Antar Aku Ke Surga

Antar Aku Ke Surga
chapter 11


__ADS_3

Sesampainya di rumah Rendi tak sabar menyampaikan kabar bahagia itu kepada kedua orang tua nya. Rendi pun memutuskan untuk menelfon ibunya.


“Assalamu’alaikum Mah, bagaimana kabar mamah sama papah disana?”


“Alhamdulilah baik Rend”


“Mah Rendi mau bilang, kalau Rendi punya kekasih namanya Farah dan Rendi berniat untuk menikahinya”


“Rendi kalau itu sudah menjadi keputusanmu kami sebagai orang tua akan selalu mendukungmu, asal kamu bahagia kami juga ikut bahagia nak. Minggu depan kami kesitu untuk melamar kekasihmu. Sampaikan salam dari Mamah dan Papah yah kepada Farah”.


“Baik Mah Rendi akan sampaikan. Assalamu’alaikum” rendi menutup telfonnya


'yes, yes, yes.


Rendi melompat-lompat kegirangan di kamar.


Desi yang kebetulan lagi ada di rumah Rendi untuk mengambil barangnya yang ketinggalan pun melihat tingkah Rendi dan bergidik geli ia merasa sepupunya itu sudah tidak waras lagi.


“Semakin hari semakin bucin aja nih anak orang, udah kayak orang gila aja lu Rend” ejek Desi.


“Biarin daripada kamu tuh jomblo abadi gak laku-laku ih, eh Des aku kasih saran yah kalau jomblo tuh jangan kelamaan jadi perawan tua baru tau rasa tuh” ejek Rendi tak mau kalah.


“Sewot banget lu Des, apa kamu tidak terima yah dengan kebucinan ku ini yang sudah tingkat dewa, makanya cari pasangan dong” rendi terus mengejek Desi.


Desi tidak lagi menghiraukan omongan Rendi ia langsung berlalu pergi meninggalkan Rendi.


Keesokan harinya!


“Sayang minggu depan orang tua ku akan datang untuk melamar mu. Apa kamu betul-betul akan siap?” Tanya Rendi.


Air mata Farah mengalir antara bahagia dan sedih.


“Kamu kenapa sayang, kok nangis ada yang salah dari bicaraku” Tanya Rendi bingung.


“Tidak Mas, aku cuma terharu di moment seperti ini tiada ayah, ibu ataupun bibiku yang bisa menyaksikan secara langsung hari bahagia itu”.

__ADS_1


“Sudahlah sayang jangan sedih lagi, mereka juga menyaksikan kamu dari atas sana. Jangan nangis lagi yah sayang nanti cantiknya hilang” Rendi berusaha menenangkan Farah.


Hari yang di nantikan pun telah tiba.


Pertunangan itu di lakukan dirumah Farah dan hanya di hadiri tetangga dan kerabat dekat saja, acara itu juga sangat sederhana.


“Nak, ibu percaya pada pilihan Rendi. Kamu gadis cantik dan baik bahagiakan Rendi karena dia anak saya satu-satunya” ucap Ibu Rendi pada Farah.


“Baik tante, aku akan selalu mencintai Mas Rendi dan selalu setia mendampingi Mas Rendi dengan setulus hati”.


“Baiklah nak, kami permisi dulu, in syaa Allah semua rencana pernikahan ini akan berjalan dengan lancar, dan ingat nak Farah kamu tidak boleh capek-capek bila perlu kamu tidak usah bekerja lagi karena pernikahan kalian akan di laksanakan bulan depan".


"Jaga diri dan kesehatanmu dengan baik, jangan lupa makan dan istirahat yang cukup” ucap Ibu Rendi penuh perhatian.


“Baik tante terima kasih karena sudah menerimaku apa adanya”.


“Assalamu’alaikum kami pamit pulang dulu yah nak”.


“Wa’alaikumussalam, hati-hati di jalan om tante” farah mengantar kedua orang tua Rendi ke depan pagar.


“Mamah, Papah apakah kalian melihat anakmu ini, hari ini Farah telah di lamar seorang pria yang Farah cintai. Mah, Pah, doakan pernikahan Farah lancar sudah cukup selama ini Farah kesepian, tanpa orang-orang yang Farah cintai. Aku yakin kalian semua pasti setuju dengan lelaki pilihanku”.


Farah menangis dengan memeluk foto ayah dan ibunya itu dalam pelukannya. Tanpa terasa ia pun tertidur, hanyut dalam mimpi-mimpi indahnya.


Tiba-tiba handphone Farah berbunyi ia pun terbangun dan mengambil handphonenya.


“Astaghfirullah aku tertidur, siapa yang menelfon ku malam-malam begini”


Di lihatnya nama yang tertera di layar handphonenya “Mas Rendi” Farah langsung mengangkat telepon itu.


“Halo, Assalamu’alaikum mas”


"Wa’alaikumusalam bidadari ku, aku sangat bahagia hari ini. Karena sebulan lagi kamu akan menjadi permaisuri ku dan yang akan selalu bertahta di hatiku". Rayu Rendi yang mampu membuat Farah senyum-senyum sendiri di seberang sana.


"Kamu mengubungi aku hanya mau bilang itu? Ada-ada saja kamu mas. Tapi aku juga bahagia karena kamu sebentar lagi akan menjadi imam ku. Mas udah dulu yah aku masih ngantuk, oh iya Mas besok aku akan mengundurkan diri bekerja di sana".

__ADS_1


"Yah ngga seru dong sayang, kita ngga bisa bertemu setiap hari lagi, tapi aku setuju dengan keputusanmu. Kamu perbanyak istirahat yah biar nanti malam pertama kita kamu punya banyak stamina hahaha". Rendi tertawa


"Ihh Mas Rendi pikirannya mesum".


Seandainya Rendi bisa melihat wajah Farah yang sudah memerah karena menahan malu pasti Rendi akan lebih gemas untuk mengerjai Farah.


"Mas udah dulu yah aku mau lanjut tidur. Selamat malam mas semoga mimpi yang indah, Assalamu’alaikum".


"Iya bidadari ku sayang I love you".


Di pengadilan.


Sidang perceraian Dimas dan Rani sudah selesai dan mereka berdua sudah resmi bercerai. Dimas menghampiri Rani


“Rani sekarang kita sudah resmi bercerai aku harap kamu tidak akan mengganggu hidupku lagi” kata Dimas dengan nada dingin.


“Dim, berikan aku kesempatan kedua, aku akan berusaha menjadi istri yang baik” Rani masih saja memohon mengharap belas kasih dari Dimas.


“Sudahlah Rani sampai kapan pun kita tidak akan pernah bersatu, maafkan aku Rani” Dimas berlalu pergi meninggalkan Rani.


Dimas lalu menemui asisten pribadinya Yoga.


Yoga sekarang tugas kamu mencari seorang wanita yang bernama Farah Andini Putri.yang bekerja di sebuah restoran XXXII mungkin dia masih bekerja disana.


"Maaf Tuan, mengapa Tuan tidak menemui nona Farah sedangkan Tuan sudah mengetahui tempat kerjanya? Maaf Tuan kalau saya lancang".


"Tidak Yoga, aku tidak punya nyali untuk bertemu dengannya dan aku takut kalau dia trauma bertemu denganku. Tapi sekarang aku sadar dia pantas untuk aku perjuangkan. Aku yang telah menodai dia, aku sudah merenggut kesuciannya dan aku berharap aku pula yang akan menjadi orang terakhir baginya". Dimas sangat optimis untuk mendapatkan Farah kembali.


Seandainya kencan malam itu tidak terjadi, mungkin aku akan memperjuangkan Farah dengan cara yang lebih mulia. Sesal Dimas mengingat kejadian waktu itu.


Setelah gagal membujuk Dimas agar memberikan kesempatan kedua untuknya walaupun mereka sudah resmi bercerai. Rani kemudian pergi menemui Roy kekasihnya.


"Roy, sekarang statusku sudah resmi menjadi janda". Keluh Rani pada kekasihnya itu.


"Bagus dong, jujur Rani sekarang ini aku sudah tidak punya niat untuk menghancurkan Dimas".

__ADS_1


Roy berjalan menarik tangan Rani ke dalam pangkuannya, sambil ******* bibir Rani dan tangannya mulai bergelirya di bagian dada Rani menyusuri gunung kembar milik Rani.


__ADS_2