Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 45


__ADS_3

Saat mereka mengejar para pria itu, mereka malah kehilangan jejak.


" Yaahhh hilang kan! lagian lo kenapa nggak bilang dari sih?! " ucap Reno kesal.


" Ya mana gue tau, orang gue juga baru liat! " ucap Win tak ingin disalahkan.


" Lo ngeliat salah dari mereka yang ada tatto itu atau semuanya " tanya Reno.


" Hmmm.. gue cuman liat salah satu dari mereka, selebihnya gue nggak tau " ucap Win sambil mengingat-ngingat.


" Yaudah kita pulang aja, besok kasih tau Bintang " ucap Reno lalu diangguki oleh Win.


Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.


...----------------...


Dirumah sakit.


" Kak, nikahan kita tinggal 4 hari lagi, kok tiba-tiba aku jadi deg-degan ya " ucap Bulan menyampaikan perasaannya.


" Mungkin lo udah nggak sabar kali " ucap Bintang sambil terkekeh.


" Ihh bukan gitu, aku serius " ucap Bulan sedikit kesal.


" Lah gue juga serius " ucap Bintang.


" Ish tau ah, bukannya ngasih solusi, Kakak malah bikin kesel " ucap Bulan cemberut.


" Yaudah, gue saranin do'a yang banyak aja, lo nggak perlu mikirin yang aneh-aneh okee " ucap Bintang tersenyum, yang membuat Bulan akhirnya tenang.


" Oiya, besok gimana ya Kak, Kitty kan masih salah paham sama aku " ucap Bulan menunduk.


" Lo mulai besok bakal dikawal sama Win dan Reno, jangan pergi kemana-mana sendirian, karna bisa aja Kitty ngelakuin hal yang nggak lo kira " ucap Bintang mengingatkan.


" Eh, nggak boleh suudzon! " ucap Bulan menegur.

__ADS_1


" Kan seandainya sayang... " ucap Bintang sangat lembut, sehingga Bulan mematung mendengar panggilan itu.


" Ka-kakak ngomong apa..? " tanya Bulan memastikan pendengarannya.


" Ngak ada " ucap Bintang kembali dingin.


" Ishh serius... Kakak ngomong apa...!!! " ucap Bulan memaksa Bintang untuk mengulanginya.


" Nggak ada, nggak bisa diulang, kalo mau di ulang bayar! " ucap Bintang sambil memainkan ponselnya.


" Ihh Kak, ayok ulanginn... " paksa Bulan terus.


Mereka begitu menikmati waktu berduaan malam ini, mungkin bagi mereka malam ini adalah malam terindah dari malam-malam sebelumnya.


...----------------...


Dirumah Win.


Prangg....


" Ngapain kamu ngikutin saya hah?! " ucap Papa Win sambil mencengkram kuat pipi Mama Win.


" A-aku nggak ngikutin kamu, aku cuma nggak sengaja papasan sama kamu waktu di mall " ucap Mama Win menangis.


" Tau nggak, gara-gara kamu hubungan aku sama dia jadi hancur!! " bentak Papa Win marah sambil melepaskan cengkramannya kasar.


" Mas, kenapa kamu kayak gini sih? padahal sebelumnya hubungan kita baik-baik aja Mas! " pekik Mama Win sambil menangis terisak.


" Kamu nggak perlu tau! inget ya kalau kamu masih ngenganggu hubungan aku sama dia, aku nggak akan tinggal diam ngerti?! " ucap Papa Win lalu kemudian pergi.


Saat Papanya Win keluar dari kamar, ternyata Win sudah berada di depan pintu kamar dan mendengar semuanya.


" W-win... " ucap Papanya terkejut.


" Siapa dia?! " tanya Win dingin sambil menatap Papanya dengan tapapan datar.

__ADS_1


" Maksud kamu? " tanya Papa Win pura-pura bingung.


" Nggak usah bohong! siapa dia Ma? " tanya Win menatap Mamanya yang sedang berekting bahwa tidak terjadi apa-apa.


" N-nggak ada apa-apa sayang.. " ucap Mama Win ingin membawa Win pergi.


" APANYA YANG GAPAPA MA?! JELAS-JELAS BAJINGAN INI NYELINGKUHIN MAMA! " bentak Win emosi lalu menendang salah satu vas bunga hingga pecah.


" WIN, APA-APAAN KAMU! " bentak Papa Win marah.


" Papa masih nanya kenapa aku kayak gini? Papa bego apa bodoh sih?! " ucap Win menantang Papanya.


Plakk...


" Dasar anak kurang ajar! berani banget kamu ngomong kaya gitu sama Papa! " ucap Papa Win naik pitam.


" Pukul aja Pa, pukul!! emang kami nggak pernah berhargakan buat Papa?! Papa lebih mentingin wanita sialan itu dari pada Mama! " ucap Win sambil berkaca-kaca.


" Jaga omongan kamu Win! ini semua memang salah Mama kamu! " ucap Papa Win.


" Apa salah Mama, Pa?! jelas-jelas yang selingkuh itu Papa, kenapa malah Mama yang salah hah?! " tanya Win kesal.


" Udah sayang udah!... ayok masuk kamar kamu " ucap Mama Win menarik anaknya untuk pergi ke kamar.


Sebelum Win benar-benar pergi, Win menyempatkan untuk menyampaikan pesan pada Papanya.


" Inget Pa, aku Win Juniper! orang yang nggak akan pernah tinggal diam kalau orang-orang disekitarnya terusik, jangan salahin Win kalo suatu saat wanita-wanita Papa berakir tinggal nama! " ucap Win lalu kemudian pergi.


Papa Win sempat terdiam dengan ucapan anaknya itu, tapi dia berusaha tidak menghiraukan nya dan menganggap itu hanyalah omong kosong Win.


" Sudahlah, lebih baik aku pergi untuk membujuknya " ucap Papa Win, lalu pergi ke tempat selingkuhan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙


__ADS_2