
Setelah sampai dirumah mereka, Bulan dan Bintang langsung disambut oleh beberapa satpam dan beberapa maid yang dipekerjakan oleh Papa Bintang disana.
" Selamat datang Den Bintang, Non Bulan.. " sapa para maid ramah.
" Assalamu'alaikum Bi.. " sapa Bulan balik.
" Waalaikumsalam.. " jawab para maid.
" Karna kita semua baru disini, jadi kenalin, nama bibi Ati, jadi panggil aja, Bi Ati " ucap salah satu maid, yang sepertinya kepala maid.
" Kenalin juga, Bulan Bi.. " ucap Bulan menunduk ramah sambil tersenyum.
" Ayok silahkan masuk, barang-barangnya biar Mamang yang angkat " ucap salah satu satpam.
" Nah, yang itu namanya Mang Eko " ucap Bi Ati memperkenalkan.
" Makasih ya Mang " ucap Bintang dingin namun ramah, lalu dibalas senyuman oleh satpam itu.
" Ayo, ayo, masuk " ucap Bi Ati, lalu mereka semua masuk kerumah yang cukup besar itu.
" Kamar kalian ada diatas, sekarang kalian mau makan dulu atau langsung istirahat? " tanya Bi Ati.
" Kita udah sarapan Bi, jadi kita istirahat dulu ya.. " ucap Bintang dingin.
" Yaudah, nanti kalau perlu sesuatu tinggal panggil Bibi ya.. " ucap Bi Ati masih ramah, lalu diangguki oleh mereka berdua, setelah itu kemudian pergi.
" Den Bintang dingin pisan ya! " ucap salah satu maid mulai bergosip.
" Huss! jangan ngomongin majikan sendiri " tegur Bi Ati, seketika maid itu langsung membungkam mulutnya.
" Bubar-bubar, kerjain tugas kalian masing-masing " titah Bi Ati, lalu kemudian semua maid bubar.
...----------------...
Di kamar.
Bulan langsung merapikan barang-barangnya, semua dia lakukan sendiri mulai dari menyusun bajunya dan Bintang, menata berbagai macam alat kosmetik di meja rias, bahkan sampai mendekor ulang modelan kamar mereka.
" Lo nggak capek apa? " tanya Bintang yang sendari tadi memperhatikan Bulan yang sibuk sendiri.
" Nggak Kak " ucap Bulan tanpa menoleh, dia masih sibuk dengan urusannya sendiri.
" Hufhh.. lo yang terlalu rajin atau gue yang pemalas ya? " gumam Bintang lalu tiduran di ranjang.
" Hahahah.. kalau Kakak capek gapapa, tidur aja " ucap Bulan terkekeh mendengar gumaman suaminya.
" Gapapa gue tinggal tidur? " tanya Bintang memastikan.
" Gapapa Kak, lagian Kakak pasti capek bawa mobil dari tadi " ucap Bulan memahami.
" Mmm, istri idaman " ucap Bintang pelan lalu kemudian tidur. Bulan yang mendengar itu hanya tersenyum manis.
Belum juga 5 menit Bintang tiduran, tiba-tiba ponselnya berbunyi dengan nyaring, sehingga membuat Bintang terbangun dari tidurnya.
" Siapa sih! nggak tau orang lagi capek apa " gerutu Bintang lalu mengangkat telfon tersebut.
[ Apa? ]
tanya Bintang sedikit ngegas.
[ Kalo ngangkat telfon itu baca salam, bukan ngegas ]
__ADS_1
ucap orang yang menelfon Bintang.
[ Assalamu'alaikum, mau apa lo? ]
[ Hadehh.. Waalaikumsalam ]
[ Buruan lo mau ngapain? ]
[ Buruan ke markas sekarang, gue lagi ngejar Reno, bentar lagi kami bakal nyusul lo ]
[ Hah? mau ngapain?! ]
[ Lo nggak curiga siapa yang selama ini bikin hidup lo sama Bulan nggak nyaman? ]
[ Gue kesana sekarang, tapi lo ngejar Reno buat apa? ]
[ Dia mau nyari orang itu ]
[ Bilangin ke dia, ketua nyuruh ngumpul di markas sekarang ]
Setelah mengatakan itu Bintang langsung memutuskan sambungan secara sepihak.
" Siapa Kak? " tanya Bulan yang sendari tadi mendengarkan pembiacaraan Bintang dengan Win.
" Goblok banget, kenapa gue lupa kalo gue udah seruangan sama Bulan sekarang!! " gerutu Bintang dalam hati.
" Win " jawab Bintang singkat.
" Terus Kakak mau kemana? " tanya Bulan.
" Gue mau ketemuan bentar sama Win, lo tunggu disini ya " ucap Bintang, lalu mengecup kening Bulan dan kemudian pergi.
" Kemana sih, kayaknya penting banget " ucap Bulan memperhatikan Bintang yang berlalu.
...----------------...
" Kit, lo tolongin gue buat ngelacak dimana Reno bisakan? " ucap Win sambil mengendarai motor.
" Apa Kak?! " tanya Kitty yang tidak mendengar ucapan Win, karna saat ini Win membawa motor seperti sedang balapan.
" Tolong lacak dimana Reno " ucap Win sedikit menaikan nada bicaranya.
" Hah, apa?! nggak kedengeran " ucap Kitty lagi.
" Ck, TOLONG LACAK KEBERADAAN RENO!!! " pekik Win kesal.
" Ouuuh, okee.. " ucap Kitty.
" Lo bisakan? " tanya Win, lalu Kitty yang memang tidak mendengar jelas hanya ngangguk-ngangguk seperti orang yang sudah paham. Setelah mengeluarkan ponselnya dia kembali bertanya.
" Gimana caranya? " tanya Kitty yang tidak tau.
" AArggghhh, frustasi gue! " ucap Win lalu menepikan motornya.
" Kalo nggak tau kenapa ngangguk-ngangguk tadi! " ucap Win kesal.
" Hah emang Kakak nanya tadi? " tanya Kitty polos.
" Ah tau ah! percuma ngomong sama orang o'on " ucap Win lalu mengeluarkan ponselnya.
" Dih, sembarangan kalo ngomong! aku lebih pinter ya dari pada Kakak " ucap Kitty tidak terima.
__ADS_1
" Coba kalo lo pinter, nih coba " ucap Win memberikan ponselnya pada Kitty.
" Ih nyebelin banget " ucap Kitty melihat sinis kearah Win.
" Makanya jangan sok pinter! gue senior lo, bukan junior lo " ucap Win kembali mengambil ponselnya lalu kemudian mengotak-atik ponsel itu.
" Nih, lo pegang hp nya, kasih tau gue kemana aja si Reno pergi " ucap Win memberikan ponselnya pada Kitty, lalu kembali mengendarai motor nya.
" Ini bukannya kearah bandara ya? " gumam Kitty saat melihat map Reno menuju bandara.
" Bandara mana? " tanya Win.
" Bandara **** " ucap Kitty, dengan kecepatan penuh Win langsung ke bandara yang disebut Kitty.
" KAK PELAN DIKIT!! GUE BELUM NIKAH, GUE NGGAK MAU MATI SEBELUM NIKAH " pekik Kitty ketakutan.
Mendengar itu, Win menuntun tangan Kitty untuk memeluknya erat, agar Kitty merasa lebih aman.
" Pegangan yang kuat " ucap Win, karna perasaan takut Kitty memeluk Win erat, sambil menutup matanya.
...----------------...
Saat ini Reno sudah hampir sampai di bandara, dia berharap orang yang dia kerja bisa menunggunya sebentar lagi.
" Gue mohon, tunggu gue bentar lagi " ucap Reno dalam hati.
Reno kembali menambah kecepatan motornya, sehingga beberapa orang mengumpatnya, karna Reno seperti unggal-unggalan.
Saat telah sampai di bandara, Reno langsung berlari kedalam bandar dan mencari seseorang. Dia terus menyusuri semua sudut bandara, namun orang yang dicari tak kunjung dia temui.
" Gue mohon, jangan pergi dulu " ucap Reno cemas.
Saat bersamaan, Win dan Kitty juga telah sampai di bandara dan langsung mencari Reno.
" Dimana dia? " tanya Win pada Kitty.
" Ih, mapnya pindah-pindah terus " keluh Kitty.
" Dianya masih dibandara nggak? " tanya Win lagi.
" Masih, apa kita coba ke ruang CCTV aja? " usul Kitty.
" Nggak usah, ntar ribet " ucap Win masih celingak-celinguk.
" Telfon aja coba Kak " ucap Kitty memberikan ponsel Win.
Win mencoba menelfon Reno, namun yang dihubungi enggan mengangkat telfon saat ini, dia hanya ingin fokus pada pencariannya.
" Please lah, gue bener-bener minta maaf karna udah nyuekin lo " ucap Reno masih berlari mencari seseorang.
" Gue mohon, kembali ya.. " ucap Reno dalam hati, dari sorot matanya terpencar suatu kesedihan yang amat sedih.
" Gimana Kak? " tanya Kitty.
" Nggak diangkat sama dia! lagian ngapain sih tu kunyuk kesini! " ucap Win mulai kesal bercampur khawatir.
" Yaudah ayok cari lagi, tapi kita mencar ya biar cepet ketemunya " ucap Kitty, lalu mereka berpencar mencari Reno.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙