
Apa yang harus aku lakukan?
Dengan masih dipeluk tubuh Ana seketika menjadi tegang disaat, pelukan yang diberikan oleh pangeran Achilles semakin kuat menjeratnya.
Tentu saja Teri yang melihat itu jadi ingin menjambak rambut kakak sepupunya namun hal seperti itu tidak mungkin dia lakukan, karena posisi badannya yang saat ini masih tertukar dengan Ana.
"A...Aku tidak bisa nafas..." pekik Ana yang langsung membuat pria itu tersadar.
"Adek! Tidak! Ma...Maafkan aku yang sudah buat dirimu seperti ini!"
Dengan perasaan sedih pria itu melepaskan pelukannya dari tubuh Ana, membuat Ana seketika tidak bisa menjaga keseimbangannya disaat pria itu terus menggoyangkan tubuhnya.
Buk!
Dengan perasaan kesal Ana langsung mendorong kuat tubuh pria itu, membuat pria itu langsung terdiam dengan sikap Ana yang tiba-tiba.
"Maaf, tapi tubuh ku ini akan baik-baik saja jika anda tidak menyentuh tubuhku dengan seenaknya!" tekan Ana yang membuat semua orang di sana langsung terdiam.
"Eh!" dengan perasaan panik Ana langsung membuka matanya dengan lebar disaat dirinya lagi-lagi tidak sadarkan diri dengan apa yang telah dia lakukan.
Baru saja aku bilang, untuk hati-hati tadi.
"Eros!" panggil pria itu, yang membuat pria bernama Eros itu menjawab.
"Iya Pangeran!" jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
"Keluarlah biar aku yang mengurus mereka semua di sini!" ucap pria itu sambil berjalan ke arah meja kerjanya.
"Baik Pangeran!"
Dengan patuh pria yang bernama Eros itu langsung menundukkan badannya ke arah pangeran Achilles, sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Ana serta semua yang ada di sana.
"Jadi... Siapa di antara kalian yang asli?"
"Ya?" tanya Ana bingung.
Mata pria itu langsung menatap tajam wajah Ana yang membuat tubuhnya seketika menjadi kaku karena ditatap secara terang-terangan seperti itu.
"Hah... Dasar, kalo misalnya kau sudah tau dia bukan adik sepupu mu lantas kenapa kau peluk?" tanya Teri tiba-tiba, yang membuat semua pasang mata melirik ke arahnya.
"Ehemm... itu... Karena dia merasuki tubuh adik kesayangan ku!" jawabnya dengan enteng.
Mendengar itu tentu saja membuat Ana dan Teo langsung membesarkan kedua matanya, dan membuat Teri seketika semakin kesal dengan sifat dari kakak sepupunya.
__ADS_1
"Kau... Hah... Baiklah aku di sini akan menjelaskan pada kalian semua tentang situasi yang sedang terjadi," jawab Teri yang kembali menampilkan wajah serius.
"Baiklah disini aku akan memperkenalkan diri kalian lebih dulu, Ana, Teo perkenalan dia adalah kakak sepupuku sekaligus pangeran di kerjaan Achilles, Namanya Cleo Evander."
Dengan masih terlihat kaku Ana dan Teo langsung menundukkan badan mereka ke arah Cleo yang merupakan pangeran di kerjaan Achilles.
"Dan dia yang kau peluk tadi adalah Ana, lalu disampingnya itu Teo seorang prajurit milik kelurga Valantie," ucap Teri menjelaskan.
"Wow... Jadi yang datang menemani perjalan kalian hanya prajuritnya lalu ada di mana pria itu?" tanya Cleo yang langsung menampilkan senyum licik.
"Dia tidak akan ikut," jawab Teri dengan tenang.
"Karena aku sudah memberikan tugas lain untuknya," tambah Teri yang membuat semua pasang mata kembali tertuju padanya.
Brak!
Dengan dengan tiba-tiba Cleo memukul meja kerjanya yang membuat semua pasang mata tertuju pada dirinya.
"Jujur aku sendiri masih tidak percaya bagaimana bisa kau hidup didalam tubuh orang lain," tunjuk Cleo pada Teri, "dan orang itu..." tunjuk ya pada Ana.
"Dia bukan asli dunia kita kan?"
Deg!
Jantung Ana langsung berdetak sangat kencang mengetahui bahwa Cleo sudah tau bahwa dirinya bukan asli dunia ini, apakah Teri sudah memberitahunya.
Deg!
"Apa?" tanya Cleo mengulang.
"Ceritanya sangat panjang, dan itu semua syukur sekali kau mau percaya."
"Ceritakan saja," balas Cleo.
Dan Teri pun mulai menceritakan semua kejadian yang dirinya alami, mungkin ini tidak akan masuk akal dalam pikiran Cleo, namun memang seperti itu kejadian yang sebenarnya.
"Jadi bisa disimpulkan bahwa tubuh kalian saat ini masih tertukar?" tanya Cleo, Ana dan Teri dengan cepat langsung menganggukkan kepalanya.
"Tujuan kami datang ke sini bukan hanya semena-mena mencari perlindungan saja, tapi.... Juga mencari seorang penyihir yang bisa memecahkan masalah kamu ini," ucap Teri dengan tegas.
"Apa... Di kerjaan Achilles tidak memiliki seorang pun penyihir?" tanya Teri dengan pelan.
Mendengar itu Cleo langsung menghembuskan nafas kasar, "Kerjaan Achilles kan menolak keras adanya seorang penyihir," jawab Cleo dengan santai.
__ADS_1
"Apa?" gumam Ana tak percaya.
Mata Cleo kembali melirik ke arah Teri, "Kau kan juga sudah tau Teri, bahwa kerjaan Achilles menolak keras adanya penyihir, karena itu semua bisa memancing ilmu gelap!"
Deg!
"Ji...Jika memang seperti itu, lalu... Apakah kita masih ada cara lain? A... Agar tubuh kita bisa kembali?" tanya Ana dengan badan yang sudah bergetar.
"Hmm.... Kerjaan Achilles memang menolak adanya penyihir di sini, selain bisa mengundang ilmu gelap, penyihir juga musuh berat bagi para elf," jawab Cleo sambil berpikir keras.
Deg!
Mendengar nama Elf, Teri langsung tersadar akan kehadiran mereka, kerjaan Achilles menolak adanya penyihir karena kerjaan mereka banyak dihuni para peri dari hutan dan itu sering mereka sebut dengan elf, selain dikenal suci para elf juga sangat membenci kehadiran para penyihir karena mereka menganggap bahwa penyihir itu adalah pengikut setan.
Mengetahui bahwa kekuatan Elf tidak bisa dibilang lemah, mungkin ini bisa jadi salah satu cara agar dirinya bisa kembali ke tubuh mereka masing-masing.
"Elf? Apa elf itu memang ada?" tanya Ana penasaran.
Karena yang dia tau elf hanya ada di dunia fiksi dan mahluk seperti itu biasanya tidak pernah ada, kalo pun ada mereka tidak akan menampakkan diri dihadapan manusia.
"Elf itu ada, dan elf juga merupakan lambang bagi kerjaan Achilles, bagi kami elf adalah segala-galanya karena tanpa mereka, kehidupan kami disini pasti tidak akan bisa semakmur sekarang," jawab Cleo yang membuat Ana dan Teo langsung terdiam.
"Lalu... Apa kah kita bisa bertemu dengan elf?" tanya Teri cepat.
Dengan menghembus nafas kasar Cleo menjawab bahwa mereka bisa saja dengan muda bertemu dengan elf, "Kecuali dia!" tunjuk Cleo pada Teo.
"Ada apa dengan Teo?" tanya Teri bingung.
"Dia... Sudah banyak membunuh orang, dan bangsa elf tidak suka mencium banyak darah yang masih membekas ditubuhnya, itu sangat mustahil bagi dirinya untuk bisa bertemu dengan bangsa elf." jawab Cleo sambil memejamkan matanya.
Mendengar itu Teri mau pun Ana sama-sama dibuat diam mengetahui bahwa Teo sudah banyak membunuh orang, sudah pasti dia seperti itu karena sebuah tugas yang dia tekuni membuat dirinya dengan terpaksa haris membunuh lawanya
"Kalo begitu biae Nona Teri dan Nona Ana saja yang pergi!" ucap Teo tiba-tiba.
"Apa?"
"Saya tidak masalah, jika tidak bisa ikut karena tugas saya saat ini hanya mengantar Nona Ana dan nona Teri selamat sampai tujuan."
"Teo apa kau yakin?" tanya Teri sekali lagi.
"Saya sangat yakin nona, mendengar ucapan pangeran Achilles tadi, saya bisa merasakan bahwa kerjaan Achilles pasti bisa melindungi kalian."
Mendengar itu membuat semua orang langsung terdiam, "Wow... Kata-kata mu bagus juga ya," jawab Cleo sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Baiklah kalo begitu, kita mulai kegiatannya besok saja, untuk sekarang sebaiknya kalian istirahat saja dulu," tambah Cleo.
TBC