Anak Genius : Zoe & Zack

Anak Genius : Zoe & Zack
PikTor


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kaaran benar-benar menepati janjinya semalam pada kedua anaknya. Dengan kekuatan uang, Kaaran mampu menyulap 2 buah kamar di lantai bawah villanya menjadi seperti apa yang Zoe dan Zack inginkan hanya dalam waktu semalam saja. Bahkan apa yang Kaaran siapkan terlihat jauh lebih baik dari apa yang Zoe dan Zack miliki sebelumnya di rumah mereka.


"Terima kasih Papa. Kami berdua sayang Papa." Zoe dan Zack terlihat sangat senang dan bahagia. Kedua anak itu memeluk papanya dengan sangat erat. Sepertinya mereka tidak akan bosan lagi tinggal di tempat itu.


Rania tersenyum, begitu pun dengan bu Dian, Rina, dan juga William yang menyaksikan kedua anak itu berpelukan dengan papanya. Mereka bisa melihat dengan jelas betapa tulusnya Kaaran menyayangi Zoe dan Zack. Pria itu bahkan rela memberikan apa saja asalkan kedua anaknya bisa bahagia.


"Zoe, Zack, Nenek pamit dulu, ya?" Bu Dian pamit pada kedua cucunya. Wanita paruh baya itu ingin kembali ke rumahnya karena ada urusan yang ingin segera dia selesaikan di sana.


"Tante juga, ya?" Rina juga ikut berpamitan. Pagi ini gadis itu ingin berangkat ke kampus.


"Iya Nenek, iya Tante. Hati-hati." Zoe dan Zack menjawab serempak.


Setelah berpamitan pada Kaaran dan juga Rania, bu Dian dan Rina pun segera berangkat diantar oleh William.


"Will, gunakan waktu liburmu hari ini dengan sebaik mungkin. Dan ingat, besok kamu sudah harus kembali bekerja." Kaaran berpesan pada William.


Setelah ditemani selama seminggu di kota Pluto, Kaaran pun berbaik hati memberikan waktu libur 1 hari untuk asistennya tersebut.


"Baik, Pak. Kalau begitu, kami berangkat sekarang," kata William, lalu melajukan mobilnya menuju kediaman bu Dian. Setelah mengantar bu Dian, pria itu akan mengantar Rina ke kampusnya nanti.


...----------------...


Zoe dan Zack sedang sibuk di ruangan baru mereka masing-masing. Zoe mengetes semua alat musik di studio barunya, semua alat musiknya adalah alat musik terbaik. Sangat keren, dan itu membuat gadis kecil itu terlihat sangat bersemangat. Sedangkan Zack, dia sudah mulai membuat robot didampingi oleh Robot Papa.


Sementara anaknya sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, Kaaran pun mengambil kesempatan untuk menagih janji pada Rania.


"Janji apa?" Rania bertanya dengan ekspresi kebingungan. Perasaan dia tidak pernah menjanjikan apa pun pada pria itu.


Kaaran tersenyum sambil terus berjalan ke arah Rania, membuat gadis itu mau tidak mau harus berjalan mundur hingga akhirnya tubuhnya mentok di tembok sudut kamar. "Kemarin, ada yang bilang padaku, akan ada yang sangat berterima kasih jika aku benar-benar memberikannya kejutan."


Astaga. Ternyata itu yang dia maksud. Padahal kemarin aku hanya bermaksud mengolok-oloknya. Tidak disangka ternyata dia memang memberikanku kejutan, kejutan yang benar-benar sangat spesial. Aku jadi bingung, bagaiamana caranya aku berterima kasih padanya nanti?


Rania merasa kebingungan. Dia tidak tahu harus menjawab apa. "Ah, i-it-itu ... ma-af, aku lupa. Terima kasih, ya?"


"Terima kasih? Hanya kata terima kasih saja? Apa seperti ini caramu berterima kasih pada calon suamimu? Hm." Kaaran semakin mendekatkan wajahnya pada Rania, membuat gadis itu semakin tegang dan gugup.

__ADS_1


"Lal-lalu apa? Ke-kemarin 'kan aku hanya bilang akan berterima kasih, ti-dak ada yang lain." Rania sebenarnya punya niat untuk kabur dari hadapan Kaaran, tapi sayangnya badannya sudah mentok di situ saja, tidak bisa kemana-mana lagi. Apalagi kedua tangan Kaaran sudah mengurungnya.


Kaaran tersenyum. Dia senang sekali menggoda gadis kesayangannya itu. "Berterima kasih pada calon suami, harusnya dengan cara ...."


"Bisakah otakmu itu tidak memikirkan hal mesum semata?" Rania tiba-tiba berkata dengan sewot.


Kaaran terkekeh geli. "Sayang, memangnya aku bilang apa? Aku belum mengatakan apa-apa tadi. Otakmu ini lah sebenarnya yang sudah dipenuhi dengan pikiran mesum, pikiran kotor. Aku tadi hanya mau bilang, karena kemarin kita sudah meminta restu dari ibu, jadi sekarang kamu harus menemaniku menemui kedua orang tuaku untuk meminta restu mereka juga."


Mendengar penjelasan Kaaran, Rania merasa malu sendiri. Wajahnya bersemu kemerahan. Rasanya dia ingin segera lenyap saat itu juga saking malunya.


Cup. Kaaran mencium kening Rania dengan dalam dan lembut.


"Aku akan menunggumu di bawah. Jadi, berdandanlah yang cantik dan berpakaian yang sopan. Aku ingin menemani Zoe rekaman dulu, bersiap-siaplah mulai dari sekarang, ya?" Kaaran mengelus lembut kedua pipi Rania menggunakan kedua ibu jarinya, setelah itu dia berjalan keluar dari kamar menuju lantai bawah di mana studio baru Zoe berada.


Huft. Rania bernapas lega sambil memegangi dadanya yang masih terasa berdebar hebat. "Syukurlah dia tidak macam-macam padaku. Tadi itu dia pasti memang sengaja ingin mempermalukanku. Dasar menyebalkan."


Rania mengerucutkan bibirnya sambil berjalan memasuki kamar mandi. Dia ingin segera bersiap-siap seperti yang diperintahkan oleh Kaaran.


...----------------...


"Terima kasih ya, Nak William." Bu Dian tersenyum ramah sebelum turun dari mobil. Saat itu William sudah menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah kediaman keluarga Blanco.


William kembali melajukan mobilnya setelah bu Dian turun dari mobil. Selanjutnya, dia melajukan mobilnya menuju kampus Rina.


Sepanjang perjalanan, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut keduanya. Rina lebih memilih diam karena sekeras apa pun usahanya mengajak William berbicara tetapi tetap saja pria itu akan membisu juga. Apalagi posisi duduk di antara mereka yang memang sangat mendukung dalam hal ini, William duduk di balik kemudi sedangkan Rina duduk di jok belakang. Memang sudah seperti sopir yang sedang mengantar anak majikannya ke kampus.


Tidak lama sebelum Rina sampai di depan kampusnya, gadis itu tiba-tiba mendapat telepon dari salah seorang kakak senior laki-lakinya di kampusnya. Bisa dibilang pemuda itu adalah salah satu dari sekian banyak penggemar Rina karena Rina adalah primadona di kampusnya.


"Saya sedang di jalan, Kak. Ada apa ya, Kak Andre?" Rina bertanya pada lawan bicaranya di telepon.


"Sepulang dari kampus nanti siang, apa kamu ada kegiatan?" tanya pemuda bernama Andre tersebut.


"Sepulang dari kampus? Mm ... sepertinya tidak ada, Kak. Ada apa ya?" tanya Rina.


"Aku ingin mengajakmu bergabung untuk meramaikan pesta ulang tahunku siang ini," jawab Andre.


"Boleh, tapi apa aku boleh mengajak teman?" tanya Rina.

__ADS_1


Andre terdiam sejenak, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. "Aduh, bagaimana ya, Rin? Sebenarnya aku mengajakmu karena kami sedang kekurangan satu orang anggota saja. Kalau kamu mengajak orang lain lagi, sepertinya sudah tidak bisa," jelas Andrew.


"Oh begitu ya, Kak. Ya sudah, aku akan berangkat sendiri," ucap Rina.


"Oke. Apa kamu sekarang sedang dalam perjalanan menuju kampus?" Andre kembali bertanya.


"Iya, Kak. Sebentar lagi sampai."


"Oh ya sudah. Aku akan menunggumu di depan pintu gerbang kampus."


"Oke, Kak. Bye."


Tidak lama kemudian, William menghentikan laju mobilnya. Itu tandanya Rina sudah sampai di depan kampusnya.


"Terima kasih, Kak Will." Rina berkata pada William, tapi pria itu tidak menjawabnya sama sekali.


Setelah Rina turun dari mobil, William pun kembali melajukan mobilnya menuju apartemennya.


"Itu o'om  kenapa sih? Padahal ini sudah 4 tahun loh, masa dia masih mendiamkan aku sampai sekarang? Kenapa dia kekanak-kanakan sekali?" Lama kelamaan Rina juga kesal pada tingkah William yang menurutnya tidak  sedewasa usianya.


"Rina!" Suara seorang pemuda tiba-tiba mengejutkan Rina.


Rina menoleh. "Eh, Kak Andre."


Andre berlari kecil ke arah Rina. Keduanya pun lalu saling mengobrol akrab satu sama lain sambil berjalan memasuki area kampus.


Namun, tidak ada yang menyangka ternyata William memperhatikan keduanya lewat kaca spion mobilnya.


Bersambung ...


...~Terima kasih sudah membaca😊 Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar kalian agar Author semakin bersemangat😉~...


...----------------...


Hai readers kesayangan! Author mau rekomendasiin novel favorit bacaan Author nih, karya dari kk Author FigurX. Sembari menunggu novel Anak Genius : Zoe dan Zack up, yuk mampir dan tinggalkan jejak like, komentar, dan favorit kalian pada novel keren di bawah ini 👇


__ADS_1


Ceritanya berkisah tentang beberapa orang mahasiswa dan mahasiswi yang terdampar di sebuah pulau. Tidak usah Author jelaskan panjang lebar, yang jelas ceritanya sangat menarik, seru, kocak, dan mengocok isi perut. Pokoknya ceritanya keren abis 👍 karena sampai sekarang Author juga masih setia mengikuti update bab terbarunya.😁


__ADS_2