Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 65


__ADS_3

Saat ini Win sudah datang di gedung pernikahan Bintang 3 hari yang lalu, segera dia meminta saptam disana untuk memperlihatkan CCTV.


" Maaf dek, gedung kami punya aturan ketat, jadi kalian nggak bisa ngecopy CCTV disini " ucap satpam itu menolak.


" Kok Bapak nolak? kamikan penyewa gedung 3 hari yang lalu, nggak masalah dong kalo kita minta rekaman CCTV nya? " ucap Win merasa aneh.


" Tapi maaf saya tidak bisa, walaupun kalian penyewa gedung ini " ucap satpam itu, lalu kemudian ingin pergi.


Dengan cepat, satpam itu dicegat oleh Win, awalnya satpam berbalik dan menyerang Win. Namun karna kelihaian Win, dia dengan mudah melumpuhkan satpam itu.


" Akhh.. am-ampun! " ucap satpam itu menyerah.


" Ngaku aja, lo disogokkan?! " tuduh Win langsung.


" Siapa lo?! " tanya satpam itu menahan sakit.


" Seharusnya gue yang nanya kayak gitu, lo disogok berapa?! " tanya Win sambil mencengkram kerah baju satpam itu.


" Jangan kurang ajar lo ya! " ucap satpam itu kesal.


" Shutt.. nggak usah belagak kayak orang difitnah lo, sekarang buruan lo kasih rekaman itu sebelum lo gue laporan polisi! " ancam Win, sehingga mau tidak mau satpam itu harus memberikannya.


Setelah mendapatkan rekamannya, Win berniat pergi namun ditahan oleh satpam itu.


" Tolong jangan laporin gue ke atasan gue " ucapnya pada Win.


" Tergantung, kalo lo masih bikin ulah, gue nggak jamin " ucap Win lalu kemudian pergi bersama dengan yang lainnya.


...----------------...


Diwaktu yang bersamaan, Reno dengan yang lainnya sampai di warung Bang Mamat, awalnya mereka tidak melihat adanya para gengster itu, jadi mereka nongkrong dulu di tempat Bang Mamat.


" Wihh, rame bener den.. " ucap Bang Mamat menyapa Reno.


" Lagi pengen nongkrong Bang " ucap Reno lalu duduk dengan yang lainnya.


" Mau pesen apa ini?! " tanya Bang Mamat semangat.

__ADS_1


" Saya mah yang biasa Bang " ucap Reno.


" Kalo yang lain gimana? " tanya Bang Mamat pada anggota Reno.


Awalnya mereka semua ragu untuk memesan, tapi setelah diangguki oleh Reno, barulah mereka memesan juga.


" Kami nasi goreng biasa aja Bang, tapi dibungkus ya " ucap salah satu anggota mewakili.


" Siap den.. " ucap Bang Mamat lalu kemudian membuatkan nasi goreng untuk 50 porsi.


" Kenapa nggak makan disini aja? " tanya Reno.


" Kita lagi ngejalanin misi Bos, jadi mending dibungkus aja " ucap salah satu anggota.


" Cih, good " ucap Reno tersenyum.


Saat Reno sudah selesai makan, gengster itu juga tak kunjung datang, sehingga Reno harus bertanya pada Bang Mamat.


" Bang, preman yang kemaren nggak ada kesini lagi? " tanya Reno pada Bang Mamat.


" Nggak den, kayaknya mereka takut deh gara-gara kalian pukulin kemaren " ucap Bang Mamat asik membungkus nasi goreng.


" Mau ngapain emang? mending jangan deh, soalnya mereka itu gengster " ucap Bang Mamat memberitahu.


" Nggak ada sih Bang, pengen tanya aja " ucap Reno bohong.


" Markas mereka tuh disana, didepan. Kalian tinggal lurus, habis itu liat ke kanan ada gang, nah itu " ucap Bang Mamat.


" Ouuhh, bos mereka siapa Bang? " tanya Reno lagi.


" Duh, lupa saya namanya, pokoknya bos mereka galak " ucap Bang Mamat.


Setelah mendapatkan beberapa informasi dari Bang Mamat, Reno langsung menatap para anggota nya. Dia memberi kode seperti siap atau tidaknya anggota nya untuk bertarung, dan itu langsung dibalas anggukan oleh para anggota nya.


" Udah belum Bang?! " tanya Reno.


" Ini udah, mau pergi sekarang ya? " tanya Bang Mamat.

__ADS_1


" Iya Bang, soalnya masih ada perlu, biasa mau ketemu Bintang " ucap Reno sambil memasang jaketnya.


" Oiya, den Bintang teh kemana? kok nggak ada kesini-sini lagi? " tanya Bang Mamat.


" Astaghfirullah! saya lupa ngasih tau Bang Mamat, kalo Bintang udah nikah 3 hari yang lalu " ucap Reno baru teringat.


" Ihh si aden, bisa-bisanya nggak ngundang Abang "


" Atuh maaf Bang, namanya juga manusia, jadi suka lupa " ucap Reno sambil cengegesan.


" Nih uangnya Bang, kaya biasa lebihnya buat Abang " ucap Reno memberikan uang merah 6 lembar.


" Astaghfirullah den... ini banyak banget " ucap Bang Mamat menolak.


" Gapapa Bang, sekalian buat kata maaf dari saya " ucap Reno lalu kemudian pergi.


" Aduh den, makasih ya.. " ucap Bang Mamat tidak enak hati.


" Gapapa lah Bang selow aja, nggak usah bilang makasih " ucap Reno tersenyum lalu kemudian mereka pergi dari sana menuju markas para gengster.


Setelah mencari beberapa menit, akhirnya mereka menemukan markas gengster tersebut.


" Kalian yakin?! " tanya Reno memastikan.


" Kami siap Bos " ucap salah satu anggota mewakili.


" Oke, serang sekarang " ucap Reno, lalu mereka masuk ke markas itu dengan tangan kosong.


Saat awal masuk saja, mereka sudah dihadang oleh 10 anggota gengster. Namun itu tidak masalah, toh mereka lebih banyak.


Awalnya memang terlihat mudah, namun semakin dalam mereka memasuki markas itu, semakin sulit juga mereka melawan anggota gengster yang begitu banyak. Hanya saja untung nya mereka tidak memiliki senjata api, jadi mereka hanya menggukan kayu, tongkat baseball, dan pisau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙...


...Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙________________________...

__ADS_1


...' Like yang banyak ya biar author makin semangat ngehibur kalian semua... '...


...See youuu..........


__ADS_2