
Setelah berkunjung ke rumah sakit, Reno dan Win langsung segera ke tempat dimana Bintang dikeroyok oleh geng motor.
" Disini kan tempatnya?! " tanya Win lalu diangguki Reno.
" Disini mana ada CCTV woii " ucap Win sambil melihat-lihat disekelilingnya.
" Mana gak ada rumah disekitar sini lagi " ucap Reno juga ikut celingak-celinguk.
" Yaudah cari ditempat lain aja " ucap Win setelah itu mereka pergi dari sana.
" Cih, untung gw cepet satu langkah dari mereka! " ucap seseorang yang sedang bersembunyi dibalik sebuah pohon.
Sudah sekitar 2 jam mereka mengelilingi TKP namun mereka tak kunjung menemukan titik terang tentang si pelaku.
" Udah balik aja yuk, kayaknya nggak ada apa-apa deh " ucap Win mengeluh.
" Ntar dulu, kita harus bener-bener teliti " ucap Reno masih betah mencari bukti.
" Udah nggak ada Renoooooo.... kita udah nyari dari tadi tapi emang disini nggak ada apa-apa " ucap Win lelah.
" Ishh, cepet banget sih ni anak nyerahnya! yaudah ayok! " ucap Reno lalu mereka segera ke markas.
...----------------...
Di Markas.
" Malam bos.. " sapa semua anggota yang ada di markas.
" Kali ini gue ada kerjaan buat kalian semua " ucap Reno sambil duduk.
" Kerja apaan bos? " tanya salah satu anggota penasaran.
" Bintang baru aja di kroyok anak geng motor lain, jadi tugas lo pada hari ini adalah, cari geng motor yang punya tato ular dilehernya kita bakal bikin perhitungan sama mereka " ucap Win.
" Kenapa makin banyak yang ngincer Bos Bintang ya? " gumam salah satu anggota.
" Maka dari itu, gue minta sama lo pada selidiki semua orang yang udah berani ngusik Bintang, dan sebagian lagi tolong jaga Bintang sama Bulan " ucap Reno lalu diangguki oleh para anggota mereka.
" Yaudah lo pada boleh bubar, lakuin kerjaan masing-masing " ucap Win lalu beranjak ke kamar pribadi diikuti Reno.
" Ren, kayaknya kita mata-matain si Dimas deh " ucap Win sambil melihat semua foto pelaku yang sudah mencelakai Bintang dan Bulan selama ini.
" Kenapa lo bisa mikir kalo ini semua ulah dia? " tanya Reno ingin tau.
" Karna cuman dia orang yang dendam sama Bintang selama ini " ucap Win seadanya.
" Oiya, masalah si Bulan di kampus gimana? " tanya Reno.
" Gue udah ngirim videonya ke temen bapak gue, soalnya dia jago dalam masalah edit-edit " ucap Win lalu berbaring di salah satu ranjang.
" Hadehh, si Bintang yang punya masalah kenapa gue yang pusing ya " ucap Reno memijit kepalanya yang pusing.
" Ren beli nasi goreng Bang Mamat yuk " ajak Win tiba-tiba.
" Lah bukannya lo udah makan tadi? " tanya Reno.
__ADS_1
" Emang iya, tapi gue pengen banget " ucap Win lalu mengambil kunci motornya.
" Buruan!! " ucap Win lagi karna Reno masih diam saja.
" Hadehh, yaudah ayok " ucap Reno lalu juga mengambil kunci motornya.
...----------------...
Setelah di tempat Bang Mamat, Reno dan Win langsung memesan nasi goreng 2 porsi, dengan senang hati Bang Mamat menyambut langganannya itu.
" Bang 2 ya.. " ucap Win.
" Siap den... mau dibungkus apa makan disini? " tanya Bang Mamat.
" Makan disini aja Bang " jawab Win.
" Okee.. tunggu ya.. " ucap Bang Mamat lalu membuatkan nasi goreng untuk mereka.
" Rame nggak Bang? " tanya Reno basa-basi.
" Alhamdulillah den... ini bentar lagi juga mau tutup " ucap Bang Mamat sambil membuatkan nasi goreng.
" Ouhh, yaudah kalo gitu bungkus aja Bang biar Bang Mamat cepet pulang " ucap Win.
" Udah gapapa, lagian saya juga lagi nunggu adek saya buat bantuin tutup " ucap Bang Mamat, lalu hanya dibalas anggukan oleh mereka berdua.
Tidak lama akhirnya nasi goreng mereka sudah siap disantap.
" Nih den.. nasi goreng spesial Bang Mamat " ucap Bang Mamat dengan gaya khasnya.
" Gak pake timun... " ucap Reno.
" Gak pake tomat.... " ucap Bang Mamat.
" Tapi yang banyak kerupuknya... " ucap mereka bertiga serentak sambil tertawa.
Saat Reno dan Win sedang makan, tiba-tiba ada 3 orang remaja yang sebaya dengan mereka yang memesan nasi goreng Bang Mamat.
" Nasi goreng nya 3 " ucap salah satu pemuda tersebut.
" Wah maaf den, cuman tinggal 2 porsi " ucap Bang Mamat.
" Yaudah 2 aja, buruan! " ucapnya meninggalkan suara.
Reno yang melihat itu sudah sangat geram dan ingin menegur orang-orang itu, tapi dengan cepat dicegah oleh Win.
" Makan aja " ucap Win, jadi mau tidak mau Reno harus mengurungi niatnya.
Saat Bang Mamat sudah memberikan nasi goreng itu, 3 orang tadi malah pergi gitu aja tanpa membayar nasi goreng Bang Mamat. Bang Mamat yang memang tau siapa 3 orang itu hanya bisa diam.
" Lah, kok nggak dibayar Bang? " tanya Reno curiga.
" Udah gapapa den, mereka emang gitu mending biarin aja dari pada jualan saya diobrak-abrik " ucap Bang Mamat takut.
Dengan kesal Reno langsung memanggil ke 3 orang tadi yang memang belum terlalu jauh dari tempat Bang Mamat jualan.
__ADS_1
" Woii! bayar makanan lo! " pekik Reno pada orang itu, karna merasa dipanggil 3 orang itu langsung balik badan.
" Siapa maksud lo?! " ucap salah satu dari mereka.
" Siapa lagi kalo bukan, sialan kaya lo pada " ucap Reno dengan smirknya.
" Kurang ajar ya lo! " ucap mereka lalu langsung menyerang Reno.
" Aduhh Astaghfirullah den.. udahh, Ya Allah den Win gimana ini? " tanya Bang Mamat panik.
" Udah, Bang Mamat disini aja " ucap Win santai lalu segera membantu Reno.
Dengan mudah mereka dikalahkan oleh Win dan Reno, tapi tanpa diketahuin Win dan Reno, salah satu dari mereka ada yang bangkit dan ingin menusuk Win. Tapi dengan cepat, Bang Mamat langsung memukuli kepala orang itu dengan panci.
Tanggg....
Seketika orang itu langsung jatuh pingsan.
" Huffhh.. Alhamdulillah, syukur Ya Allah untung Bang Mamat liat dia tadi " ucapnya lega.
" Hahahah.. thanks Bang " ucap Win terkekeh.
" Sama-sama den.. " ucap Bang Mamat tersenyum senang.
" Bayar makanan lo! " bentak Reno sambil menjambak rambut salah satu dari mereka yang masih sadar.
" A-ampun.. akhh " ucapnya kesakitan.
" Mana duit lo! " ucap Reno.
" I-ini.. " memberikan sejumlah uang.
" Punya duit juga malah malak lo! " ucap Reno lalu mengambil uang itu dan memberikan kepada Bang Mamat.
" Sekali lagi lo malak disini gue habisin lo pada, ngerti! " ucap Win.
" N-ngerti Bang.. " ucap orang itu.
Saat Win menyuruh mereka pergi, tidak sengaja dia melihat ada tato ular di leher salah satu dari mereka.
" Ren.. Ren.. " ucap Win menepuk bahu Reno.
" Apaan sih?! " ucap Reno bingung.
" Liat.. leher, leher mereka.. " ucap Win lalu Reno mencoba melihat apa yang dimaksud Win, dan Reno melihat apa yang Win lihat.
" Kampret kenapa nggak bilang dari tadi!! " ucap Reno kesal lalu segera mengambil kunci motornya ingin mengejar mereka.
" Bang ini duitnya, kami pergi dulu " ucap Reno lalu pergi bersama Win.
" Mereka kenapa ya.. " ucap Bang Mamat bingung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙