
Dari tadi pagi hingga pelajaran selesai, Bintang tidak menemukan Bulan dimana pun. Bintang sempat heran kenapa gadis itu tidak ada dimana-mana, tapi setelah itu langsung ditepisnya pemikiran nya itu.
" Nggak nggak, ngapain sih gua mikirin dia. Bodoamat dia masuk atau gak masuk kampus, toh bukan urusan gua " ucap Bintang menepis pemikiran nya.
" Tang, anak-anak udah ready, kapan nih bales dendam nya? " tanya Win lalu menghampiri Bintang yang sedang bergelud dengan pikiran nya.
" Hah? " ucap Bintang bingung.
" Hah hoh hah hoh, kapan ini nyerang jelangkung nya! "
" O-oh itu, eee ntar malam aja gua kabarin kalian "
" Yaudah, ntar malam kami tunggu lo di markas "
" Sip, yaudah gua pamit dulu lo urus semuanya sama Reno " ucap Bintang lalu diangguki oleh Win, kemudian setelah itu baru Bintang pulang.
...----------------...
" Bintang pulang " ucapnya dingin sambil terus berjalan.
" Eh, Bintang pas banget kamu pulang, sini duduk dulu " ucap Mama Bintang menyuruh anaknya duduk.
" Ada apa Ma? "
" Tadi Mama pergi ke butik langganan Mama, nih kamu pilih. Baju mana yang bagus untuk pernikahan kamu " ucap Mama antusias.
" Terserah Mama aja " ucap Bintang lalu bangkit dari duduknya.
" Eeeee tunggu, masa Mama yang pilih sih, kan kamu yang nikah "
__ADS_1
" Males lah Ma, Bintang capek " ucap Bintang lalu pergi.
" Hadehh, dasar anak keras kepala, mirip banget sama Papa nya! " ucap Mama ngedumel.
" Siapa yang mirip Papa?! " tanya Papa tiba-tiba datang.
" Astaghfirullah kaget aku... "
" Hahahahhha, itu aja kaget kamu "
" Ya kaget lah, kamu datengnya ntah dari mana! "
" Kamu lagi ngapain?! " ucap Papa lalu duduk disamping istrinya.
" Pah, liat nih. Tadi aku kebutik cariin baju pengantin buat Bintang sama Bulan, sekarang Papa pilih mana yang bagus? " tanya Mama lalu menyodorkan ponselnya yang berisi beberapa foto baju pengantin.
" Hahahahh.. okee biar aku yang pilih! "
...----------------...
Di dalam kamarnya Bintang langsung mengambil handuk dan segera mandi. Setelah beberapa menit akhirnya Bintang selesai mandi dan sudah berpakaian rapi.
Saat ingin tidur, baru saja Bintang menutup matanya langsung wajah Bulan yang terbayang olehnya.
" Astaga! pasti gua udah gila ini, haiisssh.. kenapa gua jadi gini sih! " umpat Bintang gelisah.
" Gua nggak bisa gini terus, bisa-bisa dikira gila gua sama orang-orang! " ucap Bintang mencoba menetralkan kembali pikirannya.
Ting!!
__ADS_1
Bunyi notif di ponsel mengagetkan Bintang, diambilnya ponsel miliknya dan melihat pesan dari siapa yang masuk.
[ Tang, semuanya udah ready ]
Ternyata pesan itu dari Reno, setelah mendengar Dimas berbuat curang dan mencelakai sahabatnya, Reno tidak tinggal diam. Dari awal masuk kampus hingga pulang tadi, Reno sibuk menyiapkan anggota yang akan ikut untuk membalas dendam.
" Hadehh, perasaan gua yang dicelakai, tapi kenapa malah dia yang emosi ya?! " gumam Bintang heran dengan Reno.
[ Gua otw ]
Setelah membalas pesan Reno, Bintang langsung mengambil jaketnya dan segera turun.
" Mau kemana kamu Bintang? " tanya Papa saat melihat Bintang telah rapi dengan pakaian serba hitamnya.
" Keluar bentar Pah, sama temen " jawab Bintang dingin.
" Jangan pulang tengah malam "
" Ya, Pah " ucap Bintang lalu pergi.
" Hadehhh, turunan dari siapa Bintang itu ya Pah? dingin banget " ucap Mama heran.
" Entahlah Mah, kepala Papa pusing mikirin Bintang " ucap Papa lalu tiduran di p*ha istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙
__ADS_1