Antagonis Pun Juga Ingin Bahagia

Antagonis Pun Juga Ingin Bahagia
40


__ADS_3

...kali ini bukan pengulangan Episode, emang lagi butuh sedikit revisi aja :") hehehe...


...****************...


Pada malam itu, mau itu Teri, Ana, atau pun yang lainnya mereka sama-sama tidak bisa tidur dengan nyenyak bahkan disaat hujan sudah berhenti pun suasana didalam ruangan masih terasa hampa dengan mereka yang masih sibuk, dengan pikiran mereka masing-masing.


Aku harus bisa tertidur, karena besok pagi akan banyak sekali kegiatan yang harus aku lakukan.


Namun setelah Ana melamun cukup lama akhirnya dirinya bisa tidur juga dengan tenang, saat ini di kamar tempat mereka menginap, Ana dan Teri memilih untuk tidur di ranjang sedangkan Ian serta prajuritnya memilih untuk tidur di sofa.


......................


Besok paginya disaat matahari belum menunjukan dirinya, Teri serta yang lainnya sudah bangun duluan untuk melakukan persiapan, Ana yang saat itu masih tertidur lelap tidak dulu mereka bangunkan.


"Okay... Tujuan ku dengan Ana saat ini adalah kerjaan Achilles, Tadi pagi aku sudah mendapatkan balasan surat dari sepupu ku yang mengatakan bahwa dia telah bersedia untuk menampung ku dengan Ana."


"Lalu bagaimana dengan kedua orang tua anda Nona?"


"Soal itu akan kita pikirkan nanti, selama aku dan Ana pergi, pantau terus keadaan istana terutama kepada Nona Kalika!"


"Baiklah saya mengerti!"


"Lalu aku juga minta pada mu, untuk sementara waktu izinkan ayah dan ibu ku untuk tinggal di kediaman Valantie, karena aku takut jika pihak Istana menculik kedua orang tua ku untuk mereka jadikan sandra!."


"Soal itu anda tidak perlu khawatir nona, karena dari dulu hingga sekarang kelurga Valantie akan terus mengabdi pada kelurga Ronan."


"Aku senang mendengar ucapan mu itu Ian."


Waktu terus berlalu dan kini cahaya matahari mulai terlihat, ini adalah saatnya bagi mereka untuk segera pergi dari kerjaan Homounculus.


"Siapkan kereta kuda sekarang!" perintah Teri yang langsung disetujui oleh Ian dan juga prajuritnya.


......................


Dengan penglihatan yang masih kunang-kunang Ana terbangun dari tidurnya yang cukup singkat itu, hal pertama yang dia liat ialah Teri yang saat itu sudah rapi dengan pakaian warga sipil.


"Kau sudah bangun? Bagaimana tidur mu?" tanya Teri tersenyum.


"Cukup mengenakan, apa kita akan jalan sekarang?" tanya Ana, dan Teri langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya... Mereka sudah menunggu kita dibawah, ini pakai lah, aku akan menunggu mu di lobi bersama mereka," ucap Teri memberikan pakaian baru pada Ana.


"Ah... Baiklah."

__ADS_1


......................


Setelah menunggu dengan waktu yang cukup lama akhirnya Ana pun turun menggunakan pakaian deres yang begitu sederhana.


"Kau cantik sekali Ana," ucap Teri tersenyum.


"Walaupun kau berkata seperti itu, tidak bisa dipungkiri bahwa tubuh ini masih milik mu Teri," balas Ana.


Tak lama mereka berbincang, akhirnya prajurit Ian sudah datang dengan membawakan sebuah kereta barang kehadapan mereka.


"Kereta barang?" tanya Teri tak percaya.


Dengan sedikit terbatuk-batuk Ian menjelaskan pada Ana dan Teri bahwa tadi malam, kereta kuda yang bisa dia beli hanya ini, ditambah lagi dana yang saat ini dia miliki sangat mustahil untuk dirinya bisa membeli kereta kuda yang cukup bagus.


"Aku sungguh tidak percaya bahwa yang akan mengantar ku ke kerajaan Achilles adalah kereta kuda pengangkut barang," ucap Teri tidak percaya.


Melihat respon Teri yang terlihat tidak senang, membuat Ana dengan lembut langsung menepuk pundak Teri dan mengatakan bahwa dia tidak masalah jika duduk di kereta barang seperti ini.


"Apa kau yakin Ana?"


"Teri kereta kuda ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan alat transportasi yang ada di dunia ku," jawab Ana dengan penuh percaya diri.


"Benarkah?" tanya Teri dan Ana langsung menganggukkan kepalanya.


"Hmm... Baiklah kalo begitu, kita akan mulai rencananya!" pekik Teri yang kembali bersemangat.


Mendengar ucapan Ana, Ian pun dengan spontan langsung menolehkan kepalanya ke arah Ana.


"Owh itu, saat anda tidur kami sudah buat rencana untuk kedepannya akan seperti apa."


"Hah?"


"Ian akan kembali pulang ke Valantie Ana, dan kita bertiga akan pergi ke kerajaan Achilles yang ada diujung Timur," tambah Teri yang membuat Ana langsung terdiam.


"Kerajaan Achilles? Kerajaan seperti apa itu?"


"Itu adalah kerjaan yang masih berkeluarga dekat dengan ibu ku, kerajaan Achilles adalah kerajaan yang dikenal banyak sekali menghasilkan emas, buah-buah, serta sayur-sayuran itu disebabkan karena di sana masih banyak gunung merapi yang masih aktif, membuat lingkungan di sana menjadi lebih subur dibanding dengan tanah di sini," jawab Teri menjelaskan.


"Ah..."


Melihat Ana yang sudah mengerti dengan rencana yang mereka buat, membuat Ian langsung memutuskan untuk kembali ke rumahnya sebelum hari semakin siang.


"Baiklah kalo begitu, aku akan pulang sekarang Tom aku titip mereka dengan baik!"

__ADS_1


Tom atau dikenal sebagai tangan kanan Ian langsung menundukkan kepalanya, disaat Ian telah memberikan perintah kepadanya.


"Hati-hati di jalan Ian," pesan Teri saat melihat Ian yang sudah naik ke atas kudanya.


Ian pun langsung menundukkan kepalanya membalas ucapan dari Teri, "Anda pun juga sana Nona, jika anda sudah tiba di sana segeralah kirim surat mengenai keadaan di sana agar saya ataupun kedua orang tua anda, tidak terlalu cemas memikirkan anda."


Dengan tersenyum Teri langsung menganggukkan kepalanya, yang membuat Ian langsung tersenyum lebar.


"Baiklah kalo begitu, aku pergi sekarang! Hiya!"


Setelah melihat Ian yang sudah pergi jauh menggunakan kuda miliknya, kini giliran mereka yang akan pergi meninggalkan kota Homounculus menuju kerajaan Achilles yang ada diujung Timur.


"Ayo Ana," Ajak Teri mengajak Ana untuk naik ke kereta kuda.


"Apa anda sudah siap Nona?" tanya Tom yang saat ini akan menjadi kusir mereka.


"Ya! Silahkan jalan sekarang!" jawab Teri dari dalam.


Dengan sekali pukulan Tom pun sudah bisa membuat kuda yang menarik mereka bergerak, bergeraknya kuda ini akan menjadi awal bagi mereka untuk memulai perjalan jauh.


"Teri!"


"Ya?" jawab Teri saat Ana tiba-tiba saja memanggil dirinya.


"Menurut mu seperti apa kakak sepupu mu itu?" tanya Ana yang sedikit penasaran dengan keluarga Teri.


"Sepupu ku ya, tidak ada yang istimewa bagi dirinya kecuali wibawanya yang merupakan Putra Mahkota di kerjaan Achilles serta kemampuan berpedannya yang bisa aku akui begitu keren."


"Sepertinya sepupu mu banyak disukai warga di sana ya?" tanya Ana sambil tersenyum.


Melihat respon Ana yang begitu manis, seketika membuatnya dirinya merasa kesal jika membayangkan sepupunya itu yang sebenarnya sangat berbeda jauh dengan apa yang Ana pikirkan.


"Ya... Bagi orang yang baru mengenalnya!"


"Hmm?"


"Walaupun sepupuku itu terlihat ramah diluar, namun didalam sifatnya bertolak belakang sekali dengan apa yang bisa orang-orang liat," ucap Teri yang kembali diam.


"Ana! Pokonya selama kita berada di sana, usahakan jangan pernah membuat masalah, bahkan pada pelayan kerjaan Achilles sekali pun!"


"Kenapa? Memangnya kenapa Teri?" tanya Ana yang sedikit penasaran.


"Karena bagi mereka, kita semua ini

__ADS_1


hanyalah serangga, selagi kau tidak menganggu mereka, maka mereka tidak akan menganggu mu," pesan Teri, yang membuat Ana seketika menjadi terdiam.


TBC


__ADS_2