
Saat mereka mengejar para pria itu, mereka malah kehilangan jejak.
" Yaahhh hilang kan! lagian lo kenapa nggak bilang dari sih?! " ucap Reno kesal.
" Ya mana gue tau, orang gue juga baru liat! " ucap Win tak ingin disalahkan.
" Lo ngeliat salah dari mereka yang ada tatto itu atau semuanya " tanya Reno.
" Hmmm.. gue cuman liat salah satu dari mereka, selebihnya gue nggak tau " ucap Win sambil mengingat-ngingat.
" Yaudah kita pulang aja, besok kasih tau Bintang " ucap Reno lalu diangguki oleh Win.
Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
...----------------...
Dirumah sakit.
" Kak, nikahan kita tinggal 4 hari lagi, kok tiba-tiba aku jadi deg-degan ya " ucap Bulan menyampaikan perasaannya.
" Mungkin lo udah nggak sabar kali " ucap Bintang sambil terkekeh.
" Ihh bukan gitu, aku serius " ucap Bulan sedikit kesal.
" Lah gue juga serius " ucap Bintang.
" Ish tau ah, bukannya ngasih solusi, Kakak malah bikin kesel " ucap Bulan cemberut.
" Yaudah, gue saranin do'a yang banyak aja, lo nggak perlu mikirin yang aneh-aneh okee " ucap Bintang tersenyum, yang membuat Bulan akhirnya tenang.
" Oiya, besok gimana ya Kak, Kitty kan masih salah paham sama aku " ucap Bulan menunduk.
" Lo mulai besok bakal dikawal sama Win dan Reno, jangan pergi kemana-mana sendirian, karna bisa aja Kitty ngelakuin hal yang nggak lo kira " ucap Bintang mengingatkan.
" Eh, nggak boleh suudzon! " ucap Bulan menegur.
__ADS_1
" Kan seandainya sayang... " ucap Bintang sangat lembut, sehingga Bulan mematung mendengar panggilan itu.
" Ka-kakak ngomong apa..? " tanya Bulan memastikan pendengarannya.
" Ngak ada " ucap Bintang kembali dingin.
" Ishh serius... Kakak ngomong apa...!!! " ucap Bulan memaksa Bintang untuk mengulanginya.
" Nggak ada, nggak bisa diulang, kalo mau di ulang bayar! " ucap Bintang sambil memainkan ponselnya.
" Ihh Kak, ayok ulanginn... " paksa Bulan terus.
Mereka begitu menikmati waktu berduaan malam ini, mungkin bagi mereka malam ini adalah malam terindah dari malam-malam sebelumnya.
...----------------...
Dirumah Win.
Prangg....
" Ngapain kamu ngikutin saya hah?! " ucap Papa Win sambil mencengkram kuat pipi Mama Win.
" A-aku nggak ngikutin kamu, aku cuma nggak sengaja papasan sama kamu waktu di mall " ucap Mama Win menangis.
" Tau nggak, gara-gara kamu hubungan aku sama dia jadi hancur!! " bentak Papa Win marah sambil melepaskan cengkramannya kasar.
" Mas, kenapa kamu kayak gini sih? padahal sebelumnya hubungan kita baik-baik aja Mas! " pekik Mama Win sambil menangis terisak.
" Kamu nggak perlu tau! inget ya kalau kamu masih ngenganggu hubungan aku sama dia, aku nggak akan tinggal diam ngerti?! " ucap Papa Win lalu kemudian pergi.
Saat Papanya Win keluar dari kamar, ternyata Win sudah berada di depan pintu kamar dan mendengar semuanya.
" W-win... " ucap Papanya terkejut.
" Siapa dia?! " tanya Win dingin sambil menatap Papanya dengan tapapan datar.
__ADS_1
" Maksud kamu? " tanya Papa Win pura-pura bingung.
" Nggak usah bohong! siapa dia Ma? " tanya Win menatap Mamanya yang sedang berekting bahwa tidak terjadi apa-apa.
" N-nggak ada apa-apa sayang.. " ucap Mama Win ingin membawa Win pergi.
" APANYA YANG GAPAPA MA?! JELAS-JELAS BAJINGAN INI NYELINGKUHIN MAMA! " bentak Win emosi lalu menendang salah satu vas bunga hingga pecah.
" WIN, APA-APAAN KAMU! " bentak Papa Win marah.
" Papa masih nanya kenapa aku kayak gini? Papa bego apa bodoh sih?! " ucap Win menantang Papanya.
Plakk...
" Dasar anak kurang ajar! berani banget kamu ngomong kaya gitu sama Papa! " ucap Papa Win naik pitam.
" Pukul aja Pa, pukul!! emang kami nggak pernah berhargakan buat Papa?! Papa lebih mentingin wanita sialan itu dari pada Mama! " ucap Win sambil berkaca-kaca.
" Jaga omongan kamu Win! ini semua memang salah Mama kamu! " ucap Papa Win.
" Apa salah Mama, Pa?! jelas-jelas yang selingkuh itu Papa, kenapa malah Mama yang salah hah?! " tanya Win kesal.
" Udah sayang udah!... ayok masuk kamar kamu " ucap Mama Win menarik anaknya untuk pergi ke kamar.
Sebelum Win benar-benar pergi, Win menyempatkan untuk menyampaikan pesan pada Papanya.
" Inget Pa, aku Win Juniper! orang yang nggak akan pernah tinggal diam kalau orang-orang disekitarnya terusik, jangan salahin Win kalo suatu saat wanita-wanita Papa berakir tinggal nama! " ucap Win lalu kemudian pergi.
Papa Win sempat terdiam dengan ucapan anaknya itu, tapi dia berusaha tidak menghiraukan nya dan menganggap itu hanyalah omong kosong Win.
" Sudahlah, lebih baik aku pergi untuk membujuknya " ucap Papa Win, lalu pergi ke tempat selingkuhan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙