
Setelah selesai mengeringkan rambut Bintang, Bulan langsung menuju kamar mandi Bintang lalu menjemur handuk itu.
" Kak ayo turun, tadi Mama udah masak.. " ucap Bulan setelah keluar dari kamar mandi Bintang.
" Gua mau ngomong dulu "
" Ngomong apa Kak? "
" Sini dulu, duduk! " ucap Bintang lalu diikuti oleh Bulan.
" Kenapa Kak? "
" Sebulan lagi kita bakalan nikah, jadi sekarang gua tanya dan lo harus jawab dengan jujur, paham? "
" P-paham.. "
" Lo yakin mau nikah sama gua? "
" Hah, m-maksud Kakak? "
" Jawab yang jujur dari hati lo, lo beneran mau nikah sama gua? lo nggak tertekan kan? "
" Jujur.. sebenarnya aku belum siap Kak, tapi aku udah berusaha kok buat nerima ini semua. Aku yakin Allah tau yang terbaik buat aku.. " ucap Bulan mantap.
" Gua harap lo nggak tertekan setelah nikah sama gua " ucap Bintang lalu pergi keluar duluan.
" Maksud Kak Bintang apa ya?! " tanya Bulan pada dirinya sendiri. Lalu mengikuti Bintang turun ke bawah.
Saat mereka udah turun, ternyata Mama dan Papa sudah menunggu mereka di meja makan.
" Aaaa.. liat deh Pa, calon pengantin baru udah turun " ucap Mama heboh.
" So sweet ya Ma "
" Banget Pa, mana tadi minta dikeringin lagi rambutnya " ucap Mama menyindir Bintang.
" Itu cuman karna tangan Bintang keseleo Mah, kalo nggak Bintang juga bisa sendiri " ucap Bintang dingin.
" Makanya, jangan motor-motoran lagi! emang kamu nggak kasian sama tunangan kamu khawatir terus " ucap Mama mengomel. Bintang langsung melihat kearah Bulan, tapi Bulan pura-pura tidak tahu dan melanjutkan makannya.
" Ouh iya Ma, kira-kira kita butuh berapa cucu ya? " ucap Papa tiba-tiba.
" Uhuk.. uhuk.. " Bulan langsung tersedak makanannya sendiri karna mendengar pertanyaan Papa mertuanya.
" Hati-hati " ucap Bintang lalu menyodorkan air putih.
" Makasih Kak.. " ucap Bulan lalu cuman dibalas deheman oleh Bintang.
" Maafin Papa ya.. karna ucapan Papa kamu jadi keselek gitu " ucap Papa menahan tawanya.
" N-nggak kok Pa, Bulan nggak papa.. " ucap Bulan tersenyum.
Setelah selesai makan malam bersama, Bulan langsung diantarkan oleh Bintang pulang. Karna takut jika orang tuanya akan bertanya yang aneh-aneh lagi.
" Kakak nggak mau mampir dulu? " tanya Bulan saat mereka sudah sampai dirumah Bulan.
" Nggak usah, titip salam sama Abi, Umi ya " ucap Bintang sambil membukakan helm Bulan.
" Hmm.. yaudah deh, kalo gitu aku masuk dulu ya.. Assalamu'alaikum " ucap Bulan lalu berjalan menuju pintu rumahnya.
__ADS_1
" Eh, Bulan.. " panggil Bintang.
" Kenapa Kak? " tanya Bulan balik badan.
" Besok gua jemput "
" O-ouhh.. okee Kak " ucap Bulan tersenyum lalu kembali berjalan.
Saat melihat Bulan sudah masuk, Bintang langsung melajukan motornya ke markas, karna tadi Reno sempat menelfonnya dan memberitahu kalo Dimas kembali membuat onar.
...----------------...
Di markas.
" Sialan lo! apa maksud lo bikin onar disini hah?! " ucap Reno emosi.
" Huh, lo pikir buat apa hah?! " ucap Dimas smirk.
" Woi jelangkung sialan! berenti nggak lo sebelum gua masih ngasih lo kesempatan buat hidup! " ucap Win naik pitam, karna melihat banyak anggotanya yang terluka parah.
" Win, sekarang lo mending kerumah sakit dan bawa semua anggota kita yang kena luka parah! " ucap Reno tegas.
" Gila lo! gua nggak bakal ninggalin lo sendirian! " ucap Win membantah.
" Nyawa yang lain lebih penting Win! "
" Gua tau tapi lo lebih penting bagi gua!! " ucap Win tetap kekeh.
" Dengerin atasan lo! " ucap Reno menatap Win.
Mau tidak mau Win terpaksa harus meninggalkan Reno, karna Reno telah membawa jabatan. Dalam geng mereka jika atasan sudah membawa jabatannya, tidak ada yang boleh membantah sekalipun.
" Cih, sekarang tinggal lo doang! kalo lo ngaku kalah gua bakal ngelepasin lo, tapi kalo lo tetap kekeh ngelawan ayo! gua ladenin lo! " ucap Dimas penuh dengan kemenangan.
" Cih, kalo gua mati pun ditangan lo, gak bakal geng gua ngaku kalah! " ucap Reno lalu langsung memyerang Dimas.
Perkelahian tak terhindarkan, dua geng itu saling adu jotos dan mengeluarkan semua kemampuan mereka. Saat ini geng Reno terus tersudutkan karna jumlah anggota yang tidak sebanding.
" Kapten, kalo gini kita bakal mati semua! " ucap salah satu anggota Reno.
" Shhtt.. kita cuman butuh bertahan, sampe Bos datang! " ucap Reno memberi semangat.
" Kapten, gimana kalo kita mengulur waktu dulu! kami akan ngambil motor dan bikin onar! " ucap anggota Reno yang lain memberikan ide nya.
" Bagus, lakuin apapun yang kalian bisa, paham! "
" Paham!! " ucap anggota itu serentak.
Beberapa anggota Reno sudah mengambil motor dan mengendarainya unggal-unggalan. Melihat ada yang membawa motor unggal-unggalan para anggota Dimas sedikit hilang konsentrasi karna berusa menghindar agar tidak tertabrak.
" Sialan! fokus semuanya!! " pekik Dimas emosi.
Karna mendapat perintah dari Bosnya, anggota Dimas kembali fokus dan menghentikan pemotor dengan cara menikam mereka.
Karna kekejian anggota Dimas, pemotor dari anggota Reno tadi seketika dibuat tumbang. Karna jumlah anggota Reno yang sangat sedikit, membuat Dimas lebih leluasa menghabisi mereka sehingga hanya menyisakan Reno seorang.
Bugh..
Bugh..
__ADS_1
Bugh..
Anggota Dimas mengeroyok Reno dengan membabi buta, mereka tidak memberikan Reno kesempatan untuk membalas.
" Stop.. " ucap Dimas, lalu menghampiri Reno yang sudah terkapar.
" Apa mau lo yang sebenarnya hah?! " bentak Reno.
" Cih, lo pikir waktu lo ngeganggu party gua sama geng sampah lo itu, gua bakal diem aja? nggak men, gua bakal bikin perhitungan sama lo pada! " ucap Dimas dengan smirknya lalu memukuli Reno dengan membabi buta.
Saat Reno sudah tidak tahan lagi dan sudah kehabisan tenaga, tiba-tiba Bintang datang dengan Win dan langsung menghabisi Dimas dan anggota nya.
" Jelangkung sialan!! gua udah peringatin lo ya, tapi karna lo udah berani nyentuh sahabat gua, gua nggak bakal ngelepasin lo!! " ucap Win naik pitam, dia terus menghabisi anggota Dimas tanpa mendapatkan perlawanan sedikitpun, begitu juga dengan Bintang.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
" Lo inget ya brengsek! gua nggak bakal ngelepasin lo dan gua bakal ngejar lo sampai ke ujung dunia, ngerti lo! " bentak Bintang pada Dimas.
Dimas yang saat ini sudah terkapar lemas akibat pukulan Bintang, hanya diam ketakutan. Memang Bintang bukanlah tandingannya, tapi bagaimana lagi. Dendamnya lebih besar daripada takutnya.
Bugh...
" Akhh.. c-cukup! " ucap Dimas memohon.
" Ini karna lo udah bikin onar di markas kami " ucap Win memberi beberapa pukulan.
Bugh..
" Akhh.. auww!! "
" Ini karna lo gak ngedengerin peringatan dari gua! "
Bugh..
Bugh..
" Akkhh!! a-ampun.. " pekik Dimas memohon.
" Dan ini karna lo udah nyentuh sahabat gua! " ucap Win yang semakin menggila.
" Win cukup! " ucap Bintang menghentikan sahabatnya.
" Orang kaya dia nggak bisa dikasih hati Tang! " ucap Win marah.
" Kalo dia mati lo masuk penjara! inget kita bukan anak geng motor yang berandalan kaya mereka! jadi cukup " ucap Bintang memperingati Win dan menatap Win lengket.
" Hari ini lo selamat, tapi nggak untuk kedepannya. Paham lo!! "
Setelah itu Win dan Bintang menghampiri Reno dan membawa nya ke rumah sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙
__ADS_1