Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 60


__ADS_3

Setelah sampai dirumah mereka, Bulan dan Bintang langsung disambut oleh beberapa satpam dan beberapa maid yang dipekerjakan oleh Papa Bintang disana.


" Selamat datang Den Bintang, Non Bulan.. " sapa para maid ramah.


" Assalamu'alaikum Bi.. " sapa Bulan balik.


" Waalaikumsalam.. " jawab para maid.


" Karna kita semua baru disini, jadi kenalin, nama bibi Ati, jadi panggil aja, Bi Ati " ucap salah satu maid, yang sepertinya kepala maid.


" Kenalin juga, Bulan Bi.. " ucap Bulan menunduk ramah sambil tersenyum.


" Ayok silahkan masuk, barang-barangnya biar Mamang yang angkat " ucap salah satu satpam.


" Nah, yang itu namanya Mang Eko " ucap Bi Ati memperkenalkan.


" Makasih ya Mang " ucap Bintang dingin namun ramah, lalu dibalas senyuman oleh satpam itu.


" Ayo, ayo, masuk " ucap Bi Ati, lalu mereka semua masuk kerumah yang cukup besar itu.


" Kamar kalian ada diatas, sekarang kalian mau makan dulu atau langsung istirahat? " tanya Bi Ati.


" Kita udah sarapan Bi, jadi kita istirahat dulu ya.. " ucap Bintang dingin.


" Yaudah, nanti kalau perlu sesuatu tinggal panggil Bibi ya.. " ucap Bi Ati masih ramah, lalu diangguki oleh mereka berdua, setelah itu kemudian pergi.


" Den Bintang dingin pisan ya! " ucap salah satu maid mulai bergosip.


" Huss! jangan ngomongin majikan sendiri " tegur Bi Ati, seketika maid itu langsung membungkam mulutnya.


" Bubar-bubar, kerjain tugas kalian masing-masing " titah Bi Ati, lalu kemudian semua maid bubar.


...----------------...


Di kamar.


Bulan langsung merapikan barang-barangnya, semua dia lakukan sendiri mulai dari menyusun bajunya dan Bintang, menata berbagai macam alat kosmetik di meja rias, bahkan sampai mendekor ulang modelan kamar mereka.


" Lo nggak capek apa? " tanya Bintang yang sendari tadi memperhatikan Bulan yang sibuk sendiri.


" Nggak Kak " ucap Bulan tanpa menoleh, dia masih sibuk dengan urusannya sendiri.


" Hufhh.. lo yang terlalu rajin atau gue yang pemalas ya? " gumam Bintang lalu tiduran di ranjang.


" Hahahah.. kalau Kakak capek gapapa, tidur aja " ucap Bulan terkekeh mendengar gumaman suaminya.


" Gapapa gue tinggal tidur? " tanya Bintang memastikan.


" Gapapa Kak, lagian Kakak pasti capek bawa mobil dari tadi " ucap Bulan memahami.


" Mmm, istri idaman " ucap Bintang pelan lalu kemudian tidur. Bulan yang mendengar itu hanya tersenyum manis.


Belum juga 5 menit Bintang tiduran, tiba-tiba ponselnya berbunyi dengan nyaring, sehingga membuat Bintang terbangun dari tidurnya.


" Siapa sih! nggak tau orang lagi capek apa " gerutu Bintang lalu mengangkat telfon tersebut.


[ Apa? ]


tanya Bintang sedikit ngegas.


[ Kalo ngangkat telfon itu baca salam, bukan ngegas ]

__ADS_1


ucap orang yang menelfon Bintang.


[ Assalamu'alaikum, mau apa lo? ]


[ Hadehh.. Waalaikumsalam ]


[ Buruan lo mau ngapain? ]


[ Buruan ke markas sekarang, gue lagi ngejar Reno, bentar lagi kami bakal nyusul lo ]


[ Hah? mau ngapain?! ]


[ Lo nggak curiga siapa yang selama ini bikin hidup lo sama Bulan nggak nyaman? ]


[ Gue kesana sekarang, tapi lo ngejar Reno buat apa? ]


[ Dia mau nyari orang itu ]


[ Bilangin ke dia, ketua nyuruh ngumpul di markas sekarang ]


Setelah mengatakan itu Bintang langsung memutuskan sambungan secara sepihak.


" Siapa Kak? " tanya Bulan yang sendari tadi mendengarkan pembiacaraan Bintang dengan Win.


" Goblok banget, kenapa gue lupa kalo gue udah seruangan sama Bulan sekarang!! " gerutu Bintang dalam hati.


" Win " jawab Bintang singkat.


" Terus Kakak mau kemana? " tanya Bulan.


" Gue mau ketemuan bentar sama Win, lo tunggu disini ya " ucap Bintang, lalu mengecup kening Bulan dan kemudian pergi.


" Kemana sih, kayaknya penting banget " ucap Bulan memperhatikan Bintang yang berlalu.


...----------------...


" Kit, lo tolongin gue buat ngelacak dimana Reno bisakan? " ucap Win sambil mengendarai motor.


" Apa Kak?! " tanya Kitty yang tidak mendengar ucapan Win, karna saat ini Win membawa motor seperti sedang balapan.


" Tolong lacak dimana Reno " ucap Win sedikit menaikan nada bicaranya.


" Hah, apa?! nggak kedengeran " ucap Kitty lagi.


" Ck, TOLONG LACAK KEBERADAAN RENO!!! " pekik Win kesal.


" Ouuuh, okee.. " ucap Kitty.


" Lo bisakan? " tanya Win, lalu Kitty yang memang tidak mendengar jelas hanya ngangguk-ngangguk seperti orang yang sudah paham. Setelah mengeluarkan ponselnya dia kembali bertanya.


" Gimana caranya? " tanya Kitty yang tidak tau.


" AArggghhh, frustasi gue! " ucap Win lalu menepikan motornya.


" Kalo nggak tau kenapa ngangguk-ngangguk tadi! " ucap Win kesal.


" Hah emang Kakak nanya tadi? " tanya Kitty polos.


" Ah tau ah! percuma ngomong sama orang o'on " ucap Win lalu mengeluarkan ponselnya.


" Dih, sembarangan kalo ngomong! aku lebih pinter ya dari pada Kakak " ucap Kitty tidak terima.

__ADS_1


" Coba kalo lo pinter, nih coba " ucap Win memberikan ponselnya pada Kitty.


" Ih nyebelin banget " ucap Kitty melihat sinis kearah Win.


" Makanya jangan sok pinter! gue senior lo, bukan junior lo " ucap Win kembali mengambil ponselnya lalu kemudian mengotak-atik ponsel itu.


" Nih, lo pegang hp nya, kasih tau gue kemana aja si Reno pergi " ucap Win memberikan ponselnya pada Kitty, lalu kembali mengendarai motor nya.


" Ini bukannya kearah bandara ya? " gumam Kitty saat melihat map Reno menuju bandara.


" Bandara mana? " tanya Win.


" Bandara **** " ucap Kitty, dengan kecepatan penuh Win langsung ke bandara yang disebut Kitty.


" KAK PELAN DIKIT!! GUE BELUM NIKAH, GUE NGGAK MAU MATI SEBELUM NIKAH " pekik Kitty ketakutan.


Mendengar itu, Win menuntun tangan Kitty untuk memeluknya erat, agar Kitty merasa lebih aman.


" Pegangan yang kuat " ucap Win, karna perasaan takut Kitty memeluk Win erat, sambil menutup matanya.


...----------------...


Saat ini Reno sudah hampir sampai di bandara, dia berharap orang yang dia kerja bisa menunggunya sebentar lagi.


" Gue mohon, tunggu gue bentar lagi " ucap Reno dalam hati.


Reno kembali menambah kecepatan motornya, sehingga beberapa orang mengumpatnya, karna Reno seperti unggal-unggalan.


Saat telah sampai di bandara, Reno langsung berlari kedalam bandar dan mencari seseorang. Dia terus menyusuri semua sudut bandara, namun orang yang dicari tak kunjung dia temui.


" Gue mohon, jangan pergi dulu " ucap Reno cemas.


Saat bersamaan, Win dan Kitty juga telah sampai di bandara dan langsung mencari Reno.


" Dimana dia? " tanya Win pada Kitty.


" Ih, mapnya pindah-pindah terus " keluh Kitty.


" Dianya masih dibandara nggak? " tanya Win lagi.


" Masih, apa kita coba ke ruang CCTV aja? " usul Kitty.


" Nggak usah, ntar ribet " ucap Win masih celingak-celinguk.


" Telfon aja coba Kak " ucap Kitty memberikan ponsel Win.


Win mencoba menelfon Reno, namun yang dihubungi enggan mengangkat telfon saat ini, dia hanya ingin fokus pada pencariannya.


" Please lah, gue bener-bener minta maaf karna udah nyuekin lo " ucap Reno masih berlari mencari seseorang.


" Gue mohon, kembali ya.. " ucap Reno dalam hati, dari sorot matanya terpencar suatu kesedihan yang amat sedih.


" Gimana Kak? " tanya Kitty.


" Nggak diangkat sama dia! lagian ngapain sih tu kunyuk kesini! " ucap Win mulai kesal bercampur khawatir.


" Yaudah ayok cari lagi, tapi kita mencar ya biar cepet ketemunya " ucap Kitty, lalu mereka berpencar mencari Reno.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙


__ADS_2