Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 37


__ADS_3

Saat sudah sampai dirumah Bulan, Bintang membantu Bulan untuk membawakan barang belanjaannya.


" Kak sini aku bantu bawa.. " ucap Bulan ingin menolong.


" Udah gapapa gua aja, lo cewe nggak mungkin ngangkat-ngangkat barang " ucap Bintang tidak memperbolehkan.


" Gapapa aku bantu satu aja Kak, ini banyak banget nanti Kakak repot " ucap Bulan memaksa, lalu mengambil satu kantong belanjaannya.


" Hadehh, yaudah hati-hati lo bawanya " ucap Bintang, lalu Bulan berjalan duluan untuk membukakan pintu.


Belum juga sampai pintu, kantong belanjaan Bulan langsung putus karna beban yang terlalu berat, dan kebetulan barang belanjaan yang dibawa Bulan adalah minyak botolan sehingga minyak itu menghimpit kakinya.


" Akhh.. astaghfirullah " pekik Bulan saat botol minyak itu menghimpit kakinya.


" Astaghfirullah.. tuh kan apa gua bilang! " ucap Bintang segera menghampiri Bulan.


" Makanya kalo dibilangin itu jangan bandel! " omel Bintang, Bulan yang memang tau itu kesalahannya hanya bisa diam sambil meringis kesakitan.


Di dalam, ternyata Umi dan Abi mendengar pekikan Bulan. Sehingga buru-buru mengecek.


" Astaghfirullahalazim.. Bulan kenapa?! " tanya Umi berlari menghampiri anak nya.


" Bulan gapapa Umi, tadi cuman kehimpit minyak " tunjuk Bulan pada minyak botolan itu.


" Astaghfirullah.. terus gimana kakinya, masih sakit nggak? " tanya Umi khawatir.


" Udah nggak Umi, cuman ngilu dikit " ucap Bulan lalu dibantu Umi untuk berdiri.


" Lagian bandel banget sih, padahal Bintang udah ngelarang dia buat ngangkat itu Umi " adu Bintang.


" Yaudah gapapa, nanti biar Umi pijitin dikit kakinya " ucap Umi lalu membawa Bulan masuk.


" Ayok Bintang masuk dulu " ucap Abi.


" Abi duluan aja, Bintang bakal bawa ini semua " ucap Bintang sambil mengeluarkan belanjaan Bulan dari bagasi mobilnya.


" Loh, itu punya siapa? " tanya Abi bingung.


" Ini belanjaan Bulan Abi " ucap Bintang seadanya.


" Astaghfirullah, kok banyak banget.. sini Abi bantuin " ucap Abi.


" Eh, gapapa Abi biar Bintang aja " cegah Bintang.

__ADS_1


" Udah gapapa, masak kamu mau ngangkat ini semua sendiri " ucap Abi lalu membantu Bintang.


Saat semua belanjaan sudah ditaruh di dapur, Umi yang sedang membuatkan minuman langsung terkejut melihat begitu banyak belanjaan.


" Eh, ini punya siapa Bintang?! " tanya Umi.


" Ini ada pesanan Umi sama belanjaan Bulan, Umi " ucap Bintang seadanya.


" Astaghfirullahalazim... kenapa Bulan belanja sebanyak ini! " ucap Umi terkejut.


Tiba-tiba, Bulan keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke dapur karna mendengar namanya disebut.


" Kenapa Umi? " tanya Bulan yang baru datang.


" Eh, kamu kenapa belanja sebanyak ini nak? " tanya Umi.


" Bukan Bulan yang belanja kok Umi, itu semua Kak Bintang yang beliin " ucap Bulan jujur.


" Hah gimana maksudnya? tadi Bintang bilang ini semua belanjaan kamu " ucap Abi.


" Tadi Bulan beli pesanan Umi, tapi kata Kak Bintang dikit banget jadi dibeli deh itu semua "


" Astagaa, nak Bintang nggak usah repot-repot ini tuh banyak banget " ucap Umi tidak enak hati.


" Gapapa Umi, sekali-kali Bintang bawa buat tangan kesini " ucap Bintang tersenyum polos.


" Gak usah Umi, Bintang makan dirumah aja " ucap Bintang menolak halus.


" Udah gapapa makan disini aja, kalian tunggu di depan aja ya biar Umi masak " ucap Umi.


" Bulan juga bantuin Umi " ucap Bulan.


" Nggak usah, kaki kamu masih sakit kan " ucap Umi melarang.


" Udah nggak sakit kok Umi " ucap Bulan.


Lalu ibu dan anak itu sibuk memasak didapur, sedangkan Bintang dan Abi mengobrol di teras depan.


Setelah beberapa menit, akhirnya Umi dan Bulan sudah selesai masak.


" Bulan, panggil Abi sama Bintang kesini sebelum makanannya dingin " suruh Umi, lalu kemudian Bulan pergi.


...----------------...

__ADS_1


Di teras rumah Bulan.


" Abi, Kak Bintang makanannya udah jadi " ucap Bulan, lalu Abi dan Bintang segera masuk.


" Lo masak apa? " bisik Bintang pada Bulan.


" Kakak liat nanti aja, dan cobain masakan aku " balas Bulan berbisik.


Setelah itu mereka makan bersama, baru kali ini dia merasakan kehangatan keluarga, karna biasanya dia memang makan bersama Mama dan Papanya tapi dengan aura yang sangat dingin.


" Gimana makanannya enak nggak Bintang? " tanya Abi setelah mereka makan.


" Hm, enak banget Abi " ucap Bintang tersenyum senang.


" Makanan yang kamu makan tadi itu masakan Bulan tau " ucap Umi menggoda Bulan.


" Hahaha, Bintang udah tau Umi soalnya enak banget " ucap Bintang ikut menggoda.


" Jangan gituu, masakan aku biasa aja kok " ucap Bulan malu, semua orang tertawa karna tingkah Bulan.


" Yaudah kalo gitu Bintang pulang dulu ya Abi, Umi " pamit Bintang.


" Iyaa.. kamu hati-hati ya " ucap Umi lalu diangguki Bintang.


" Assalamu'alaikum.. " pamit Bintang.


" Waalaikumsalam.. " balas Abi dan Umi.


" Bulan nganterin Kak Bintang dulu Umi.. " ucap Bulan lalu diangguki oleh Umi dan Abi.


Di luar Bintang sedikit mengobrol dengan Bulan.


" Lo ingetkan apa kata Mama tadi? " ucap Bintang, lalu diangguki oleh Bulan.


" Yaudah besok lo tunggu gw diparkiran, kita bakal pergi bareng " ucap Bintang dan lagi-lagi hanya dibalas anggukan oleh Bulan.


" Yaudah gua pulang ya, Assalamu'alaikum.. " pamit Bintang.


" Waalaikumsalam.. " balas Bulan.


Saat Bintang sudah pergi, tiba-tiba Bulan melihat Naura yang tidak jauh dari rumahnya. Seketika Bulan jadi ketakutan dan segera masuk kedalam rumahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙


Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙


__ADS_2