos masih tinggal dikota ini juga " ucap teman nya.
" Ini nggak terakhirnya kita ketemu, tapi ini terakhirnya gue mimpin tim kita " ucap Bintang tersenyum tipis.
" Tuh kan.... " ucap anggota Bintang yang tadi menangis namun tidak ada air mata.
" Kita pasti bakal kanget banget sama bos! " ucap anggota lain ikut merengek.
" Njir, najis banget ngeliat lo pada kaya gini " ucap temannya jijik.
" Apaan sih lo! " ucap anggota tadi sinis pada temannya.
" Tang lo yakin ni?! " tanya Win memastikan.
" Rencana gue udah bulat Win, gue serahin Bruiser sama lo berdua! " ucap Bintang.
" Bruiser?! " tanya mereka serentak.
" Itu nama kelompok kita sekarang " ucap Bintang tersenyum.
" Anjay, namanya keren! " ucap para anggota.
" Yaudah deh kalo itu kemauan lo, kita nurut aja " ucap Reno lalu diangguki oleh Win.
" Yaudah ayok kita kerumah gue " ajak Bintang, dengan perasaan senang bercampur sedih mereka semua mengikuti Bintang.
Dirumah Bintang.
Orang tua Bulan sudah pulang sendari tadi, karna Abi tiba-tiba ada urusan mendadak. Bulan yang sudah berganti pakaian, kini menghampiri Papa Bintang untuk menyakan keadaan Bintang.
" Pa, udah ada kabar dari Kak Bintang belum? " tanya Bulan pada Papa Bintang.
" Belum, kayaknya bentar lagi pulang dia " ucap Papa lalu diangguki oleh Bulan.
" Bulan..!! Papa.. !! ayok makan " pekik Mama Bintang dari ruang makan.
" Yaudah ayok kita makan dulu " ucap Papa.
" Iyaa Pa.. " ucap Bulan, lalu mereka segera pergi ke meja makan.
" Ayo Bulan makan dulu " ucap Mama Bintang saat melihat menantu dan suaminya sudah datang, lalu mereka semua makan bersama.
Setelah selesai makan, Bulan berinisiatif mencuci piring tapi langsung dilarang oleh Mama Bintang.
" Nggak usah sayang, biar bibi aja yang beresin sekarang kamu istirahat aja atau nonton tv " ucap Mama Bintang.
__ADS_1
" Yaudah deh, Bulan ke kamar aja ya Ma sambil belajar sama nunggu Kak Bintang " ucap Bulan lalu diangguki oleh Mama Bintang.
" So sweet ya Pa, padahal baru bentar ditinggalin Bintang tapi Bulan udah gelisah aja " ucap Mama Bintang senyum-senyum sendiri.
" Kalo kayak gini, kayaknya nggak lama lagi kita bakal gedong bayi deh Ma " ucap Papa Bintang ikut tersenyum.
" Ih, Mama udah nggak sabar! " ucap Mama Bintang.
Diruang kamar Bintang, Bulan sibuk belajar agar tidak tertinggal pelajaran, sambil sesekali melihat ponselnya berharap Bintang menghubungi nya.
" Kak Bintang kemana sih?! " gumam Bulan pelan.
Tidak lama setelah itu, Bulan mendengar suara motor sport Bintang yang berhenti di halaman rumah. Mendengar itu jelas Bulan senang dan ingin menghampiri nya. Namun saat Bulan ingin keluar, ternyata tidak hanya 1 motor yang masuk ke halaman rumah melainkan sangat banyak.
" Loh kok rame ya kayaknya " gumam Bulan lalu membuka jendela, dan ternyata benar ada sekitar 100 orang yang masuk ke halaman rumah Bintang.
" Astaghfirullahalazim kenapa rame banget?! " ucap Bulan terkejut.
Saat Bulan masih melihat orang-orang itu, tiba-tiba Mama Bintang masuk ke kamar Bintang.
" Bulan.. " panggil Mama Bintang.
" Kenapa Ma?! " tanya Bulan menghampiri mertuanya itu.
" Itu siapa? kenapa rame banget?! "
" Bulan juga nggak tau Ma, mereka rame banget " ucap Bulan juga tidak tau.
" Yaudah kita disini aja kali ya, soalnya Mama takut "
" Mama takut apa?! "
" Aaaa jangan gitu Ma " ucap Bulan juga ikutan takut.
Dibawah, Papa membukakan pintu karna penasaran siapa yang datang.
" Assalamu'alaikum Pa " ucap Bintang saat Papa sudah membukakan pintu.
" Waalaikumsalam.. " ucap Papa.
" Ini kenapa? " tanya Papa bingung karna banyak anak-anak muda dan semuanya pria.
" Ini semua temen Bintang Pa " ucap Bintang lalu Papa hanya mengangguk-angguk mengerti.
" Yaudah silakan masuk! " ucap Papa Bintang lalu masuklah mereka semua.
" Mama sama Bulan dimana Pa?! " tanya Bintang.
" Mereka ada dikamar kamu " ucap Papa.
" Yaudah Bintang keatas bentar Pa " ucap Bintang lalu pergi.
Saat Bintang pergi, Papa Bintang memperhatikan semua wajah-wajah teman Bintang yang begitu banyak.
" Reno, Win! ini semua anak geng motor kan?! " tanya Papa Bintang dingin sambil menatap tajam teman-teman Bintang.
" A-anu Om.. " ucap Reno gugup, dia takut kena semprot oleh Papa Bintang.
__ADS_1
" Cih, dasar anak bandel! " ucap Papa Bintang kemudian terkekeh. Reno, Win, dan anggota lainnya tertu bingung melihat Papa Bintang yang tiba-tiba tertawa.
" Sini Om kasih tau.. " ucap Papa Bintang menyuruh anak-anak itu sedikit mendekat kearahnya.
...----------------...
Bintang yang sudah sampai dikamarnya lantas langsung membuka pintu tersebut.
" Kak Bintang.. " ucap Bulan lirih.
" Sorry gue ninggalin lo " ucap Bintang langsung memeluk Bulan.
" E-eh, Kak.. " ucap Bulan terkejut karna ini adalah kali pertama Bintang memeluknya.
" Apa, bukannya kita udah muhrim ya?! " ucap Bintang masih betah memeluk Bulan.
" B-bukan gitu... "
" Ekhem!! " ucap Mama Bintang berdehem, karna merasa dikacangi. Bintang yang mendengar suara orang lain disana tentu langsung melepaskan pelukannya.
" Emang segitu kangen nya ya kamu, sampe nggak liat Mama ada disini?! " ucap Mama ketus.
" Maaf Ma.. " ucap Bintang cengengesan dan canggung.
" Yaudah deh Mama keluar aja, dari pada jadi nyamuk disini! " ucap Mama ingin pergi, tapi sebelum keluar dari kamar Bintang tiba-tiba mereka mendengar suara pekikan.
" APA?!!!! " pekik Reno, Win, dan para anggota Bintang.
" Astaghfirullahalazim.. " ucap Bulan dan Mama Bintang serentak.
" Itu kenapa Kak?! " tanya Bulan pada Bintang.
" Ayok kita cek " ucap Bintang lalu mereka semua segera turun kebawah.
" Ada apa?! " tanya Bintang setelah ikut bergabung.
" T-Tang!! bo-bokap lo.. " ucap Win gagap.
" Apa kenapa?! kenapa Pah?! " tanya Bintang penasaran.
" Entah " ucap Papa cuek.
" Bi, tolong bikin anak-anak minum!! " pekik Papa Bintang.
" Baik Pak.. " jawab bibi lalu segera membuatkan minuman.
" Papa ke kamar dulu ya, kalian silahkan ngobrol-ngobrol anggap aja rumah sendiri " ucap Papa lalu kemudian pergi.
" Ma, tumben Papa gitu?! " ucap Bintang melongo.
" Mama juga nggak tau " ucap Mama juga ikut bingung.
" Yaudah Mama susul dulu ya, kalian ngobrol-ngobrol aja dulu " ucap Mama ramah, lalu diangguki oleh semua teman Bintang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rumah Bintang
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙