Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 68


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya semua anggota Afdan tiba di markas Bintang. Awalnya para anggota Bintang mengira bahwa anggota Afdan akan menyerang mereka, makanya mereka semua siap siaga.


" Biarin mereka masuk! " ucap Bintang karna melihat didepan anggota nya sudah memasang posisi siap menyerang.


" Tapi bos.. "


" Mereka anak buah gue! mereka nggak akan nyerang sebelum denger instruksi dari gue! " ucap Afdan memotong omongan anggota Bintang.


" Minggir lo! " ucap anggota Afdan sinis, lalu kemudian masuk.


" Yee, nggak usah belagu lo! gue patahin juga tu hidung! " pekik anggota Bintang ngegas.


" Ck, ada para bos! jaga sikap lo! " tegur anggota Bintang pada temannya tadi.


" Lagian ngeselin sumpah, sebelas duabelas sama bosnya! " ucap anggota tadi kesal.


" Udah diem aja ".


Setelah semua anggota Afdan masuk ke ruangan yang sama dengan Bintang dan yang lainnya, Bintang langsung memperhatikan wajah mereka satu persatu.


Walaupun dia tidak melihat wajah orang-orang yang menggebukinya, tapi dia ingat sekali salah satu dari orang itu, ada yang memiliki luka sayatan di bagian lengannya.


" Ada apa bos?! " tanya anggota Afdan pada bosnya.


" Kalian semua bakal gue tanya, tapi jawab sejujur mungkin, ngerti?! " ucap Afdan, lalu diangguki oleh anggotanya.


" Diantara kalian semua, pernah nggak gue suruh buat nyerang ni orang?! " tanya Afdan sambil menunjuk Bintang.


" Yang sopan bangs*t! " pekik Reno sambil menatap Afdan tajam.


" Nunjuk lagi gue potong jari lo! " ucap Bintang dingin, dengan cepat Afdan langsung menarik tangannya untuk menjauh dari Bintang.


" Ya pokoknya senior gue ini lah! " ucap Afdan malas.


" Nggak ada bos! " ucap para anggota Afdan. Namun tidak semuanya, ada beberapa orang yang diam sambil menundukan kepalanya.


" Lo kenapa nggak jawab?! " tanya Bintang sambil menunjuk salah satu anggota Afdan.


" Sok tau lo! gue ngejawab ya tadi! " ucap anggota itu ngegas.


" Bion! " tegur Afdan. Lalu Bion kembali diam sambil menatap tajam kearah Bintang.


" Mau gue colok mata lo?! " ucap Win pada Bion.


" Sok jagoan banget sih! " ucap Bion sinis.


" Diem Bion " tegur Afdan lagi. " Sekali lagi gue negur lo, lo terima hukuman oke?! " sambung Afdan, lalu Bion hanya menggeleng.


" Sekarang lo udah liatkan?! mau apa lagi? " tanya Afdan pada Bintang.


" Orang yang ngegebukin gue punya luka sayatan di lengan nya. Jadi gue mau kalian semua buka jaket kalian! " ucap Bintang, awalnya nggak ada yang bergerak atau merespon ucapan Bintang, tapi setelah diberi isyarat oleh Afdan untuk patuh, barulah mereka mengerjakannya.


" Cek Ren, Win! " titah Bintang, lalu mereka berdua langsung mengecek lengan para gengster.


Saat sedang mengecek, Reno tidak sengaja melihat salah satu anggota Afdan yang dulu pernah dia pukuli, lalu Reno berjalan kearahnya.


" Tangan lo! " ucap Reno dingin, lalu anggota itu memperlihatkan tangannya.


" Nggak malak Bang Mamat lagikan lo?! " tanya Reno sambil mengecek.

__ADS_1


" Nggak kok Bang, kami udah tobat " ucap anggota itu pelan.


" Bagus " ucap Reno lalu melanjukan memgecek anggota lain.


Saat sudah mengecek beberapa anggota, kini giliran Bion yang dicek oleh Reno.


" Tangan lo! " ucap Reno dingin, dengan ragu Bion mengangkat tangannya pelan.


" Buruan! " ucap Reno menarik tangan Bion dan melihat sebuah sayatan.


Bion yang sudah ketahuan langsung menyerang Reno dan berniat ingin kabur. Namun insting Reno yang memang bagus, dengan mudah dia mengelak dan mengunci pergerakan Bion.


" Berenti Bion! " pekik Afdan marah, dia tidak menyangka jika memang benar ada anggota nya yang menyerang Bintang.


" Mau kemana lo hah?! " ucap Reno.


" Lepasin gue! " pekik Bion. Lalu langsung didorong oleh Reno hingga dia tersungkur.


" Akh.. "


" Udah lepaskan? "


" Ck, jadi lo orangnya?! punya berapa nyawa? " tanya Bintang sambil mencengkram kuat pipi Bion.


" Berdiri lo Bion! " titah Afdan dingin. Lalu kemudian Bion berdiri dengan menunduk.


Bugh!


Bugh!


" Bos udah bos.. " ucap anggota Afdan berusaha menghentikan bos nya.


Bugh!


" Jawab gue Bion! " bentak Afdan.


Saat keadaan sedang panas, tiba-tiba pintu markas Bintang di dobrak kuat oleh seseorang.


Brakk!


" Lepasin anggota gue! " pekik Dimas marah. Dia datang bersama dengan Naura sesuai keinginan Bintang.


" Kaget gue anji*g! " umpat Win pelan.


" Terperangkap! " gumam Bintang pelan diiringin dengan smirk jahatnya.


" Bang Dimas?! " ucap Afdan kaget.


" Bos.. " ucap Bion lirih, mendengar itu tentu Afdan marah dan ingin memukul Bion kembali.


" Lepasin anggota gue brengs*k! " ucap Dimas ingin menghampiri Afdan namun dicegat oleh anggota Afdan.


" Minggir lo semua! " ucap Dimas makin esmosi.


" Kalo lo mau ke tempat bos Afdan, lo langkahin dulu mayat gue! " ucap salah satu anggota Afdan dengan tatapan datarnya.


" Sialan!! " ucap Dimas lalu langsung menyerang anggota Afdan.


Dari segi bela diri saja Dimas sudah kalah, sekarang ditambah lagi dengan jumlah versus yang tidak seimbang, tentu saja Dimas jadi ambruk dengan mudah.

__ADS_1


" Dimaass!! " pekik Naura histeris, dia sangat takut dengan situasi saat ini.


" Hentiin, Abang gue anji*g! " pekik Afdan. Lalu anggotanya langsung menghentikan aktifitas mereka.


" Apa?! " ucap Reno, dan Win serentak.


" Hiks, gue harus gimana?! hiks,, kenapa lo ngajak gue ke tempat gini sih?! " ucap Naura yang sudah ketakutan setengah mati.


" Abang lo?! " tanya Reno tidak menyangka.


" Dia Abang sepupu gue! " ucap Afdan, lalu menarik anggotanya untuk menjauh dari Abangnya.


" Maksud lo apa Bang?! " tanya Afdan setelah berdiri di depan Abangnya.


" Lo nggak usah ikut campur! ini urusan gue " ucap Dimas sambil berdiri dengan lunglai.


" Gimana ini? " bisik Reno pada Bintang.


" Lo suruh yang lain siapin tali, terus kunci semua pintu " ucap Bintang, lalu diangguki oleh Reno dan kemudian pergi.


" Jelas gue harus ikut campur Bang, Bion itu anggota gue, lo nggak punya hak buat nyuruh dia ini itu! " ucap Afdan.


" Penghianat kayak dia nggak usah dijadiin anggota " ucap Dimas sambil terkekeh. Bion yang mendengar ucapan Dimas jadi panas dan marah.


" Bion nggak mungkin gitu! dia yang paling lama jadi anggota gue, terus maksud lo nyerang senior gue buat apa hah?! " tanya Afdan lagi.


" Udah gue bilang jangan ikut campur! " bentak Dimas pada Afdan, seketika Afdan menjadi diam.


" Oke! lo urus urusan lo sendiri, mulai hari ini gue nggak akan peduli sama lo! " ucap Afdan.


" Kalo lo masih ngerasa anggota gue, ikut sama gue sekarang! " ucap Afdan pada Bion lalu kemudian pergi, Bion yang memang menyesal sudah menerima tawaran Dimas tentu saja langsung mengikuti Afdan meskipun dia tau bahwa dia akan jadi bahan amukan Afdan.


" Gimana? seru?! " tanya Bintang dengan smirknya.


" Mana anggota gue sialan! " ucap Dimas marah.


" Anggota lo ya? hmm, dimana ya?! " ucap Bintang pura-pura berfikir.


" Nggak usah kayak orang bego lo brengs*k! " sarkah Dimas yang sudah naik pitam.


" Wow sabar dong, kok marah-marah sih? waktu lo ngeganggu gue kan lo ketawa-ketawa, sekarang ketawa dong " ucap Bintang dengan smirknya.


" Gue nggak main-main sialan! " ucap Dimas serius.


" Ck, beresin sekarang " titah Bintang, lalu para anggota langsung menyeret Dimas dan Naura masuk ke dalam gudang.


" Lepasih gue!! Bintang bantu aku Bintang! " pekik Naura histeris.


" Lepasih gueee!!! "


" Diam! " bentak salah satu anggota pada Naura, sehingga Naura langsung diam sambil menangis terisak.


" Gue nggak tega nyakitin cewe, tapi karna lo udah kelewat batas, jadi lo harus terima semuanya! " ucap Bintang dingin.


" Dan jangan harap lo bisa lolos dari gue karna udah berani nyakitin Naya! " ucap Reno dingin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙


__ADS_2