
Saat Mamanya sudah pergi, barulah Bintang duduk dan bergabung dengan yang lainnya.
" Bos cantik ya " ucap anggota Bintang yang melihat Bulan, Bulan yang diomongkan tentu saja menjadi malu.
" Sekali lagi lo ngegoda istri gue depan gue, habis lo " ancam Bintang, seketika semuanya menertawakan anggota itu.
" Dasar mata keranjang lo! liat yang bening dikit aja langsung diembat " ucap temannya menertawakan.
" Diem lo! " ucap anggota itu kesal.
" Tadi kenapa lo pada teriak?! " tanya Bintang penasaran.
Saat ingin menjawab pertanyaan Bintang, tiba-tiba datanglah 10 maid yang membawa makanan dan minuman untuk Bintang dan teman-temannya.
" Den ini minumannya.. " ucap para main yang baru datang, lalu dijawab anggukan oleh Bintang.
" Tang lo beneran nggak tau apa-apa tentang bokap lo?! " tanya Reno kembali pada topik awal.
" Emang bokap gue kenapa?! " tanya Bintang bingung.
" Bokap lo dulu ternyata juga anak geng motor anjir!! " ucap Win heboh.
" Hah?! " ucap Bintang dan Bulan serentak. Para maid yang mendengar obrolan itu hanya bisa tersenyum.
" Emang bener ya bi?! " tanya Bulan saat menyadari bahwa ekspresi para maid itu berubah.
" Iya non.. " ucap maid yang sendari kecil merawat Bintang.
" Loh kok aku nggak tau bi?! " tanya Bintang bingung.
" Itu karna bapak ngelarang kami semua buat ngasih tau kamu, tapi karna sekarang kamu udah tau jadi bibi bakal kasih tau kamu sesuatu " ucap maid itu mengajak Bintang dan Bulan pergi.
Karna ke kepoan anggota Bintang sangatlah tinggi, jadi mereka semua mengikuti kemana Bintang dan Bulan pergi.
Ternyata bibi membawa mereka ke gudang terlarang, dimana gudang itu tidak diperbolehkan siapapun untuk mendekati nya.
" Bi, bukannya gudang ini nggak dibolehin Papa buat dibuka ya " ucap Bintang mengingatkan.
" Ih kalo nggak boleh mending pergi aja yok bi, Kak.. " aja Bulan ingin pergi.
" Gapapa kok non, lagian tadi bapak yang nyuruh bibi buat kasih tau ke den Bintang " ucap bibi ramah.
" Tuh, gapapa kok, sini.. " ucap Bintang menarik pinggang Bulan.
Reno, Win, dan anggota lain yang melihat adegan itu langsung merubah ekspresi nya dari yang penasaran menajadi malas, karna bos mereka tidak memikirkan perasaan mereka.
" Inget kita-kita juga woi! " ucap Reno sinis.
" Makanya cari pacar! " ucap Bintang acuh, sambil menunggu bibi membukakan pintu gudang itu.
" Dihh ogah, zina! " ucap Reno.
" Dih dih! sok iye lo, sejak kapan juga lo kenal zina! " ucap Win meledek.
__ADS_1
" Apaan sih, bocil diem aja lo! ini urusan orang tua " ucap Reno makin sinis.
" Iye dah si paling Tua! " ucap Win menekankan kata 'tua'.
" Sudah, sudah.. sekarang kalian siap-siap ya "
" 1... "
" 2... "
" Tinggal buka aja kenapa sih bi! " ucap Reno yang tidak sabaran.
" Hahah.. yaudah deh, tadaaaa.. " ucap bibi membukakan pintu gudang.
Saat pintu gudang terbuka, terlihatlah sebuah motor yang tua namun sangat mahal saat ini.
" NORTON!! " pekik Reno, Win dan anggota lainnya serentak, sedangkan Bintang hanya bisa melongo.
" Masya Allah, bagus banget bi " ucap Bulan memuji, walaupun dia tidak tau merek motor tersebut, namun dari segi bentuknya dia tau bahwa motor itu pasti sangat mahal, karna memiliki model yang sangat clasic.
" Bi ini punya siapa?! " tanya Bintang masih melongo.
" Ini punya bapak, waktu bapak masih muda dan jadi anak geng motor kayak kamu " ucap bibi memberitahu.
" Kok aku baru tau bi?! " tanya Bintang penasaran.
" Dulu bapak punya trauma waktu masih jadi anak geng motor, maka dari itu bapak nggak mau kamu ikut-ikutan geng motor kaya bapak, bapak takut kejadian waktu dia muda bakal terjadi sama kamu " ucap bibi menjelaskan.
" Kalau Bulan boleh tau, Papa punya trauma apa bi?! " tanya Bulan penasaran.
" Ouhh gitu ya.. " ucap Bulan memaklumi.
" Gilaaa bos, bokap lo keren banget! " ucap salah satu anggota Bintang.
" Lebih gila lagi waktu kita tau, ternyata bokap si bos mantan geng motor juga " ucap anggota lainnya.
" Eh tapi ini beneran nggak sih?! " tanya anggota lainnya.
" Menurut lo! " ucap para anggota menyoraki.
" Hahaha.. emang ya buah jatuh nggak jauh dari pohonnya " ucap Papa yang tiba-tiba datang dengan Mama.
" Pa.. " ucap Bintang lirih.
" Maafin Papa udah nyembunyiin ini semua dari kamu, Papa cuman nggak mau kamu ngalamin trauma kayak Papa dulu " ucap Papa Bintang tersenyum tipis saat kembali mengingat kejadian yang sempat membuatnya trauma.
" Emang Papa kenapa?! " tanya Bintang penasaran.
" Sekarang kita masuk dulu, di dalam baru Papa ceritain " ucap Papa, lalu mereka semua masuk kembali.
Saat sudah didalam rumah, Bintang langsung menuntut penjelasan pada Papa nya tentang trauma yang selama ini tidak dia ketahui.
" Ayok Pa cerita! " desak Bintang.
__ADS_1
" Oke okee... "
" Jadi gini, dulu Papa juga ikut geng-geng motoran kayak kamu sekarang, Papa pergi bareng temen-temen Papa sampe larut malem, kadang kami juga balap liar, berantem, bahkan dulu kami juga ngebegal karna saking bandelnya. Nenek sama Kakek kamu udah ngelarang Papa buat berhenti bergaul sama anak-anak kaya gitu, tapi karna dasarnya Papa bandel jadi Papa nggak ngedengerin larangan Nenek sama Kakek. Jadi suatu hari, Papa lagi patroli bareng anak-anak, tapi karna dulu kami sering ngebikin onar jadi musuh Papa banyak banget sampe nggak ke hitung. Jadi kami dihadang di jalan raya dan disana kami kaya tauran antara geng motor, disaat itu kelompok Papa menang, jadi setelah tauran selesai kami semua bubar dengan perasaan senang. Tapi ternyata salah satu dari geng motor yang Papa kalahin itu ada yang ingin bales dendam, demi nuntasin dendamnya, dia dengan keji ngebunuh orang tua Papa di depan mata kepala Papa sendiri! " ucap Papa menceritakan semuanya, tanpa terasa air mata Papa turun membasi pipinya.
" Pa, maafin Bintang " ucap Bintang sedih setelah mendengar trauma orang tua nya.
" Sejak kejadian itu, Papa jadi nyesel karna nggak ngedengerin ucapan orang tua Papa " ucap Papa tersenyum tipis.
Semua anggota Bintang yang mendengar cerita Papa jadi terdiam, karna pada dasarnya mereka memang memiliki musuh saat ini, yang tidak lain adalah Dimas.
Ada rasa takut dihati mereka masing-masing, yaitu takut suatu hal buruk menimpa orang tua mereka.
" Tapi Papa tau kok kalau kalian bukanlah geng motor kayak yang dulu pernah Papa lakuin, Papa yakin geng motor kalian bukanlah geng motor yang suka ngebikin onar " ucap Papa kembali tersenyum.
" Pa, kalau Papa nggak ngizinin Bintang bakal berenti jadi anak geng motor Pa " ucap Bintang sambil menggenggam tangan Papanya.
" Cih, siapa bilang Papa nggak ngizinin! Papa bakal ngizinin kamu asalkan jangan pernah ikut ke jalan yang salah " ucap Papa.
Mendengar itu, mereka semua jadi terkejut. Mereka tidak menyangka jika Papa akan memperolehkan Bintang untuk terus menjadi anak geng motor.
" Pah, Papa serius?! " tanya Bintang meyakinkan.
" Ngapain Papa main-main, eh tapi syarat Papa tadi nggak berlaku buat Bintang aja ya, tapi buat kalian semua! " ucap Papa.
" Siap Om!! " ucap mereka semua serentak.
" Selain Papa, kamu tanya dulu tuh istri kamu " ucap Mama.
" Gimana sayang?! " tanya Bintang spontan.
" H-hah?! " ucap Bulan terkejut.
" Uuuuuu dasar bucin lo! " ucap Win melempar Bintang dengan bantal sofa.
" Jadi gimana, lo ngebolehin nggak?! " tanya Bintang lagi, Bulan yang bingung melihat kearah mertuanya. Namun yang dilihat hanya pura-pura tidak tau.
" Gimana?!! " desak Bintang tidak sabaran.
" Huffh.. yaudah aku ngebolehin, asal Kakak nggak ngelanggar syarat Papa tadi " ucap Bulan mengizinkan, mendengar itu sontak mereka semua menjadi heboh kegirangan.
" Yesss, makasih sayang " ucap Bintang langsung mengecup pipi Bulan secara tiba-tiba, sungguh hari ini Bulan sangat dibuat jantungan oleh Bintang.
" Si kampret masih aja ngebucin! " ucap Reno kesal lalu melempar Bintang dengan bantal, sehingga yang lain pun ikut melempari Bintang.
Mama dan Papa Bintang yang melihat itu hanya tersenyum senang melihat anaknya yang sudah bisa tersenyum, lalu kemudian mereka kembali masuk membiarkan para anak-anak itu bermain bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Motor Papa Bintang.
...________________________...
__ADS_1
...' Like yang banyak ya biar author makin semangat ngehibur kalian semua... '...
...See youuu..........