Antagonis Pun Juga Ingin Bahagia

Antagonis Pun Juga Ingin Bahagia
49


__ADS_3

Jantungnya berdetak sangat kencang bersamaan dengan matanya yang terbuka lebar, ini adalah sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, sensasi yang hanya bisa dia bayangkan tanpa mau untuk mencobanya.


"Apa sekarang kau puas?"


"Yang Mulia?"


Cleo dibuat terpaku dengan sikap Ana yang tiba-tiba saja menciumnya, ini terasa tidak adil dirinya sama sekali belum siap untuk bisa berciuman secara langsung seperti ini.


"Kemba_"


"Ini tidak sah Yang Mulia!"


"Iya?" Mata Ana langsung terbuka lebar disaat dirinya melihat wajah Cleo yang tiba-tiba saja menjadi dingin.


Apa dia tidak suka aku menciu**nya?


"Ah... Apa kau_"


"Saya bilang ini tidak sah!"


Kali ini Ana benar-benar terkejut, apakah segitunya Cleo membenci ciumannya, bahkan Cleo tanpa sadar telah membentak Ana yang saat itu sedang ngantuk berat.


"Cleo..."


Ana langsung duduk dengan sempurna dengan matanya yang langsung menatap tajam wajah Cleo, entah kenapa rasa ngantuk yang tadi menganggu dirinya kini telah hilang berganti dengan rasa bersalah pada dirinya.


"Apa kau marah aku mencium mu?"


Deg!


"Apa?"


"Jika memang kau tidak suka dengan ciuman ku tadi, maka aku akan minta Maaf atas tindakan yang kurang sopan ini pada mu!"


Grap!


Dengan cepat Cleo langsung mengurung tubuh Ana dengan kedua tangannya, membuat Ana yang mendapatkan perilaku seperti itu seketika menjadi kaget.


"Anda jahat sekali Yang Mulia, setelah anda berhasil menjerat saya kini anda malah membuang saya."


"Apa?"


"Ciuman tadi tidak sah! Karena anda melakukannya bukan atas dasar cinta apa kah saya salah?" tanya Cleo yang berusaha untuk tersenyum.


"Cinta? Apakah di dunia ini memang ada cinta?"


"Apa?"


"Jika memang ada coba kau tunjukan? Karena selama aku hidup aku belum pernah merasakan apa itu cinta?"


Dengan ekspresi yang begitu sulit untuk diartikan, Ana langsung menjerat tubuh Cleo kedalam pelukannya, yang membuat kedua mata Cleo langsung terbuka lebar.


"Maafkan aku Cleo, aku mencium mu karena aku tau kau memang mau mencium ku, maka dari_"


Tas!


"Yang Mulia!"

__ADS_1


Tatapan Ana langsung terluka dikala Cleo yang tiba-tiba saja langsung menepis tangannya dengan kasar.


"Sepertinya anda begitu lelah, sebaiknya anda istirahat saja Yang Mulia."


"Owh..."


"Baiklah," jawab Ana dengan ekspresi yang begitu terluka.


"Kalo begitu saya pergi dulu," Jawab Cleo yang langsung menundukkan badannya dihadapan Ana untuk pamit pergi.


Setelah kepergian Cleo, Ana pun memutuskan untuk kembali tidur dan bertekad bahwa dia tidak akan melakukan hal yang membuat Cleo marah lagi.


Sepertinya rasa sukanya hanya sebatas bentuk hormat.


...~*~...


Besok paginya disaat matahari sudah menunjukkan dirinya, Ana keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua.


"Selamat pagi Yang Mulia," sapa mereka saat melihat Ana yang baru turun.


"Selamat pagi," jawab Ana tak kalah ramah.


Hari ini, dirinya akan kembali ke Achilles bersama dengan Teri dan Cleo, seperti yang sudah direncanakan mereka semua akan memulai membuat rencana untuk perang yang akan datang.


"Teri..."


"Ana!"


Ana langsung tersenyum dikala dirinya melihat Teri yang terlihat sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Mau ku bantu?"


"Hmm... Baiklah," jawab Ana yang langsung menuruti ucapan Teri.


Ana pun kembali berjalan menuju kamar Cleo, dengan perasaan campur aduk dengan dirinya yang kembali diingatkan dengan kejadian semalam.


Rasanya berat sekali buat berjalan ke sana.


Disaat Ana ingin mengetuk pintu kamar Cleo tiba-tiba saja pintu itu terbuka menampilkan wajah terkejut Cleo begitu juga dengan Ana.


"Yang Mulia?"


Dengan tersenyum Ana mencoba memberi salam pada Cleo," Selamat Pagi Cleo, kedatangan ku ke sini untuk mengajak mu makan bersama."


"Kenapa anda repot-repot datang ke sini, padahal kan anda bisa menyuruh orang lain untuk memanggil saya."


"Hmm? Ah... Maaf aku tidak ada kepikiran sampai ke situ, ya sudah ayo turun ke bawah dan kita sarapan bersama," ajak Ana yang langsung beranjak pergi dari hadapan Cleo.


Dia langsung pergi begitu saja?


Mata Cleo langsung terpejam dikala dirinya kembali diingatkan dengan kejadian semalam, entah kenapa saat melihat wajah Ana seolah dirinya mengatakan bahwa kejadian tadi malam bukanlah masalah besar.


Lagi-lagi wajahnya kembali ceria, apa dirinya memang sudah lupa dengan kejadian semalam?


"Cleo kemari lah!" pekik Teri saat melihat Cleo yang baru turun tangga.


"Banyak sekali menu yang tersedia."

__ADS_1


"Iya ini semua aku dan para Elf yang buat, cepat makan karena kita akan menempuh perjalan yang jauh menuju Achilles," jawab Teri.


Cleo pun tanpa menolak langsung duduk di kursi yang tersedia, dihadapannya sudah banyak para Elf yang ikut makan bersama mereka termasuk pasukan Achilles, serta Raja Elf dan juga Ana.


Dia... Duduknya jauh juga.


Mata Cleo tidak pernah lepas dari pandangan Ana apa lagi saat itu dirinya terlihat sibuk berbicara dengan Raja Elf, sampai-sampai membuat Cleo yang melihat interaksi itu menjadi panas.


"Cleo?"


"Apa?"


"Mengenai kejadian tadi malam, sebenarnya kau dan Ana habis dari mana?" tanya Teri penasaran.


"Tidak habis dari mana-mana, kami hanya sedang berbicara sebentar di tepi danau," jawab Cleo acuh.


"Hmm? Hanya sebentar? Apa kau yakin, kalo memang sebentar lantas kenapa kau kembali dengan mengendong Ana?" tanya Teri penuh curiga.


Tuk!


"Aw..."


"Berhenti bertanya, yang aneh-aneh kau pikir aku dengan Yang Mulia habis melakukan apa hah!" pekik Cleo yang mulai kesal.


"Is... Ditanya seperti itu saja sudah marah."


Akhirnya sarapan pagi itu pun berjalan cukup lancar walaupun saat itu ada sedikit drama, yang dibuat Cleo dengan Teri.


"Selamat jalan Yang Mulia, semoga perjalanan anda selamat sampai Achilles."


"Ya... Sekali lagi terima kasih atas bantuan mu selama ini Arthur."


"Apapun akan saya lakukan demi anda."


Kereta kuda yang akan mereka tumpangi pun telah datang, Cleo dengan cepat langsung membuka pintu kereta kuda itu untuk Ana dan Teri naik.


"Silahkan Yang Mulia," ucap Cleo yang langsung memberikan stau tangannya pada Ana.


"Terima kasih," dengan lembut Ana memegang tangan Cleo untuk membantunya masuk ke dalam kereta kuda.


Setelah Ana naik barulah Teri yang ikut naik setelah itu Cleo yang ikut naik, tidak lupa dirinya sebelum naik mengucapkan salam perpisahan pada Arthur Raja dari kaum Elf.


"Baiklah, ayo jalan," perintah Cleo yang langsung dituruti kusir yang membawa kereta kuda mereka.


Dari dalam kereta kuda, Ana dan Teri dibuat tersenyum saat banyak sekali para Elf yang keluar menyambut kepergian mereka, sangat berbeda saat awal mereka berkunjung.


"Ana perginya kereta kuda ini, adalah awal bagi kita untuk mempersiapkan perang."


"Ya... Maka dari itu setelah kita kembali ke Achilles, aku akan mengajari kalian bagaimana bisa meningkatkan mana pada tubuh kalian masing-masing."


"Ana... Apa kau takut?"


"Ya?"


Mata Teri langsung menatap tajam wajah Ana begitu juga dengan Cleo, namun mau dijawab takut pun dirinya tetap harua kuat, karena jika dirinya menunjukan rasa takut pada pengikutnya itu sama saja dia menunjukan kelemahannya


"Ah... Untuk sekarang aku tidak sama sekali takut," jawab Ana dengan ramah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2