Antagonis Pun Juga Ingin Bahagia

Antagonis Pun Juga Ingin Bahagia
44


__ADS_3

Dengan penuh rasa hormat Cleo menundukkan badannya dihadapan Raja Elf sambil berucap maksud kedatangan mereka ke sini.


"Seperti itu ceritanya Yang Mulia," ucap Cleo setelah dirinya selesai bercerita.


"Hmmm?" mata Raja Elf itu langsung melirik ke arah Teri lalu beralih ke wajah Ana.


Cukup lama dirinya menatap wajah keduanya hingga, tatapan itu berubah menjadi tatapan tajam disaat dirinya menatap wajah Ana dengan lebih dalam, yang membuat Ana seketika merasa kurang nyaman dengan tatapan itu.


"Hey... Nak jiwa mu terlihat aneh dimata ku," ucap Raja Elf itu kepada Ana.


"Iya?"


Raja Elf itu tidak menjawab dirinya kembali menoleh ke arah Cleo yang masih menunggu dirinya berbicara, "Cleo apakah aku bisa berbicara dengan mereka berdua secara tertutup?" tanya Raja Elf.


Dengan masih memiliki rasa hormat Cleo pun menyetujui keinginan Raja Elf yang ingin membawa Ana dan juga Teri pergi.


"Silahkan saja Yang Mulia."


"Hmm... Baiklah kalo begitu, kalian berdua ikutlah dengan ku," ucap Raja Elf pada Ana dan juga Teri.


Dengan perasaan sedikit bingung akhirnya Teri dan Ana memutuskan untuk ikut ke tempat Raja Elf, ada sedikit rasa kagum saat Raja Elf itu mengajak dirinya masuk ke dalam pohon yang besar itu, rumah yang mirip seperti pohon beringin dengan daunnya yang berwarna emas.


"Silahkan duduk," ucap Raja Elf pada Ana dan Teri.


Tanpa menolak mereka berdua pun langsung duduk disebuah kursi yang ada di sana, dengan Raja Elf itu yang duduk di hadapan mereka.


"Jadi... Alasan aku mengajak kalian untuk berbicara berdua, dikarenakan ada jiwa yang aneh pada diri kalian berdua."


"Jiwa yang aneh? Jiwa seperti apa?" tanya Teri langsung.


Raja Elf itu langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa ku jawab sekarang, mungkin jiwa itu akan keluar sendiri jika kalian berdua bisa menjinakkannya!"


"Hah?" pekik Teri dan Ana secara bersamaan.


Masih merasa bingung dengan penjelasan Raja Elf, mereka pun kembali diam saat Raja Elf kembali menjelaskan pada mereka apa yang sebenarnya sudah terjadi pada mereka.


"Untuk itu aku akan lebih dulu membalikkan jiwa kalian ke tubuh kalian masing-masing!"


Masih dalam kondisi diam Raja Elf itu langsung merentangkan kedua tangannya dihadapan Ana dan juga Teri, membuat sebuah cahaya yang begitu terang muncul, yang membuat Ana maupun Teri langsung menutup kedua mata mereka.


"Sekarang kalian boleh membuka mata kalian!"


Dengan hati-hati Ana dan Teri langsung membuka kedua mata mereka secara perlahan.


"Bagaimana?" tanya Raja Elf pada Ana dan juga Teri.


Mau itu Ana atau pun Teri, mereka sama-sama dibuat kagum dengan keajaiban yang baru saja terjadi pada diri mereka berdua, tatapan Ana langsung tertuju pada kedua tangannya setelah itu beralih ke wajah Teri yang juga sedang menatapnya.

__ADS_1


"Luar biasa," ucap Teri dan Ana secara bersamaan.


Raja Elf itu hanya tersenyum disaat dirinya telah berhasil membalikkan jiwa Ana dan Teri ke tubuh mereka masing-masing.


"Baiklah kalo begitu, kita bisa kembali melanjutkan pembicaraan kita yang sudah tertunda," ucap Raja Elf yang kembali ditatap Ana dan juga Teri.


"Aku akan menceritakan tentang jiwa kalian yang masih belum teratur didalam sana."


"Jiwa seperti apa itu?" tanya Teri yang masih penasaran.


"Aku juga tidak tau, kebanyakan dari makhluk yang memiliki jiwa seperti kalian, pasti memiliki mana yang lebih besar dibanding dengan mana yang dimiliki oleh manusia biasa."


Mana adalah sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam termasuk kejadian, objek, orang dan fenomena fisik melalui mistik, paranomal, atau supranatural.


Biasanya orang-orang yang memiliki kekuatan seperti ini pasti memiliki kelebihan atau pun kekurangan tersendiri, lebih jauh lagi, ketika seseorang menggunakan semua mana mereka, itu bisa menyebabkan mereka kelelahan parah dan akhirnya membuat mereka pingsan.


"Diantara para Mana mereka semua terbagi menjadi dua, Ada mana positif dan juga mana negatif, biasanya mana positif bisa digunakan sebagai pengobatan, dan pertahanan diri, sedangan negatif lebih kepada penyerang dan kehancuran."


Raja Elf itu kembali menutup kedua matanya disaat dirinya telah selesai menjelaskan pada mereka berdua apa arti sebuah mana.


"Aku akan mengatakannya pada kalian berdua, mana yang dimiliki oleh Nona Teri lebih ke arah positif dimana mana itu berwana putih terang," ucap Raja Elf sambil menutup kedua matanya.


"Apa?"


Mata Raja Elf itu kembali terbuka, "Sedangkan untuk Nona Ana," mata raja Elf itu langsung menatap tajam wajah Ana.


Deg!


Jantung Ana seketika dibuat berdetak dengan sangat kencang, belum Raja Elf itu berucap namun Ana sudah bisa menerka apa yang akan Raja Elf itu katakan.


"Kau memiliki mana negatif berwarna hijau terang Nona Ana," ucap Raja Elf itu, yang membuat kedua mata Ana langsung terbuka lebar.


"Perlu anda ketahui Yang Mulia," balas Ana yang mencoba untuk terus tersenyum.


"S...Saya ini bukanlah asli dari dunia ini..." ucap Ana yang langsung menundukkan kepalanya ke bawah.


"Maka... Maka dari itu... Sangat mustahil bagi saya untuk bisa percaya dengan apa yang anda ucapakan," ucap Ana dengan tangan yang sedang meremas kuat baju yang saat ini dia gunakan.


"Aku tau, bahkan Pangeran Achilles sudah mengatakan hal itu lebih dulu pada ku."


"Jika memang seperti itu, lantas kenapa anda masih mengatakan saya memiliki mana negatif?" tanya Ana yang semakin dibuat bingung.


Raja Elf hanya diam, tidak lama kemudian dirinya berdiri dari tempat duduk membuat Teri dan Ana langsung menoleh ke arahnya.


"Ikutlah dengan ku, akan ku perlihatkan mana seperti apa yang kalian miliki," ucapnya yang membuat Ana dan Teri langsung terdiam.


Dilantai atas puncak dari pohon emas itu, Raja Elf membawa Ana dan juga Teri ke sana, di sana sudah banyak para Elf yang berkumpul mengelilingi lapangan itu, termasuk dengan Cleo dan juga pengikutnya.

__ADS_1


Buk!


Pintu lantai terbuka memunculkan sosok Raja Elf bersama dengan Teri dan juga Ana, melihat mereka yang sudah muncul di tengah-tengah lapangan membuat semua orang langsung bersorak-sorak.


"Luar biasa," ucap Ana saat dirinya melihat para Elf berkumpul dalam satu tempat.


"Cantik..." Sahut Teri yang juga ikut terpaku.


"Baiklah! Semuanya diam!"


Buk!


"Eh!"


Semua orang langsung terdiam begitu juga dengan Ana serta Teri, disaat Raja Elf mulai menghentakkan tongkatnya yang membuat lantai yang mereka pijak menjadi bergoyang.


"Di sini kita kedatangan tamu yang luar biasa, kalian pasti sudah tau bahwa di luar sana ada kerajaan yang bernama Homounculus?" tanya Raja Elf mereka semua hanya diam dengan sebagian mereka yang langsung berbisik-bisik.


"Aku akan langsung berterus terang, di sini di tempat ini mereka akan menentukan mana mereka melalui lapangan bundar!"


"Apa?" pekik beberapa Elf yang ada di sana.


"Apa Yang Mulia tidak salah bicara?"


"Manusia itu memiliki mana?"


"Hey! Bukankah itu hal yang biasa manusia memiliki mana?"


"Iya juga, tapi ini kan hal yang aneh kenapa sampai di bawa ke lapangan bundar jika, hanya ingin tau mana mereka?"


Seketika suasana semakin dibuat riuh dengan banyak para Elf yang ikut berbisik-bisik, Cleo yang melihat itu pun hanya diam saja sambil memperhatikan hal aneh apa yang akan terjadi dengan sepupunya serta Ana yang baru dia kenal.


Buk!


lagi-lagi Raja Elf menghentakkan tongkatnya yang membuat suasana di tempat itu kembali sunyi.


"Baiklah mari kita mulai ritualnya, di dahului oleh Nona Teri setelah itu Nona Ana," ucapnya pada Teri dan juga Ana.


"Untuk Nona Ana ikutlah dengan ku," ajak Raja Elf, membawa Ana pergi dari tengah lapangan.


Setelah Raja Elf dan Ana pergi, barulah ritual itu dimulai, semua yang ada di sana langsung terdiam disaat Raja Elf sudah mulai menaikan tongkatnya ke atas.


Buk!


Dengan sekali hentakan beberapa elemen mana pun muncul mengelilingi tubuh Teri yang saat itu sedang berdiri ditengah-tengah lapangan.


Apa itu?

__ADS_1


TBC


__ADS_2