Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 55


__ADS_3

Setelah semuanya bubar, Win langsung menghubungi Bintang dan menyampaikan semua yang terjadi hari ini di kampus.


[ Jadi gimana ini? semua orang udah tau hubungan lo sama Bulan! ]


[ Kenapa mereka bisa tau?! ]


nada bicara Bintang terdengar seperti orang yang terkejut bercampur marah.


[ Noh, kerjaan temen Bulan! ]


[ Siapa? ]


[ Sape lagi kalo bukan si Kitty ]


[ Bangsaattt, emang tu anak! ]


[ Jan dimaki ah ]


[ Lah lu belain dia?! ]


[ Bukan gitu! maksud gue kasian dia satwa dilindungi itu ]


[ Anjir pedesss bet!!! ]


[ Hahhaahha, udah gue matiin dulu, gue mau nyamperin anaknya dulu ]


[ Yaudah, btw thanks ya ]


[ Tumben minta makasih lo, siapa yang ngajarin?! ]


[ Si anjir orang serius juga! ]


[ Hahahahh iyaa, iyaaa dah Bye ]


" Mulut lo tiati, anak orang itu " ucap Reno terkekeh dengan ucapan Win tadi.


" Lagian gedek banget gue sama dia, bisa-bisanya dia gitu sama sahabat sendiri " ucap Win.


" Yaudah yok cari anak nya " ucap Reno, lalu mereka pergi ke kelas Bulan untuk mencari Kitty.


Karna menuju kelas Bulan melewati loker sekolah, tanpa sengaja ekor mata Reno menangkap sesuatu yang membuatnya tiba-tiba berhenti.


" Kenapa lo?! " tanya Win bingung.


" Gue nemu sesuatu! " ucap Reno pelan, seolah-olah dia sedang menemukan harta karun.


" Nemu apaan? ayo buruan ah! bentar lagi orang masuk " ucap Win malas, karna menurutnya Reno hanya membuang-buang waktu.


" Bentar! " ucap Reno, lalu berlari kearah yang diayakini ada sesuatu.


Win yang melihat Reno memandangi lukisan di dinding loker makin dibuat kesal.


" Ren! ngapain sih?! " tanya Win.


" Sini, kunyuuk! " panggil Reno tanpa menoleh.


" Apa " tanya Win saat sudah sampai di dekat Reno.


" Lo liat mata lukisan ini, ada yang beda nggak? " tanya Reno.


Win melakukan apa yang disuruh Reno, dia memperhatikan lukisan itu dengan seksama. Semakin diperhatikannya, mata lukisan itu semakin terlihat janggal, dan seketika Win langsung tersadar.

__ADS_1


" Kamera! " pekik Win refleks, dengan cepat mulutnya langsung dibungkam oleh Reno.


" Jangan teriak-teriak ogebb! " ucap Reno memperingati.


" I-itu beneran?! " tanya Win memastikan.


" Ya kayak yang lo liat " ucap Reno.


" Tapi lo tau dari mana?! " tanya Win lagi.


" Lesernya nggak sengaja kena mata gue tadi " ucap Reno.


" Anjir, ini kunci dari segalanya! " ucap Win seperti ingin berteriak kegirangan.


" Buruan, bantuin gue nyopotin nih kamera " ucap Reno.


Setelah kamera itu didapatkan oleh mereka, Win dan Reno langsung menuju kelas Bulan dan langsung mencari Kitty.


...----------------...


Sesampainya di kelas Bulan, Reno dan Win melihat sudah ada dosen di kelas itu. Dosen yang masuk ke kelas Bulan saat ini adalah Mrs. Ayu, dosen yang paling muda di Universitas mereka. Jika diperkirakan, mungkin Mrs. Ayu cuma tua 3 tahun dari Bintang dan yang lainnya.


" Tuhkan telat " ucap Win sedikit mendengus.


" Cih, lo lupa ya kita siapa?! " ucap Reno santai.


Setelah itu, Reno sedikit masuk ke kelas itu sambil mengetok pintu. Semua mahasiswi dikelas itu sudah mulai heboh karna kedatangan Reno dan Win.


" Permisi Mrs " ucap Reno dingin namun sopan. Awalnya dosen itu sempat terdiam melihat Reno, namun beberapa detik kemudian dia langsung bertanya.


" Ada apa?! " tanya dosen itu.


" Boleh saya tau ada urusan apa? " tanya dosen itu.


" Bukan hal serius Mrs, kami hanya butuh bantuan sedikit "


" Kitty ikut kita! " sambung Reno memanggil Kitty.


Dengan perasaan bingung Kitty mengikuti kemana Reno dan Win pergi.


...----------------...


Di rumah Bintang.


Saat ini Bulan dan Bintang sudah keluar dari kamar dan bergabung bersama Mama dan Papa Bintang diruang keluarga.


" Ekhem, gimana? lancar?! " tanya Mama penasaran.


" Ma, apa sih.. malu dong mereka! lagian itu aib tau nggak! " ucap Papa menegur istrinya.


" Tau, si Mamah suka kepo " ucap Bintang mengompori, sehingga Mamanya menatap sinis kearahnya.


" Kan anak sendiri, jadi gapapa dong.. " ucap Mama mencoba membela diri.


" Udah kalian belum sarapankan? mending kalian sarapan dulu, dari pada ngeladenin pertanyaan ngaur Mama " ucap Papa.


" Papa sama Mama nggak ikut sekalian aja?! " tanya Bulan ramah.


" Nggak, Mama sama Papa udah duluan tadi, abis kalian lama bangunnya " ucap Mama sambil senyum-senyum.


" Hahha, yaudah kami makan dulu ya Pa, Ma " ucap Bulan permisi, lalu diangguki oleh mertuanya itu.

__ADS_1


Tanpa diketahui Bintang dan Bulan, ternyata Mama dan Papa memperhatikan cara jalan Bulan yang sangat tidak normal. Hal itu langsung membuat mereka berdua senyum-senyum sendiri.


" Parah ya Pa, sampe kaya gitu " ucap Mama.


" Tanda-tanda bakal rame nih keluarga kita " ucap Papa.


" Ihhh Mama udah nggak sabar banget " ucap Mama yang sudah gemas sendiri.


Diruang makan, Bintang dan Bulan sarapan dengan keadaan hening. Keduanya sibuk dengan makanan masing-masing hingga habis.


" Mau nambah nggak? " tanya Bintang saat sudah selesai makan.


" Nggak usah Kak, aku udah kenyang " tolak Bulan sopan.


" Yaudah abis ini lo apa? " tanya Bintang.


" Nggak mau apa-apa " ucap Bulan polos.


" Astaghfirullah.. " ucap Bintang sambil mengusap wajahnya, Bulan yang melihat itu jadi terkekeh, karna sungguh hari ini dia tidak ingin apa-apa.


" Kakak kenapa kayak gitu? " tanya Bulan sambil terkekeh.


" Udahlah lupain aja, yaudah sekarang kita beres-beres ya " ucap Bintang beranjak dari tempat duduknya, namun Bulan dia hanya diam dan terlihat bingung.


" Mau kemana Kak?! " tanya Bulan bingung.


" Kan kita bakal pindah kerumah kita sendiri sayaaaang, aduuuh istri gue muda, tapi kok pikun ya! " ucap Bintang gemas sendiri sambil mencubit kedua pipi Bulan.


" Hahahha, maaf aku lupa, tapi aku nggak pikun" ucap Bulan terkekeh, lalu juga ikut beranjak dari kursinya.


...----------------...


Di kampus, Reno dan Win sudah membawa Kitty kesuatu ruangan dan mengintegrasinya. Saat awalnya ditanya, Kitty terus mengelak dengan tuduhan Win dan Reno, namun akhir-akhirnya dia mengaku juga.


" Kenapa sih lo tega banget sama sahabat sendiri?! " tanya Win heran.


" Kok kakak marah segitunya sih? padahal berita yang aku sebar nggak sejahat yang Bulan sebar loh! " ucap Kitty marah.


" Kan itu udah dibilang Bulan kalo bukan dia yang nyebarin video itu " ucap Reno.


" Gimana aku bisa percaya Kak?! karna akun itu udah jelas-jelas punya Bulan! " ucap Kitty.


" Tapi seharusnya lo percaya sama sahabat sendiri! dia sahabat lo, kalian sahabatan dari SMA! " ucap Win.


" Dia udah mencoreng nama baik aku, dia udah ngehancurin mental aku, dia udah ngehancurin pertemanan aku, sahabat macam apa yang kaya gitu Kak?! sahabat mana!!! " pekik Kitty meluapkan semua emosinya sambil menangis.


Reno dan Win yang melihat itu jadi bingung antara harus kasihan atau kesal, disatu sisi mereka kesal karna Kitty sudah menyebarkan rahasia mereka selama ini, namun disisi lain mereka juga sedih dengan apa yang menimpa Kitty.


" Huffhh.. mulai hari ini lo percaya sama gue, semuanya bakal baik-baik aja dengan syarat lo bantu kita semua " ucap Win sambil mendekati Kitty.


" Syarat apa? " tanya Kitty masih terisak.


" Kita pecahin semua masalah ini sama-sama sampai semuanya bener-bener beres " ucap Win, lalu diangguki oleh Kitty. Tanpa disangka makhluk manapun, Win tiba-tiba memeluk Kitty, mencoba memberi kehangatan untuk gadis itu.


" Anjir! si kampret ada maunya ini! " ucap Reno segera memalingkan wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙


Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙

__ADS_1


__ADS_2