
Saat ini sudah jam 4 subuh, tapi Bintang tak kunjung pulang, bahkan Bulan sampai tidak tidur menunggu laki-laki itu.
" Hiks,, Kakak kemana sih? " gumam Bulan pelan. Hatinya sangat gelisah karna tidak mendapatkan kabar dari sang suami.
" Eughh... Lan kenapa kamu nggak tidur? " tanya Kitty serak dan bangun dari tidurnya.
" Hiks,, mereka kemana Kit? " tanya Bulan sambil menangis.
" Astaghfirullah Lan.. kamu nggak tidur dari semalem ya?! " tanya Kitty, melihat kondisi Bulan yang tampak lelah.
" A-aku nggak bisa tidur,, hiks "
" Udah-udah, kamu jangan nangis lagi " ucap Kitty sambil memeluk Bulan. " Naya kemana? " tanya Kitty.
" Aku lagi ngehubungin mereka Kak.. " ucap Naya masuk ke dalam kamar.
" Kamu juga nggak tidur Nay? " tanya Kitty.
" Aku kasian liat Kak Bulan nangis dari tadi, makanya aku nggak tidur " ucap Naya.
" Lagian mereka kemana sih! ngeselin deh " ucap Kitty kesal.
Beberapa saat akhirnya Bulan berhenti menangis, namun matanya tetap tidak bisa tidur, padahal tubuhnya saat ini sangat lelah.
" Lan, kamu tidur gih.. " suruh Kitty untuk kesekian kalinya.
" Aku nggak ngantuk Kit, kalian tidur aja.. bentar lagi kita juga masuk kampus " ucap Bulan.
" Gimana kami mau tidur kalo lo nya nggak tidur Lan! " ucap Kitty lesu.
" Kitt, Kira-kira mereka kemana ya? " tanya Bulan sambil termenung.
" Kenapa emang? " tanya Kitty.
" Samperin aja yuk, aku khawatir " ucap Bulan. Lalu Kitty berfikir sebentar.
" Anjir! kayaknya gue tau deh mereka kemana! " ucap Kitty ingat sesuatu.
" Kemana?! " tanya Bulan dan Naya serentak.
" Ayok ikut gue! " ucap Kitty, lalu mereka segera memangil supir dan pergi ke tempat yang dimaksud oleh Kitty.
...----------------...
Di Markas.
Bintang, Reno, dan Win telah selesai memberi pelajaran Dimas beserta anak buahnya. Kini tinggal Naura yang akan diberi pelajaran.
" Gimana tuh nenek lampir? " tanya Reno pada Bintang.
" Biar gue ngomong dulu sama dia " ucap Bintang masuk ke ruangan Naura disekap.
" Gila, udah pagi aja! " ucap Win sambil melihat langit.
" Ck, ternyata butuh waktu yang panjang buat nyuruh si Jelangkung jujur! " ucap Reno kesal.
...----------------...
Di ruangan Naura disekap.
" Hiks,, hiks.. Bintang tolong aku.. " ucap Naura menangis terisak, saat ini penampilannya sudah sangat berantakan.
" Kenapa lo lakuin itu semua Nau?! " tanya Bintang dingin.
" Ngelakuin apa Bin? aku nggak ngelakuin apa-apa hiks " ucap Naura mengelak.
" Nggak usah ngelak lagi Nau, gue tau yang selama ini nyelakain Bulan lo kan?! " ucap Bintang meninggikan suaranya.
" Bukan aku Bintang! " pekik Naura.
Prang!
__ADS_1
Bintang melemparkan vas bunga tepat disamping Naura, sehingga Naura tersentak dan semakin menangis ketakutan.
" Salah Bulan ke lo apa hah?! kenapa lo sampai punya niat buat nyelakain dia! " bentak Bintang marah.
" Andai aja lo bukan cewe, udah gue habisin lo! " ucap Bintang menatap Naura tajam.
" Pukul Bin! "
" PUKUL AKU! KENAPA DI HATI KAMU ITU CUMAN ADA BULAN HAH?! AKU YANG SELAMA INI ADA BUAT KAMU BIN, BUKAN DIA! " pekik Naura frustasi.
" TAPI GUE NGGAK MINTA NAURA! GUE NGGAK PERNAH MINTA LO PERHATIAN SAMA GUE! " bentak Bintang balik.
" KAMU MEMANG NGGAK MINTA BIN, TAPI AKU NGELAKUIN ITU KARNA AKU CINTA SAMA KAMU, AKU SAYANG SAMA KAMU BIN! COBA LIAT KEARAH AKU SEKALI AJA BIN, SEKALI AJA! " ucap Naura semakin menangis.
" GUE NGGAK BISA! LO TAU SENDIRI KALAU GUE UDAH NIKAH SAMA BULAN, DAN SAMPAI KAPANPUN GUE NGGAK AKAN NINGGALIN DIA "
" KENAPA SELALU DIA BINTANG? KENAPA CUMAN DIA YANG ADA DIHATI KAMU?! AKU KURANG APA BINTANG?!!
" BANYAK! YANG PASTI LO NGGAK KAYAK BULAN!
" BULAN, BULAN, BULAN!! CUMAN DIA YANG KAMU PIKIRIN, EMANG APA YANG UDAH DIA KASIH KE KAMU BIN?! TUBUHNYA?! " ucap Naura.
Plak!!
" Akhh.. "
Satu tamparan hebat mengenai pipi mulus Naura, Bintang sangat terkejut dengan orang yang ada didepannya saat ini.
" Bulan.. " ucap Bintang terkejut bukan main.
" Jaga omongan Kakak! aku bisa diam waktu Kakak ngebully aku, tapi jangan pernah ngeinjak-injak harga diri aku Kak! aku bukan cewek murahan kayak yang Kakak maksud " ucap Bulan marah, wajahnya memerah karna marah, sorot matanya sangat tajam melihat kearah Naura.
Glek! Naura sampai merinding melihat Bulan saat ini.
" Berani lo nampar gue Bulan! " ucap Naura pura-pura marah agar bisa menutupi ketakutanya.
" Berani Kak! kalau masih fisik aku yang Kakak sakitin aku diam, tapi kalau harga diri nggak bisa Kak! jadi tolong jaga ucapan Kakak! " ucap Bulan lalu kemudian pergi, diikuti oleh Bintang.
" Ka-kalian kok bisa disini?! " tanya Bintang sedikit panik. Sedangkan Reno dan Win berdiri tegap sambil ditatap tajam oleh Naya dan Kitty, mereka persis sekali seperti orang yang sedang diospek oleh komandannya.
" R-ren! " panggil Bintang, sambil menyenggol tangan Reno
" Lo urus masalah lo sendiri! gue juga lagi dalam masalah sekarang " ucap Reno.
" Ini apa Kak? " tanya Bulan dingin, jika sedang seperti ini Bulan dinginnya melebihi Bintang.
" I-ini markas Lan, tempat ngumpul sama main-main aja " ucap Bintang tersenyum palsu.
" Tempat main-main yang kayak gini? " tunjuk Bulan pada gudang.
" I-ituu-- "
" Tolong keluarin mereka " ucap Bulan pada salah satu anggota Bintang, anggota itu jelas bingung.
" Keluarin " ucap Bintang pasrah.
Lalu para anggota mengeluarkan Dimas dan anggota nya dari dalam gudang, sungguh keadaan mereka sangat mengenaskan. Wajah yang sudah babak belur dan berdarah serta pakaian yang sudah compang-camping. Begitupun dengan Naura, hanya saja gadis itu sepertinya telah pingsan karna terlalu ketakutan.
" Lepasin gue! " pekik Dimas.
" Shhttt.. ngeri banget " ucap Naya langsung memeluk Kitty.
" Udah-udah.. lo tenang aja " ucap Kitty mempuk-puk punggung Naya pelan.
" Kakak bilang ini tempat main-main?! Kakak seneng nyiksa orang kayak gini?! " tanya Bulan menatap Bintang sedih.
" Mereka yang salah Lan, mereka yang selama ini udah nyakitin kita " ucap Bintang menjelaskan.
" Tapi nggak gini caranya Kak, kita nggak perlu nyiksa mereka sampai kayak gini " ucap Bulan.
" Mereka aja nggak khawatir waktu nyakitin kita, kenapa kita harus khawatir waktu nyakitin mereka?! " tanya Bintang.
__ADS_1
" Kalau Kakak mengabales mereka kayak gitu, berarti Kakak sama aja kayak mereka " ucap Bulan.
" Tapi-- "
" Kita serahin ke polisi aja Kak, kita nggak boleh main hakim sendiri " ucap Bulan sambil memeluk Bintang, dia ingin suaminya ini tidak terlibat kasus kekerasan karna hal ini.
" Lepasin mereka Kak.. " ucap Bulan sambil melepaskan pelukannya.
" Huhffhh.. lo yakin? " tanya Bintang pada Bulan.
" Yakin Kak, karna nggak semua masalah selesai dengan kekerasan " ucap Bulan sambil tersenyum.
Dimas yang mendengar itu jadi tersentak, dia sadar jika selama ini hidupnya hanya diatur dan dikendalikan oleh Dendam dan keegoisannya.
" Gue sebenarnya nggak ada belas kasihan sama lo, tapi karna ini permintaan istri gue, jadi lo bebas " ucap Bintang pada Dimas dingin.
" Lepasin mereka " titah Bintang, lalu para anggota langsung melepaskan Dimas beserta anak buahnya.
" Kalo lo masih bikin masalah sama gue, jangan harap lo bisa lepas lagi " ucap Bintang dingin.
" Ck, gue mau minta sesuatu " ucap Dimas.
" Apa?! "
" Lepasin Naura, dia cuman ngikutin rencana gue " ucap Dimas membela tunangannya.
" Gimana? " tanya Bintang pada Bulan. Lalu hanya dibalas anggukan oleh Bulan.
" Lo boleh bawa dia pergi " ucap Bintang dingin.
" Thanks " ucap Dimas, ini pertama kalinya dia mengucapkan terimakasih kepada seseorang. Setelah membuka ikatan Naura, Dimas langsung pergi bersama anak buahnya.
" Nay, mereka udah pergi kok, jadi lo nggak perlu takut lagi karna disini udah nggak ada bentukan kaya gitu " ucap Kitty melepaskan pelukannya.
" Loh, Nay?! lo kenapa? " tanya Kitty bingung karna saat ini Naya menangis terisak.
" Hiks,, hiks.. "
" Hei, lo kenapa?! " tanya Reno langsung mengambil alih Naya dan memeluknya erat.
" Hiks,, a-aku takut " ucap Naya sambil menangis tersedu-sedu.
" Gapapa, disini nggak ada mereka lagi " ucap Reno. Lalu Naya menggeleng, seolah mengatakan bukan itu penyebab dia ketakutan.
" Lo kenapa hm?! " tanya Reno lembut.
" Woahh, baru kali ini gue ngeliat dia gitu, ternyata bisa lembut juga tu orang " bisik Win pada Bintang. Namun Bintang hanya menatapnya, Win yang mengerti itu langsung berkata sinis.
" Cih, lo mah sama aja " ucapnya lalu kembali menjauh.
" Hiks,, aku takut Kak ketemu sama Kak Naura " ucap Naya terisak, sepertinya trauma akan bullyan gadis itu kembali timbul setelah bully an terparah Naura.
" Lo tenang aja, ada gue disini " ucap Reno kembali memeluk Naya erat.
" Tang, gue nggak bisa lepasin dia gitu aja! " ucap Reno dengan aura marahnya.
" Apa yang bikin lo gitu? " tanya Bintang.
" Gue nggak terima dia ngebully Naya sampai separah itu, bahkan sampai ngejual Naya! " ucap Reno semakin marah jika mengingat perlakuan Naura pada gadisnya.
" Kita laporin dia ke polisi! " ucap Bintang lalu diangguki oleh Bulan.
" Biar polisi yang urus Kak.. " ucap Bulan pada Reno.
" Tapi-- "
" Dia nggak bakal bisa lolos, karna kita punya bukti kuat " ucap Bintang meyakinkan Reno, setelah berfikir sejenak akhirnya Reno menyetujui rencana Bintang.
" Oke, kita laporin dia sekarang " ucap Reno lalu mereka semua kemudian pergi dari markas Bintang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙