Antagonis Pun Juga Ingin Bahagia

Antagonis Pun Juga Ingin Bahagia
43


__ADS_3

Malam yang sunyi dengan cuaca yang sedikit dingin, Ana melangkahkan kakinya ke sebuah taman yang dekat dengan kamar tempat dia menginap.


Sebuah bunga lavender dengan baunya yang begitu khas membuat Ana langsung menundukkan punggungnya, untuk bisa mencium harum bunga itu lebih dalam.


"Apa anda tau arti dari bunga lavender?"


Deg!


Mata Ana langsung terbuka lebar disaat dirinya ada mendengar suara Cleo yang baru saja datang, dengan cepat Ana langsung menolehkan kepalanya ke arah Cleo yang sudah berjalan mendekatinya.


Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus memanggilnya Pangeran? atau Cleo?


"Apa anda merasa keberatan berbicara dengan saya?" tanya Cleo.


"Bu... Bukan seperti itu maksud saya Pangeran," jawab Ana dengan susah payah.


"Saya hanya belum terbiasa," jawab Ana sambil menutup kedua matanya.


"Begitu Kah?"


Cleo memetik satu bunga lavender dihadapan Ana, dan langsung dia berikan kepada Ana bunga itu, tentu saja dengan perasan bingung Ana langung menerima bunga itu dari tangan Cleo.


"Harum bukan?" tanya Cleo sambil tersenyum.


"Ya..."


"Apa anda tau arti bunga ini?" tanya Cleo.


"Kalo tidak salah artinya sebuah kesetiaan."


Mendengar jawaban Ana, seketika membuat Cleo tersenyum, "Tidak ku sangka anda bisa tau arti bunga ini."


Ana hanya tersenyum mendengar itu, "Karena ditempat tinggal saja bunga seperti ini sulit sekali untuk ditemukan, apa lagi di sana hampir semua penduduk tidak ada yang menanam bunga."


"Benarkah? kalo boleh tau tempat seperti apa yang anda tinggali itu?" tanya Cleo dengan matanya menatap ke arah langit.


"Tempat yang saya tinggalkan tidak ada yang begitu menarik selain dunia ini, di mana hampir semua penduduk di sana sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, anak-anak yang dipaksa belajar, orang-orang yang hidup bebas, bahkan tidak sedikit bagi mereka yang memilih untuk bunuh diri akibat terlalu stres."


"Hukum di sana juga tidak seberat dengan hukum di sini, jika di sini para penduduk yang ketahuan mencuri akan di hukum potong tangan, namun di sana mereka hanya akan di kurung selama beberapa tahun."


"Jika anda bertanya lebih enak tinggal di sini atau di sana? Maka saya akan menjawab, saya lebih senang tinggal di sini," jawab Ana dengan bibirnya yang langsung tersenyum lebar.

__ADS_1


"Begitu Kah? Lantas kenapa pada awal anda terjebak di sini, anda berkeinginan untuk bisa kembali?" tanya Cleo yang langsung menatap wajah Ana.


"Itu... Saya bilang seperti itu, karena di sana masih ada keluarga saya, namun saat saya tau bahwa keluarga saya sudah tidak ada, saya hanya bisa bergantung dengan Nona Teri, maafkan saya jika kehadiran saya di sini membuat anda sedikit kerepotan," jawab Ana yang langsung menundukkan badannya kehadapan Cleo.


Cleo hanya diam, dirinya kembali melirik ke arah langit dengan Ana yang masih menundukkan badannya, "Tegakan kepala anda Nona, anda tidak perlu sampai membungkukkan badan seperti itu."


Mendengar itu Ana hanya diam, dirinya kembali berdiri tegak dengan wajahnya yang masih menatap Cleo.


"Hah... Baiklah karena Ini sudah malam sebaiknya anda kembali nona, senang bisa berbicara dengan anda," ucap Cleo menatap lekat wajah Ana.


Dengan tersenyum Ana pun membalas ucapan dari Cleo, "Saya pun turut senang bisa berbicara berdua dengan anda pangeran," jawab Ana tak kalah ramah.


............................


Besok paginya seperti yang sudah mereka rencanakan Teo yang merupakan prajurit dari kelurga Valantie, memilih untuk kembali ke kediaman keluarga Valantie sebelum akhirnya Ana serta yang lainnya pergi untuk menemui kaum Elf.


"Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih pada mu Tuan Teo, karena berkat mu kami bisa sampai dengan selamat di Achilles," ucap Teri pada Teo.


"Saya pun merasa bangga Nona, telah berhasil mengantar anda ke Achilles dengan selamat," balas Teo yang langsung menundukkan kepalanya.


Dengan tersenyum Ana pun ikut menundukkan kepalanya disaat Teo juga memberikan salam pada dirinya, setelah dia telah selesai memberi salam pada Teri serta Ana, dia pun kembali membalikkan badannya membelakangi Teri dan Ana untuk menaiki kudanya.


"Tentu saja nona," balas Teo dengan mengangguk kepalanya.


Setelah dirinya selesai memberi salam pada Ana dan Teri, Teo pun dengan tegas langsung menghentakkan tali kudanya untuk memulai perjalanannya meninggalkan kerajaan Achilles.


Tak lama dengan perginya Teo, Cleo yang saat itu merupakan Putra Mahkota kerjaan Achilles datang bersama dengan ajudannya serta beberapa pelayan yang mengikutinya dibelakang.


"Apa dia sudah pergi?" tanya Cleo yang baru saja muncul.


"Ya..." jawab Teri yang langsung menolehkan kepalanya ke arah Cleo begitu juga dengan Ana.


"Baiklah kalo begitu, ayo kita pergi menemui kaum Elf," ajak Cleo yang langsung disetujui oleh Ana dan juga Teri.


...----------------...


Sebuah pohon yang begitu besar menjadi awal bagi mereka, disaat kereta kuda yang ditumpangi Ana serta yang lainnya telah memasuki wilayah kaum elf.


"Cantik..." gumam Ana saat dirinya melihat banyak sekali makhluk aneh yang belum pernah dia temui sebelumnya.


Suara dari langkah kaki kuda yang menarik kereta kuda mereka, terdengar dengan sangat jelas membuat semua penghuni di hutan itu langsung melirik ke arah arah mereka.

__ADS_1


"Ayo turun," ajak Cleo yang langsung dituruti Teri dan juga Ana.


Setelah mereka semua keluar dari kereta kuda, mata Ana langsung tertuju pada sebuah pohon yang berukuran begitu besar, di mana pohon itu memiliki daun yang berwana emas, banyak para elf yang duduk di ranting pohon itu termasuk dengan beberapa makhluk aneh yang ada di sana.


"Pangeran Achilles?"


Buk!


Buk!


Buk!


"Eh?"


Mata Ana langsung terbuka lebar disaat dirinya dibuat kaget dengan Cleo serta semua pengikutnya yang langsung menundukkan badan mereka dihadapan Elf yang baru saja muncul dari pohon besar itu.


"TUNDUKAN BADAN KALIAN DIHADAPAN RAJA ELF!" perintah Cleo yang langsung dituruti Ana dan juga Teri.


Menyeramkan!


Ana seketika dibuat takut di saat dirinya mendengar suara Cleo yang begitu berat dan juga berwibawa, berbeda sekali dengan Cleo yang malam itu dia ajak bicara.


"Berdirilah!" ucap Raja Elf pada Cleo serta yang lainnya.


Mendapatkan perintah dari Raja Elf tentu saja mereka langsung kembali berdiri dengan tegak.


Jadi dia raja dari Elf.


Disaat tubuh Ana telah berdiri dengan tegak tidak sengaja matanya menatap wajah Raja Elf, yang membuat dunianya seketika seperti berhenti berjalan karena bagi Ana ini adalah kali pertama dalam hidupnya dirinya bisa bertemu dengan kaum Elf secara langsung dan juga nyata.


Luar biasa, apa sekarang aku bisa bilang bahwa Elf itu nyata?


"Kalian!" ucap Raja Elf pada kaumnnya.


"Kembali pada aktivitas masing-masing ini bukan tontonan," ucap Raja Elf yang sedang mengusir kaumnya.


Mendapatkan perintah dari raja mereka, tentu saja membuat para Elf yang tadi berkumpul mengelilingi mereka langsung dengan cepat pergi dari sana, menyisakan raja Elf serta mereka yang masih tertinggal.


"Jadi... Pangeran Achilles apakah aku boleh tau atas tujuan apa kalian datang ke sini?" tanya Raja Elf.


TBC

__ADS_1


__ADS_2