Antar Aku Ke Surga

Antar Aku Ke Surga
chapter 1


__ADS_3

Malam yang mencekam, hujan di sertakan angin yang bertiup kencang menambah suasana semakin mencekam. Farah yang pulang dari tempat kerjanya di sebuah restauran harus menerobos hujan yang begitu deras agar tetap pulang, ia takut bibinya khawatir.


Tanpa berpikir panjang Farah langsung memesan ojek online.


Tak lama kemudian ojek datang menghampirinya, Farah langsung naik ojek tersebut. Tiba-tiba di pertengahan jalan ban motor kempes dan akhirnya berhenti ditengah jalan yang sangat sunyi.


“Mbak, maaf yah sepertinya kita tidak bisa melanjutkan perjalanan”.


“Maaf yah Mbak”. Kata tukang ojek. Merasa bersalah.


Farah kemudian mengambil handphone nya mencoba untuk menghubungi sahabatnya yang bernama Desi tetapi ternyata handphone nya sudah lowbat.


“Ah, sial banget aku hari ini, mana sudah malam lagi aku harus cari tumpangan dimana?” gumam Farah dalam hati.


Tanpa sadar ada 2 orang lelaki yang mengintai Farah dari jauh.


Farah merasa takut dan mulai panik, dengan sekuat tenaga ia berlari.


Tiba-tiba …


Bruk!!!


Farah di tabrak sebuah mobil…


Ah….


Farah merintih kesakitan, Farah mencoba untuk membuka matanya secara perlahan.


"Kenapa aku ada di sini?"


"Ini rumah siapa ya?"


Begitu banyak pertanyaan yang ada di kepalanya, dan yang membuat Farah lebih panik saat ia membuka selimut pakaiannya sudah di ganti.


ia tersadar saat suara pintu kamar terbuka.


"Kamu siapa?"


"Kenapa aku tidur disini?" Tanya Farah kebingungan.


Dimas yang melihat Farah semakin panik tiba-tiba punya ide untuk menjahili Farah.


“Semalam kamu lupa kalau kamu berlari dan menabrak mobilku sampai tak sadarkan diri, jadi aku bawa kamu kemari”. Kata Dimas.


“Jangan modus yah kamu"


"Hey, kamu pikir kamu siapa?” kata Farah yang tak bisa menahan amarahnya.


“Bukannya berterima kasih malah ngatain aku”. kata Dimas tak terima dibilang modus.


“Terus siapa yang ganti pakaianku?” Tanya Farah

__ADS_1


“yah karena disini tidak ada orang lain, terpaksa aku yang menggantikan bajumu”.


Ha?


Apa?


"Apa yang kamu lakukan?"


"Kamu sudah gila yah?" kata Farah yang sudah tersulut emosi.


Dengan santainya Dimas menjawab.


"Aku hampir gila dengan tubuhmu semalam yang tanpa sehelai benang. Tapi santai saja kamu bukan tipe aku.


Flashback!


Dimas seorang lelaki yang kaya dia anak tunggal. Dimas punya seorang kekasih, namun sayang cintanya kandas di tengah jalan karena pujaan hatinya itu selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ketika itu ia melihat Rani kekasihnya sedang bermesraan dengan sahabatnya Roy disebuah Clube XXXII dia frustasi dan pergi dalam keadaan emosi, tanpa sengaja ia menabrak Farah ditengah jalan dan membawanya ke sebuah apartemen pribadinya.


“Katakan sesungguhnya kamu itu siapa?” kata Farah dengan nada marah.


Ia betul-betul marah dan malu karena ia tahu yang menggantikan bajunya adalah Dimas.


“Oh iya aku Dimas, Dimas Saputra.


Namamu siapa?” kata Dimas sambil mengulurkan tangannya.


“Tidak perlu, kamu tidak perlu tahu siapa namaku. Aku mau pulang, aku takut bibiku khawatir denganku”. Kata Farah


“Keras kepala juga ini cewek, aku suka dengan tantangan” Dimas berkata dalam hati.


“Baiklah kamu boleh pergi”. Kata Dimas


“Sekali lagi aku minta maaf karena harus mengganti pakaianmu, tapi aku berani bersumpah aku tidak melihat apa-apa karena aku menutup mata saat membukanya”. Dimas berkata sambil menahan tawa.


“Ah sudahlah lupakan saja, disesalipun itu percuma. Aku pergi!” kata Farah


Di perjalanan Farah terngiang-ngiang dengan kata-kata Dimas yang telah mengganti pakaiannya dan memutar otaknya.


“Ah tidak-tidak".


"Tidak mungkin". Farah bergumam dalam hati


Tak terasa ia pun sampai di rumah bibi.


“ Farah…Kamu dari mana saja nak bibi khawatir sama kamu, handphone kamu dihubungi juga tidak aktif, kamu tidur dimana semalam?" Tanya bibi Ima dengan raut wajah yang sangat khawatir.


“Maaf bi,aku sudah membuat bibi khawatir”.


Aku….


Aku…

__ADS_1


dengan ragu Farah berkata bohong kepada bibinya.


“Aku kehujanan bajuku basah semua dan semalam aku tidur dirumah temanku Desi” Kata Farah meyakinkan bibinya.


“Syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa” Sahut bibi Ima.


“Maaf bi, aku terpaksa harus berbohong”. Gumam Farah dalam hati.


Seperti biasa Farah melakukan aktifitas dengan bekerja di sebuah restauran XXXII. Pagi itu dia harus berangkat bekerja.


“Hai Desi, kamu sudah lama datangnya?” Tanya Farah


"Belum lama kok” Sahut Desi.


“Kamu ngeliatin siapa, kok dari tadi aku perhatikan menoleh kearah itu? Kamu kenal sama dia?” Tanya Farah penasaran.


“Siapa yang tidak kenal dengan Dimas, masih muda, tampan dan kaya. Dan yang paling penting dia masih lajang.” kata Desi dengan begitu bersemangat.


“Siapa Dimas"


"Dimas Saputra?” Tanya Farah meyakinkan.


“Itu kamu tau, naksir juga yah?” ejek Desi


“Siapa juga yang naksir, kenal aja ngga. Sahut Farah


“Kamu tadi kan sudah tau nama lengkapnya, masa belum kenal? Selidik Desi


“Maksudku belum kenal dekat” jawab Farah dengan gugup.


Sementara Dimas dan temannya yang bernama Angga lagi asyik membahas tentang rencana ke pesta salah satu sahabat mereka.


“Ngomong-ngomong kamu sudah putuskan hubunganmu dengan Rani?” kata Angga memecah kesunyian di antara mereka berdua. Dimas hanya menganggukan kepala untuk menjawabnya


“Aku benar-benar tak menyangka Rani serendah itu Ngga.” Kata Dimas


“Sabar bro masih banyak wanita lain yang cantik yang lebih pantas untukmu”. Angga mengelus lengan sahabatnya itu.


“Kamu bagus Ngga, ada Nia yang selalu setia denganmu. Aku malas ke pesta itu karena disana pasti ada Rani dan Roy”. Kata Dimas dengan wajah cemberut.


“Aku punya ide bagaimana kalau kamu cari cewek yang bisa kamu ajak ke pesta itu. Yah seperti pacar kontrak gitu”. Angga berharap idenya di terima.


Lama Dimas terdiam baru ia menjawab “itu rasanya tak mungkin, mana ada gadis yang mau di kontrak untuk jadi pacar sesaat?” kata Dimas dengan nada putus asa.


hahaha….hahaha…


Angga tertawa terbahak-bahak tanpa sadar banyak yang memperhatikan mereka.


“Jangankan di kontrak jadian beneran juga pasti banyak yang mau. kamu kan ganteng, kaya, sudah pastilah banyak gadis yang mau" Kata Angga dengan yakin.


“Ahh Ngga kamu bisa aja, buktinya Rani aja bisa selingkuhi aku”. Kata Dimas

__ADS_1


“Sudah serahkan sama aku biar semua aku yang tanganin, ok”. Sahut Angga


__ADS_2