
Saat sudah sampai di rumah Bulan, Bulan tidak seperti biasanya. Bintang yang mengetahui tingkah Bulan yang berbeda tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Dia menganggap Bulan masih syok karna hal tadi.
" Lo yakin gapapa? " tanya Bintang memastikan.
" Gapapa Kak.. " ucap Bulan lesu, lalu turun dari motor.
" Yaudah ayo masuk.. " ucap Bintang lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah Bulan.
Saat mereka masuk, ternyata Abi dan Umi sedang ada tamu.
" Assalamu'alaikum... " ucap Bulan dan Bintang bersamaan.
" Waalaikumsalam.. " balas semua orang serempak.
" Eh, ada Nak Bintang, ayo duduk dulu... " ucap Umi ramah.
" Ah iya, makasih Umi.. " ucap Bintang canggung.
Saat Bulan dan Bintang sudah duduk, mereka langsung memperhatikan wajah tamu itu, Bintang yang tidak mengenalinya hanya biasa-biasa saja, tapi tidak untuk Bulan. Dia terkejut karna yang datang adalah sahabatnya waktu kecil yang pindah ke luar negeri.
" Ibra!! " pekik Bulan senang.
" Hai Lan.. lama nggak ketemu " ucap Ibra tersenyum manis.
" Ih aku nggak nyangka kalo kamu dateng kesini! " ucap Bulan begitu senang, sehingga kejadian tadi langsung terlupakan olehnya.
Bintang yang melihat hal itu sedikit terusik dan terbakar, tapi dia berusaha tetap tenang dan memasang wajah dinginnya.
" Lan sekarang kamu makin cantik aja ya.. " puji Ibra terang-terangan.
Derr..
Bintang langsung melihat kearah Ibra dengan wajah dingin dan tatapan tajam, bisa-bisanya orang itu ngegoda tunangannya di depan dia.
" Hahah.. nggak kok aku biasa aja " ucap Bulan sedikit tersipu malu.
Melihat kondisi yang sudah tidak kondusif, Abi langsung mengambil alih obrolan antara Bulan dan Ibra.
" Ah Nak Ibra, kenalin ini Bintang.. " ucap Abi mengenalkan Bintang pada Ibra.
" Ibra.. " ucapnya ramah dan tersenyum.
__ADS_1
" Bintang " ucapnya dengan wajah datar dan cuek, serta suara yang dingin.
Dua manusia itu memiliki kepribadian yang sangat berbeda, Ibra dengan sikap lembut, ramah, dan ceria nya. Sedangkan Bintang dengan sikap dingin, cuek, dan datarnya.
" Jadi tujuan Nak Ibra dan keluarga kesini ada apa? " tanya Abi memulai obrolan.
" Gini Abi, Ibra kan udah lama temenan sama Bulan. Jadi Ibra kesini buat semakin mengeratkan hubungan antara Ibra dan Bulan, Abi.. " ucap Ibra ramah.
Deg..
Bintang yang mengerti maksud Ibra langsung terangsang emosinya, ternyata tidak hanya menggoda Bulan tapi pria di depannya ini juga berusaha merebut posisi nya.
" Ah, maksud Nak Ibra gimana ya?! " tanya Umi tidak ingin suudzon.
" Ibra ingin melamar Bulan Umi.. " ucap Ibra mantap.
Duarrrr....
Sontak Abi, Umi, dan Bulan terkejut dengan ucapan Ibra. Mereka langsung merasa canggung dengan situasi sekarang dan mereka juga tidak enak hati dengan Bintang yang ada disana.
" Eee Nak Ibra, bukan bermaksud apa-apa, tapi kami sekeluarga minta maaf karna tidak bisa menerima lamaran Nak Ibra.. " ucap Abi lembut.
" K-kenapa Abi? Ibra kurang apa Abi? Ibra bisa menafkahi Bulan lahir dan batin Abi, Ibra juga bisa ngebahagiain Bulan Abi, Abi bisa percaya sama omongan Ibra.. " ucap Ibra panjang lebar.
" Bukan masalah harta atau apapun Buk.. tapi karna Bulan sudah mempunyai tunangan buk.. " ucap Umi ramah.
" Hah?! " Ibra langsung terkejut dengan pernyataan Umi, kenapa dia tidak tau jika Bulan sudah memiliki tunangan. Padahal dia sudah mencari semua data tentang Bulan sejak dulu.
" Lan, kamu beneran udah tunangan? siapa orang nya Lan? siapa?! " desak Ibra pada Bulan.
Bulan yang dulu juga menyukai Ibra hanya bisa diam dan menunduk. Bintang yang melihat itu langsung menjawab pertanyaan Ibra.
" Gua " ucap Bintang menatap Ibra dengan tatapan dingin nya.
" Huh, aku telat satu langkah ya Lan?! " ucap Ibra tidak menyangka.
" Maafin aku Bra.. " ucap Bulan menunduk.
" Aku pamit, Assalamu'alaikum.. " ucap Ibra lalu kemudian pergi.
" Buk, Pak kami minta maaf karna kelakuan Ibra, kami pamit dulu, Assalamu'alaikum.. " ucap orang tua Ibra lalu menyusul anak nya.
__ADS_1
" Waalaikumsalam.. " jawab Umi dan Abi.
" Nak Bintang, Abi minta maaf kalo peristiwa tadi nyakitin hati Nak Bintang.. " ucap Abi pada Bintang.
" Hahaha.. gapapa Bi, Bintang nggak terlalu masalahin itu kok.. " ucap Bintang tersenyum paksa.
" Yaudah kalo gitu Umi dan Abi masuk dulu ya, kalian selesain dulu masalah kalian.. " ucap Umi ramah lalu kemudian masuk bersama Abi.
Setelah Umi dan Abi masuk, Bintang langsung menyandarkan tubuhnya ke sofa, dan mengantur perasaannya.
" Dia siapa? " tanya Bintang tanpa melihat kearah Bulan.
Bulan yang tau kalau Bintang sedang marah langsung menatapnya dan berbicara dengan jujur.
" I-ibra teman masa kecil aku Kak " jawab Bulan jujur.
" Nggak usah sebut namanya, gua muak " ucap Bintang dengan nada dinginnya.
" M-maaf Kak.. "
" Apa hubungan lo sama dia? "
" Dulu aku sama Ibra-- " ucapan Bulan terhenti sejenak karna Bintang menatapnya tajam. Tau karna dia melakukan kesalahan Bulan langsung cepat-cepat memperbaikinya.
" M-maksud aku dia, jadi aku sama Dia dulu temenan dari kecil. Pas SMP Dia nya pindah ke luar negeri, jadi sejak itu kami lost kontak.. " jelas Bulan.
" Terus lo suka sama dia? " tanya Bintang terus menatap Bulan.
Ditanya seperti itu, bukannya menjawab Bulan malah menunduk merasa bersalah. Bintang yang mengerti maksud Bulan, langsung pamit.
" Gua pulang dulu, Assalamu'alaikum.. "
" Kak.. tunggu, dengerin aku dulu.. " ucap Bulan berusaha menahan Bintang, tapi Bintang yang sudah sangat cemburu, tidak menghiraukan panggilan Bulan.
" Maafin aku Kak, tapi sumpah Demi Allah.. sejak tunangan sama Kakak, hati aku udah buat Kakak sepenuhnya " ucap Bulan dalam hatinya.
Bulan cuman bisa melihat kepergian Bintang dengan suasana hati yang sedih. Setelah itu dia langsung masuk ke kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙