Anak Geng Motor

Anak Geng Motor
Bab 62


__ADS_3

Setelah menelfon Win, Bintang langsung kembali pulang karna takut Bulan menunggunya lama.


" Assalamu'alaikum.. " ucap Bintang saat memasuki rumah.


" Waalaikumsalam.. " jawab semua orang yang ada diruang tamu.


" Eh, Umi, Abi.. kapan datangnya? " tanya Bintang lalu menyalimi mertuanya itu.


" Udah dari tadi, kamu dari mana? " tanya Abi.


" Bintang habis ketemuan sama temen tadi Abi " ucap Bintang sedikit berbohong, hanya sedikit ya. Karna dimarkaskan ketemu anggota lain, mereka juga temen kan?.


" Ouhh, gitu.. " ucap Abi ngangguk-ngangguk.


" Kakak sih, kelamaan, Abi sama Umi udah mau pulang " ucap Bulan saat Bintang sudah duduk disampingnya.


" Yahh, kok pulang sih Umi, Abi? " tanya Bintang.


" Abi ada meeting hari ini, Umi juga mau pengajian nanti " ucap Abi.


" Yah, padahal Bintang baru sampe " ucap Bintang lagi.


" Tenang aja, kapan-kapan Umi sama Abi kesini lagi kok " ucap Umi lembut.


" Yaudah deh, Umi sama Abi hati-hati ya " ucap Bintang lalu menyalimi mertuanya.


" Umi pulang ya sayang, baik-baik disini, patuh sama suami kamu " ucap Umi mengingatkan.


" Iyaa Umi, Umi sama Abi juga sehat-sehat ya dirumah " ucap Bulan lalu menyalimi Uminya.


" Abi pulang ya.. " ucap Abi, lalu mengecup puncak kepala Bulan.


" Abi hati-hati ya bawa mobil nya " ucap Bulan.


" Iyaa.. Abi sama Umi pulang ya, Assalamu'alaikum " pamit Abi dan Umi.


" Waalaikumsalam... " ucap Bulan dan Bintang serentak.


Setelah Umi dan Abi pergi, mereka kembali masuk, namun Bintang tidak langsung kekamar, malah dia kembali duduk diruang tamu.


" Kok nggak langsung ke kamar Kak? " tanya Bulan bingung.


" Lo duluan aja, gue nunggu Win sama Reno " ucap Bintang dingin seperti biasa.


" Tadi bukanya ketemu? ngapain mau ketemu lagi?! " tanya Bulan.


" Tadi nggak dateng merekanya, gue ketemu sama yang lain " ucap Bintang sambil menatap Bulan.


" Ouh, yaudah.. mau aku bikinin minum nggak? " tawar Bulan lalu seketika Bintang mengangguk.


" Boleh sekalian bawain laptop gue?! "


" Iyaa, tunggu bentar ya " ucap Bulan lalu segera membuatkan Bintang minum.


Saat Bintang rebahan di sofa, ponselnya berbunyi, dengan cepat Bintang mengambil ponselnya dan mengangkat telfon.


" Ngapain ni anak?! " ucap Bintang.


[ Assalamu'alaikum, ngapain lo?! ]


ucap Bintang dingin.


[ Wahh, tumben inget baca salam ]


[ Orang baca salam itu dijawab, bukan dikomentari! ]


[ Ckckck.. Waalaikumsalam ]


[ Ngalain lo nelpon gue? ]


[ Gue udah dirumah lo, tapi kata satpam lo nggak dirumah, lo dimana su?! ]


[ Anjir! lupa gue bilang kalo gue udah pindah ]


ucap Bintang sambil tertawa.


[ Dih si anjir! pindah kemana lo? ]


[ Bentar gue sharelock ]

__ADS_1


[ *mengirim lokasi jln. πŸ“πŸ“πŸ“]


[ Udah tuh ]


[ Yaudah gue kesana sekarang ]


[ Buruan, gue males nunggu ]


[ Ya, ya kodok! ]


Belum sempat Bintang memarahi Win, orang itu sudah memutuskan sambungannya terlebih dahulu. Dari pada ngedengerin omelan Bintang, kan makin lama jadinya nanti.


" Siapa Kak?! " tanya Bulan baru datang, dengan minuman ditangan kanan, dan laptop ditangan kiri.


" Si Win " ucap Bintang dingin, sambil mengambil minuman ditangan Bulan.


" Kak, besok gimana? " tanya Bulan lalu duduk disebelah Bintang.


" Gimana apanya? " tanya Bintang bingung.


" Satu kampus udah tau kalo kita udah nikah " ucap Bulan nampak murung.


" Loh? lo tau dari mana?! " tanya Bintang kaget.


" Aku liat disosmed " ucap Bulan lirih.


" Hufhh.. udah nggak usah takut, ada gue yang jagain lo " ucap Bintang lalu memeluk Bulan.


" Aku nggak takut Kak, aku cuman mikirin Kakak, soalnyakan Kakak nggak mau kita publish hubungan ini " ucap Bulan dalam pelukan Bintang.


" Maafin gue, gue nggak bermaksud ngak ngakuin lo, gue cuman takut kalo publish hubungan ini, lo bakal dibully " ucap Bintang mengelus pipi Bulan lembut.


" Kak, aku boleh jujur nggak " ucap Bulan melepaskan pelukannya.


" Emang lo nutupin apa sama gue?


" Aku, "


Belum sempat Bulan mengungkapkan sesuatu, tiba-tiba Win masuk begitu saja kedalam rumah disusul dengan yang lainnya.


" Assalamu'alaikum!! " pekik Win lalu langsung duduk.


" Waalaikumsalam... " jawab Bintang dan Bulan.


" Heh, lain kali lo ketok dulu pintunya, lo pikir ini rumah lo apa?! " ucap Bintang dingin.


" Yee, kayak sama siapa aja! " ucap Win santai.


Yang lebih parahnya adalah, minuman Bintang juga diminum oleh Win, padahal Bintang sendiri belum meminumnya.


" Heh, Kak! kurang akhlak banget sih!! " ucap Kitty mencubit perut sixpack Win.


" Akhh!! sakit anj!! " kata kotor nya dia tahan karna Kitty menatapnya tajam.


" K-Kitty.. " ucap Bulan terkejut.


" Hai Lan.. " sampa Kitty tersenyum kecut.


" Naya.. " ucap Bulan kembali kaget.


" Kakak.. " sapa Naya lalu memeluknya.


" Kalian kok kesini? eh, maksud aku, kalian sama siapa kesini? " tanya Bulan.


" Kami sama mereka " ucap Kitty, lalu Bulan mengangguk paham.


" Kitt, kita... "


" Maafin gue Lan, gue banyak salah sama lo " ucap Kitty langsung memeluk Bulan erat.


" Kitty.. "


" Gue nggak seharusnya kayak gitu sama lo Lan, g-gue salah,, hiks gue sahabat terjahat Lan! gue mohon maafin gue Lan.. " ucap Kitty menangis terisak.


" Kitt, aku udah maafin kamu dari dulu.. soal yang kemaren itu, aku berani sumpah Kitt, bukan aku pelakunya " ucap Bulan menjelaskan.


" Gue tau Lan.. gue tau, gue salah karna udah nuduh lo yang enggak-enggak " ucap Kitty semakin menangis.


Mendengar itu, Naya juga ikutan menangis dan merasa sangat bersalah, karna semua masalah itu dirinya juga ikut terlibat.

__ADS_1


" Udah, jangan nangis, aku udah maafin kamu kok " ucap Bulan menghapus air mata Kitty.


Saat menghadap Naya, Bulan tidak sengaja melihat Naya yang menangis sambil menunduk.


" Eh, Nay, kok kamu nangis?! " tanya Bulan sambil memeluk Naya.


" Kak, m-maaf.. " ucap Naya semakin menangis.


" Maaf untuk apa? kamu kenapa nangis?! " tanya Bulan bingung, yang ditanya malah semakin menangis sesak.


" Kenapa tuh? " tanya Bintang pada Win dan Reno.


" Lo liat aja " ucap Reno terus memandangi wajah Naya yang sudah dibasahi air mata.


" Maaf karna demi gue, lo harus terlibat dalam masalah ini " ucap Reno menatap Naya sedih, hatinya terluka jika melihat Naya menangis seperti ini.


" Nay.. jawab Kakak, kamu kenapa? " tanya Bulan lembut sambil mengelus punggung Naya.


" K-kak.. semua ini,, hiks s-salah aku " ucap Naya sesegukan.


" Maksud kamu? " tanya Bulan tidak mengerti.


" Aku yang ngirim vidio itu kak,, hiks " ucap Naya jujur.


" Astaghfirullahalazim... "


" Apa?!


Bulan dan Bintang sangat terkejut dengan pengakuan Naya, bisa-bisanya Naya yang notabenya pendiam dan baik melakukan hal seperti itu.


Berbeda dengan Win, Reno, dan Kitty. Mereka sudah mengetahui itu dari rekaman kamera kecil yang disembunyikan Naya, dan mereka juga tau alasan Naya melakukan itu.


" Maksud lo apa hah?! " tanya Bintang marah.


" Kak, maaf..hiks, aku mohon maafin aku " ucap Naya ingin bersujud di kaki Bulan.


" Naya! " ucap Reno, ingin menghampiri Naya, namun dia ditahan oleh Win.


" Eh, Nay!! astaghfirullah.. jangan gini " ucap Bulan menahan Naya, dan menuntunya untuk kembali duduk.


" Kak.. maafin aku, aku salah Kak,, hiks " hanya itu yang bisa keluar dari mulut Naya saat ini.


" Tenang dulu Nay " ucap Bulan, dia sebenarnya kecewa, namun dia juga tidak ingin langsung menghakimi Naya. Toh setiap perbuatan pasti ada alasanya.


" Setelah lo bikin istri gue menderita, terus lo enak-enak aja minta maaf gitu?! " ucap Bintang marah.


" Tang jan gitu! " ucap Reno, terdengar nadanya seperti sedang kesal.


" Lo ngebelain dia?! " ucap Bintang marah.


" Bukan gitu! " ucap Reno terlihat kacau.


" Kak, tenang dulu " ucap Bulan sambil menggenggam tangan Bintang.


" Sekarang jelasin ke Kakak, kenapa kamu kayak gitu! " ucap Bulan meminta penjelasan.


" Anjir, nggak nyangka gue! " ucap Bintang menatap Naya tajam.


" Kak, jangan gitu " ucap Bulan pada Bintang.


Bintang yang memang tidak pandai mengontrol emosi, jadi kesal sendiri karna melihat Naya yang cuma diam sembari menangis.


" Buruan jelasin, kenapa lo kayak gitu?! " tanya Bintang dengan suara yang agak meninggi.


" Kakak! "


" Ini salah gue! " ucap ucap Reno meninggikan suaranya sambil berdiri.


" Ren! " ucap Win.


Entah mengapa, Reno sangat tidak senang melihat Naya diperlakukan seperti itu. Dadanya sudah bergejolak tidak karuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...________________________...


...Maaf lama up nya, soalnya author kehabisan ide😭😭😭...


...' Like yang banyak ya biar author makin semangat ngehibur kalian semua... '...

__ADS_1


...See youuu..........


__ADS_2