Anak Genius : Zoe & Zack

Anak Genius : Zoe & Zack
Surprise Untuk Robot


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian.


Robot Mama buatan Zack akhirnya jadi juga. Dan sekarang robot canggih berparas cantik itu sudah siap untuk ditunjukkan pada Robot Papa.


Zack ditemani Zoe menutup mata Robot Papa menggunakan kain kecil lalu membawanya ke sebuah ruangan rahasia dimana sebelumnya Robot Papa sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya di sana.


"Papa Robot, apa Papa Robot sudah siap untuk melihat kejutannya?" tanya Zack.


"Iya, Papa Robot. Papa Robot jangan sampai menangis apalagi sampai pingsan, ya?" Zoe terkekeh setelah menggoda Robot Papa, begitu pula dengan Zack.


"Kalian berdua ini ada-ada saja. Bagaimana mungkin aku bisa menangis, aku ini tidak memiliki kelenjar lakrimal seperti kalian para manusia. Dan lagi, kalau aku sampai pingsan, tentu saja bukan karena kejutannya, tapi karena aku lupa makan listrik." Robot Papa pun ikut terkekeh.


(Note : Air mata dihasilkan oleh Kelenjar Lakrimal yang berada di kelopak mata bagian atas.)


Sebelum memasuki ruang rahasianya, terlebih dahulu Zack meletakkan telapak tangannya pada sebuah alat canggih, dimana pintu ruangan tersebut hanya bisa terbuka jika telapak tangan Zack yang diletakkan di atas sana. Jika menggunakan telapak tangan orang lain, maka pintunya tidak akan pernah bisa terbuka sampai kapan pun.


Begitu pintunya terbuka, Zoe dan Zack mengapit Robot Papa memasuki ruangan tersebut lalu membawanya berdiri tepat di hadapan Robot Mama.


Robot Mama adalah pasangan Robot Papa ke depannya. Robot canggih menyerupai wanita dewasa itu dibuat dengan tinggi yang setara dengan Robot Papa, yaitu sekitar 150 cm.


Program Robot Mama dibuat seperti wanita dewasa pada umumnya, bersifat keibuan dan penyayang keluarga.


"Sebenarnya kejutan apa yang ingin kalian tunjukkan padaku? Aku jadi semakin tidak sabar," kata Robot Papa. Dia sudah tidak sabar ingin segera membuka kain penutup matanya.

__ADS_1


"Baiklah. Bersiaplah jantungmu melompat Papa Robot," ucap Zack yang diiringi tawanya bersama kakak kembarnya.


"Hei, kalian ini bicara apa? Aku ini bukan manusia, jadi tidak punya jantung," protes Robot Papa dan berhasil membuat kedua anak kembar itu tertawa terus.


"Baiklah, Papa Robot, kami akan membuka penutup matamu," ucap Zoe.


"Baguslah. Memang itu yang aku tunggu-tunggu sejak tadi," kata Robot Papa semakin tidak sabar.


Zoe pun melepas ikatan kain penutup mata itu dari belakang, namun tidak langsung menurunkannya, karena dia sedang menunggu aba-aba dulu dari adik kembarnya, Zack.


"1 ... 2 ... 3. Tara ...! Kejutan ...!" ucap Zack bersamaan dengan diturunkannya kain penutup mata Robot Papa.


Melihat robot cantik di hadapannya, Robot Papa tidak tahu harus berkata apa. Justru robot canggih yang menyerupai pria dewasa itu terlihat malu-malu sambil senyum-senyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak bisa terasa gatal sama sekali.


"Ap-apa ini? Kenapa kalian memberikan kejutan seperti ini?" tanya Robot Papa malu-malu.


"Iya, itu benar Papa Robot, kami benar-benar sangat berterima kasih."


Robot Papa sangat terharu mendengarnya. Namun sayangnya, dia tidak bisa menangis untuk mendalami rasa haru tersebut.


Robot Papa memeluk Zoe dan Zack secara bersamaan seraya berkata, "Kalian ini, kenapa berterima kasih padaku? Aku bisa berada di sini karena program yang sudah kamu buat, Zack."


"Tapi tetap saja Papa Robot, kamu adalah salah satu papa kami yang terbaik. Sekarang, kamu dan Robot Mama bisa saling berkenalan," kata Zack seraya melepaskan pelukannya dari Robot Papa, begitu pula dengan Zoe.

__ADS_1


Begitu Robot Papa dan Robot Mama berkenalan, Zack pun kembali berkata, "Apa kalian berdua setuju jika aku membuatkan robot anak untuk kalian berdua?"


Robot Papa dan Robot Mama sejenak saling tatap, lalu Robot Papa pun berkata, "Apa kami berdua tidak bisa membuatnya sendiri?"


๐Ÿ˜‘ Jleb. Author kehabisan kata-kata.


...----------------...


Pesta ulang tahun Kaaran semakin dekat, dan tentunya berita itu sudah tersebar di mana-mana. Termasuk sudah sampai di telinga Samuel dan Boron.


Saat ini kedua pria jahat itu tengah menyusun rencana licik.


"Bagaimana Sam, apakah Rania palsu sudah melakukannya sesuai dengan yang kita perintahkan?" tanya Boron.


"Beres, Paman. Dia sudah melakukannya dengan sangat baik. Hanya saja, Sam tidak bisa menunjukkannya video itu pada Paman sekarang. Tapi pokoknya, Sam berani jamin kalau hasil kerja wanita itu sangat baik, Paman," jelas Samuel.


"Bagus ... bagus. Paman sangat senang mendengarnya." Boron tersenyum licik. "Paman harap, Kaaran bisa segera hancur secepatnya dan Rania bisa segera jatuh ke tanganmu."


"Semoga saja rencana kita berjalan dengan lancar Paman. Sam sudah tidak sabar ingin segera membawa Rania kembali ke pelukan Sam." Samuel berucap diiringi senyuman lebar yang menghiasi wajah tampannya.


"Semoga saja kamu bisa segera berbahagia, Sam. Paman ingin sekali melihat kamu bahagia sebelum Paman menutup usia."


Tiba-tiba Boron menjadi melow. Selicik dan sejahat apa pun dia, dia tetaplah seorang ayah yang tidak diketahui oleh Samuel. Entah kapan dirinya bisa memiliki keberanian untuk memberitahukan hal tersebut kepada putra kandungnya.

__ADS_1


"Paman ini bicara apa? Jangan berbicara seperti itu lagi, Paman. Sam yakin, Paman akan baik-baik saja sampai keluar dari penjara. Pokoknya, Sam akan berusaha semaksimal mungkin agar supaya hukuman Paman bisa menjadi jauh lebih ringan saat sidang nanti." Samuel berusaha meyakinkan Boron.


Sebagai ayah dan anak kandung, ikatan batin antar keduanya cukup kuat. Meski pun Boron belum memberitahukan kenyataan yang sebenarnya pada Samuel, akan tetapi Samuel memang sudah menganggap Boron seperti ayahnnya sendiri.


__ADS_2