
" Ini semua salah gue! " ucap Reno meninggikan suaranya sambil berdiri.
" Ren! " pekik Win yang tidak menyangka.
" Maksud lo apa? " tanya Bintang menatap Reno dingin.
" Ren, duduk lo! " ucap Win.
" Gue udah bilang ini semua gara-gara gue! Naya ngelakuin itu karna gue! " ucap Reno pada Bintang dengan nada emosi.
" Lo ngomong kaya gitu sama gue hah?! " ucap Bintang ingin menghampiri Reno.
" Stop! udah! " pekik Win menahan Reno dan Bintang.
" Kak, tenang dulu " ucap Bulan menarik Bintang untuk duduk kembali.
" Kak, jangan berantem,, hiks maafin aku " ucap Naya makin sesegukan.
" Nay, lo nggak salah, gue yang salah " ucap Reno langsung menghampiri Naya dan memeluknya erat.
" Jelasin! " ucap Bintang bertambah dingin.
" Udah! nggak usah berantem, semuanya bakal jelas setelah kalian liat video dari kamera ini " ucap Win, kemudian dia mengambil alih laptop Bintang.
Setelah itu mereka semua kembali melihat semua isi rekaman yang ada dikamera itu. Saat ini Naya masih menangis sambil dipeluk oleh Bryan, dan Kitty dipeluk oleh Bulan.
Setelah melihat hasil rekaman itu, Bulan dan Bintang sangat terkejut. Bisa-bisanya Naura menyuruh Naya yang tidak-tidak, bahkan dia menganiaya Naya.
" Nay.. " panggil Bulan lirih.
" Hiks,, maafin Naya Kak.. " balas Naya.
" Gapapa.. kenapa kamu nggak bilang kalo kamu selama ini dibully sama Kak Naura? " tanya Bulan sambil memeluk Naya erat, sungguh Bulan ingin menangis rasanya.
__ADS_1
" Nggak bisa Kak, kalo aku bilang ke dosen katanya hidup aku bakal hancur, emang aku salah apa Kak,, hiks? "
" Kamu nggak salah Nay.. jangan salahin diri kamu ya " ucap Bulan lembut.
" Seharusnya lo biarin ancaman Naura tentang gue, dia nggak bakal bisa ngapa-ngapain gue " ucap Reno pada Naya.
" Maaf Kak.. " ucap Naya lirih.
" Kenapa lo belain dia? " tanya Bintang pada Reno.
" Ini semua karna gue, jelas gue ngebelain orang yang nggak bersalah " ucap Reno.
" Lo yakin cuman itu? " tanya Bintang lagi.
" H-hm " ucap Reno sedikit gugup.
" Sekarang lo udah tau kan! " ucap Win pada Bintang, Bintang hanya diam sambil menatap tajam foto Naura.
" Karna masalahnya udah kelar, sekarang maaf-maafan " ucap Win.
" Tang? " panggil Reno.
" Kumpulin semua anggota kita, cari rekaman CCTV digedung tempat gue nikah, kita selesain semuanya sekarang! " ucap Bintang dingin lalu mengambil jaketnya.
" Kak, ini udah malem.. " ucap Bulan menahan Bintang.
" Iya Tang, lagian si Naura sama Si Jelangkung kan udah ditangkep polisi " ucap Win.
" Dia kaya, keluarganya orang yang lumayan tinggi, lo pikir susah buat dia keluar dari penjara? " ucap Bintang menatap Win dingin.
Win yang mendengarkan itu langsung berfikir, benar juga apa yang dibilang Bintang, mana mungkin seorang anak pengusaha tidak bisa keluar dari penjar, toh tinggal diberi amplop ucap Win dalam hatinya.
" Kak.. " panggil Bulan.
__ADS_1
" Dirumah bentar ya sayang " ucap Bintang mencium puncak kepala Bulan.
" Tapi.. "
" Kitty, Naya, kalian temenin Bulan disini, kalo mau apa-apa tinggal bilang sama Bi Ati " ucap Bintang lalu diangguki oleh keduanya.
" Gue pergi, tunggu gue ya " ucap Reno sambil mengusap surai rambut Naya, Naya hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Lo, " ucap Win menjeda ucapannya.
" Apa? " tanya Kitty bingung.
" Lo mau apa nanti? " tanya Win pada Kitty.
" Ouh itu, " ucap Kitty lalu berfikir sejenak.
" gue cuman mau lo pulang dengan selamat " ucap Kitty sembari tersenyum.
Win yang melihat itu, dengan susah payah menahan senyumnya. Entah kenapa rasanya sangat senang jika Kitty mengucapkan itu untuk dirinya.
" Buruan cicak! " pekik Reno dari luar.
" Gue pergi, lo semua baik-baik disini " ucap Win lalu pergi bersama Bintang dan Reno.
" Kitt.. " ucap Bulan lirih, dia sangat cemas dengan Bintang saat ini.
" Udah ya, semua bakal baik-baik aja kok " ucap Kitty menenangkan Bulan, Naya hanya diam saja sambil mengelus punggung Bulan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...________________________...
...' Like yang banyak ya biar author makin semangat ngehibur kalian semua... '...
__ADS_1
...See youuu..........