
Malam harinya Dimas mencoba untuk menghubungi Angga. Ia ingin memberitahu kan pada Angga bahwa Desi sedang dirawat di rumah sakit.
'Angga kamu sekarang ada dimana? kamu tahu kalau Desi sekarang sedang dirawat di rumah sakit XXXII.
Begitulah isi pesan Dimas pada Angga. Terlihat centang dua berwarna abu-abu disana.
"Baguslah chatku sudah diterima, semoga Angga segera membalasnya" Kata Dimas sambil memainkan handphone nya.
Angga yang melihat handphone nya berkedip langsung segera mengambil handphonenya.
"Sepertinya ada pesan yang masuk"
Betapa kagetnya Angga saat tahu kalau Desi masuk rumah sakit. Ia pun segera membalas pesan Dimas.
'Kamu nggak bohong kan?
Angga kemudian membalas pesan Dimas.
Dimas membuka pesan dari Angga lalu membalasnya lagi.
'Ya enggak lah. Buat apa aku bohong? Cepat kamu jenguk Desi.
Angga kembali membaca pesan Dimas dan ia berpikir bahwa mungkin saja apa yang di katakan Dimas memang benar. Ia pun kemudian berpikir untuk menjenguk Desi.
Keesokan harinya di Rumah Sakit!
"Permisi Sus, ruangan Desi Pratiwi dimana yah?" Tanya Angga.
"Oh di ruangan sana Pak. Mari saya antar" Ucap Suster tersebut.
Mereka kemudian sampai di ruangan Desi. Angga mengetuk pintu lalu kemudian langsung membukanya.
"Assalamu'alaikum Tante, apa aku boleh masuk?" Tanya Angga dengan ragu.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam mari silahkan masuk nak Angga".
"Bagaimana kondisi Desi Tante?"
"Yah seperti yang kamu lihat dia masih lemah".
Kemudian Angga berjalan mendekati Desi rupanya Desi sedang tertidur pulas pantas saja dia diam saja dan tidak merespon pembicaraan Ibu Rini dan Angga. Angga pun langsung membangunkan Desi.
"Desi bangunlah ini aku Angga" Bisik Angga di telinga Desi.
Samar-samar suara itu terdengar di telinga Desi.
"Apakah benar ini suara Angga, atau hanya khayalanku saja" Gumam Desi dalam hati dengan mata yang masih tertutup.
Tangan Angga kemudian membelai lembut rambut Desi.
"Ini aku Desi. Aku datang untuk menjenguk mu" Kata Angga masih dengan suara berbisik.
Perlahan Desi membuka matanya. Betapa kagetnya ia saat melihat lelaki yang ia cintai kini berada di hadapannya. Desi begitu bahagia saat melihat lelaki yang hampir membuatnya kehilangan harapan untuk hidup itu kini ada di dekatnya. Desi pun langsung memeluk Angga dan menangis dalam pelukannya.
Tiba-tiba Pak Ridwan datang bersama Pak Yusuf dan juga Farhan!
"Eh Nak Angga. Kamu sudah lama datangnya?" Tanya Pak Ridwan.
Angga terkejut dan langsung melepas pelukannya itu.
"Belum om" Jawab Angga dengan ragu.
"Angga. Om sudah mengambil keputusan bahwa om merestui hubungan kalian berdua. Oh iya perkenalkan ini Pak Yusuf dan ini anaknya Farhan yang sempat om jodohkan dengan Desi. Dan Farhan perkenalkan ini Angga kekasih Desi yang om ceritakan tadi" Kata Pak Ridwan memperkenalkan mereka.
Angga merasa canggung dengan situasi saat ini. Bagaimana pun Angga tetap merasa kurang nyaman dengan keluarga Pak Yusuf apalagi dengan Farhan.
Angga pun langsung memeluk Farhan ia merasa berterima kasih pada Farhan karena ia sudah mau melepaskan Desi dan merelakan Desi bersamanya.
__ADS_1
"Terima kasih Farhan sudah mau mengerti dengan situasi ini. Pak Yusuf, Farhan aku benar-benar minta maaf karena sudah membuat keluarga kalian merasa malu, karena ku sehingga pernikahan Farhan jadi batal" Kata Angga merasa bersalah.
"Jangan bicara seperti itu mungkin Desi memang bukan jodohku. Dan kami berdua juga belum pernah bertemu sebelumnya, dan baru kali ini bertemu secara langsung. Tapi harus aku akui kalau Desi memang cantik, dan aku yakin ia punya hati yang juga jauh lebih cantik" Puji Farhan.
Pujian Farhan tersebut mampu membuat wajah Desi terlihat merah merona.
"Hanya satu pintaku padamu tolong bahagiakan Desi dan jaga dia baik-baik. Jangan biarkan ia terluka karena kalau kamu tidak mampu membahagiakan dia maka aku akan merebutnya kembali darimu. Aku siap menyembuhkan setiap luka yang kamu torehkan dihatinya" Ancam Farhan pada Angga.
"Itu tidak akan mungkin terjadi Desi adalah hidupku. Kehilangan Desi berarti aku siap kehilangan nyawaku" Kata Angga dengan yakin.
Mendengar pembicaraan antara dua orang lelaki yang sedang memperebutkan Desi itu tiba-tiba Pak Ridwan dan Pak Yusuf tertawa.
"Wah sepertinya pilihan Desi tidak salah Pak Ridwan ini baru namanya lelaki sejati yang penuh tanggung jawab" Puji Pak Yusuf.
"Iya Pak Yusuf. Keluarga kami sangat berterima kasih kepada keluarga Pak Yusuf yang sudah mau mengerti dengan situasi ini. Jujur aku sangat khawatir kalau keluarga Pak Yusuf malah mempersulit keadaan kami" Ucap Pak Ridwan merasa tak enak hati pada sahabatnya itu.
"Pak Ridwan kamu tidak boleh berpikiran seperti itu. Bagaimana pun cinta tidak bisa di paksakan dan soal jodoh Allah sudah atur. Desi mungkin belum berjodoh dengan Farhan dan aku yakin Allah sedang mempersiapkan jodoh terbaik buat anakku Farhan" Kata Pak Yusuf dengan bijak.
Pak Ridwan merasa terharu mendengar jawaban dari sahabatnya itu. Mereka berdua pun saling berpelukan. Kemudian Pak Yusuf dan Farhan berpamitan untuk pulang.
"Pak Ridwan, Ibu Rini kami permisi mau pamit pulang. Angga jaga Desi baik-baik yah, ingat Kata Farhan tadi kalau kamu tidak mampu menjaga Desi dengan baik Farhan akan merebut Desi kembali" Gurau Pak Yusuf yang membuat orang yang berada di ruangan itu tertawa.
Setelah kepergian Pak Yusuf dan anaknya suasana di dalam ruangan kembali hening. Tak ada lagi yang mengeluarkan suara, semuanya terasa kaku. Kemudian Angga pun berusaha untuk mencairkan suasana dan mulai berbicara.
"Om, aku berniat untuk melamar Desi secepatnya setelah ia sembuh nanti" Kata Angga memecah keheningan.
"Baik. Kalau itu keputusan kamu om setuju, om hanya berharap semoga orang tuamu bisa menerima Desi apa adanya, Karena om tahu kehidupan keluarga kita sangatlah berbeda" Jelas Pak Ridwan.
"Baiklah om aku akan segera menghubungi orang tuaku untuk memberitahukan mereka mengenai hal ini" Kata Angga.
"Kalau boleh om tahu orang tuamu ada dimana sekarang?" Tanya Pak Ridwan penasaran.
"Orang tuaku saat ini tinggal di London bersama adik laki-laki ku. Mereka sibuk mengurusi perusahaan yang ada disana sedangkan aku mengurus perusahaan Ayah yang disini. Aku punya seorang kakak perempuan yang bernama putri ia menikah dengan seorang ustadz namanya ustadz Akbar dan ia tidak di izinkan suaminya untuk bekerja di perusahaan Ayah jadi aku yang menghandle semuanya sendirian" Kata Angga panjang lebar.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Angga tentang keluarganya Pak Ridwan merasa rendah diri ia sangat khawatir kalau orang tua Angga tidak bisa menerima putrinya sebagai menantu di keluarga mereka karena perbedaan derajat dalam kehidupan kedua keluarga itu.