Antar Aku Ke Surga

Antar Aku Ke Surga
chapter 2


__ADS_3

Keesokan harinya, tanpa sengaja Angga dan Farah bertemu di restauran itu lagi. Farah yang membawa minuman untuk seorang tamu tiba-tiba tak sengaja menabrak Angga yang baru saja datang. Sehingga jus itupun tumpah dan membasahi baju Jas Angga. Farah terlihat takut


“Maaf, maaf Tuan”. Farah benar-benar panik


Angga terlihat marah besar.


“Kamu pikir dengan maaf kamu bisa mengeringkan jas mahal saya? Kamu harus membayar nya!” kata Angga dengan raut wajah yang sangat marah.


“Tapi saya tidak sengaja Tuan” Farah pun tak mau kalah.


“Sengaja atau tidak kamu tetap harus membayarnya” Angga tak kalah marahnya.


“Berapa Tuan?” Tanya Farah


“Tidak banyak hanya 50 juta”. Jawab Angga


Mendengar hal itu membuat Farah kaget dan hampir pingsan. Angga yang melihat ekspresi Farah langsung berkata “kenapa, kamu tidak sanggup membayarnya? Baiklah saya punya penawaran untuk kamu” kata Dimas menawarkan.


“Apa itu Tuan?” Tanya Farah


“Datanglah sebentar malam di restauran XXXII jam 8 kita ketemu disana, dan jangan lupa dandan yang cantik”. Jelas Dimas


Tanpa berpikir panjang Farah langsung mengiyakannya.


“Des. Bisa minta tolong nggak? Bantu aku dulu Des” kata Farah dengan nada memohon.


“Bantuin untuk apa?” Tanya Desi penuh heran


Farah pun menceritakan kejadian tadi siang tentang dirinya.


“Jadi aku harus bantu apa Ra?” Tanya Desi bingung.


“Aku tidak punya gaun yang cantik, bahkan aku tidak tau berdandan dengan cantik” Ucap Farah.


“Oh, soal itu gampang sebentar kamu ke rumahku aja nanti aku siapkan baju untuk kamu dan sekalian aku dandanin kamu” Kata Desi dengan semangat.


“Ok. Makasih Des kamu memang sahabatku yang paling baik”. Puji Farah


Jam 8 pun tiba Farah dengan anggunnya memakai gaun berwarna navy dan rambut yang diurai cantik. Benar-benar sempurna membuat semua lelaki terpesona.


Di restauran


Angga dan Dimas sudah menunggu kedatangan Farah. Dimas yang tidak tahu apa rencana Angga mengajaknya makan malam di restoran tersebut jadi curiga dan mulai bertanya.


“Sebenar nya apa sih yang kamu rencanakan Ngga?” Tanya Dimas penuh selidik


“sabar sebentar kamu juga akan tahu”.


Belum lama setelah itu Farah datang dan menghampiri mereka. Dimas dan Farah sama-sama terkejut. Tak menyangka bahwa mereka akan bertemu lagi di tempat itu.


“Kamu” Farah menunjuk ke Dimas.

__ADS_1


“Ngapain kamu kemari?” Tanya Farah lagi.


“Hei jaga mulut kamu justru aku yang bertanya untuk apa kamu kemari?” Tanya Dimas dengan nada sedikit emosi


Angga langsung menengahi percakapan mereka


“Aku yang mengundang gadis ini kesini. Silahkan duduk, maaf nona siapa nama anda?” Tanya Angga dengan sopan


“Farah Andini Putri” jawab Farah


“Nama yang cantik, secantik orangnya” puji Angga


Lain halnya dengan Dimas yang masih menyimpan banyak pertanyaan di seputar otaknya. Tapi hati kecilnya tak bisa memungkiri bahwa Farah memang sangat cantik malam ini.


Tanpa basa-basi Angga langsung menjelaskan maksudnya untuk mereka berdua. Farah sempat menolak untuk menjadi pacar kontrak, namun apa daya Farah tak punya uang sebesar 50 juta untuk menebus jas Angga. Dimas hanya bisa pasrah.


“Ok. Tapi hanya satu malam saja yah. Deal?” kata Farah sambil mengulurkan tangannya


“Deal”. Dimas pun mengulurkan tangannya


Mereka pun berjabat tangan tanda setuju.


Akhirnya malam yang dinanti pun tiba, Dimas yang terlihat dengan gagah menggunakan jas berwarna maroon, senada dengan gaun yang dipakai oleh Farah warna maroon dan terlihat sangat anggun dan elegan. Sangat sempurna, hingga membuat mata Dimas tak berkedip melihatnya.


“Apa Tuan sudah siap?” Tanya Farah


Dimas terkejut saat Farah bertanya padanya.


“Kita berpamitan dulu sama bibiku yah” lanjut Farah


“Baiklah’. Sahut Dimas


Dimas tidak menolak keinginan Farah untuk berpamitan pada bibinya.


“Bibi aku dan Farah pergi dulu yah.” pamit Dimas dengan sopan


“Hati-hati nak, jaga Farah dengan baik”. Jawab bibinya Farah


“Iya bi, kami pergi dulu yah bi” sambung Farah


Walaupun Dimas terlahir dari keluarga kaya namun orang tuanya selalu mengajarkan Dimas etika yang baik dan sopan santun terhadap orang yang lebih tua.


Gedung yang begitu besar dan mewah dan tentunya di hadiri dari kalangan dermawan. Suasana pesta semakin ramai, kedua pengantin telah bersanding di singgasananya. Dengan rasa ragu Dimas menggandeng tangan Farah, Dimas takut Farah salah paham.


“Tenang Farah"


"Tenang-tenang” gumam Farah dalam hati.


Farah berusaha untuk berkompromi dengan pikirannya, sementara jantungnya kian memacu dengan cepatnya. Dimas mengerti dengan perasaan Farah ketika melihat wajah Farah yang sedikit memucat.


“Maaf, adegan ini terpaksa aku lakukan untuk membuktikan kepada Rani bahwa aku sudah move on dari dia”. Jelas Dimas

__ADS_1


Farah hanya mengangguk tanda mengerti. Angga yang dari tadi menunggu mereka langsung menjemput Farah dan Dimas. Sementara di tempat lain Rani memperhatikan Farah dan Dimas yang sepertinya tidak canggung lagi memamerkan kemesraannya di hadapan orang.


“Secepat itukah Dimas kamu melupakanku? Aku tidak terima Dimas.awas saja kamu Dimas, aku akan merebutmu kembali ”gumam Rani tersulut emosi.


Dengan gaya genitnya Rani mendekati mereka berdua.


“Hai sayang. Dimas siapa wanita ini?” Rani menunjuk ke arah Farah.


“Apa dia pacar kamu? Sayangnya aku tidak percaya, dia bukan tipe kamu Dimas aku tau hal itu” Jelas Rani.


Dengan senyum kecut Dimas menjawab dengan tegas.” Apakah kamu tidak percaya dia kekasihku? Tanya Dimas.


Dengan erat Dimas memeluk pinggul Farah, membuat mata Farah melotot.


“Kalau kamu semudah itu menghianati ku, mengapa tidak aku juga bisa mencari gantimu. Bahkan lebih darimu, iya kan sayang?” kata Dimas


mendengar hal itu membuat Farah semakin gugup untuk menjawabnya.


“Ayo, sayang kita ambil minuman dulu yang di sana” Lanjut Dimas.


Sambil menggenggam tangan Farah dengan mesra. Mereka berdua melangkah meninggalkan Rani dalam keadaan cemburu dan marah.


“ Hai om”. sapa Dimas kepada Ayah Angga


“Hai Dimas, ini siapa?” Tanya ayah Angga


“Oh iya kenalkan dia Farah om” jelas Dimas


“Dia pacar kamu?” Tanya Ayah Angga lagi.


Dimas memandang Farah lalu menjawab “iya, dia pacar aku om” jawab Dimas


“Kamu pandai yah Dim, mencari wanita yang secantik ini. Om yakin kalau kalian pasti berjodoh”. Puji ayah Angga


“iIhh amit-amit”. Lirih Farah dalam hati.


“Kami kesana dulu yah om”. Pamit Dimas kepada ayah Angga.


“Tuan apakah semua orang harus tahu kalau aku adalah pacar Tuan, dan wanita tadi itu mantan Tuan yah?” Tanya Farah penasaran.


“Kenapa, kamu tidak mau melanjutkan adegan ini?” Tanya Dimas lagi.


“Bukan begitu maksud saya Tuan, bagaimana kalau semua orang tahu kalau ini cuma pura-pura saja kan malu dong”. Jelas Farah


“Siapa yang malu? Aku tidak malu. Aku bilang aja sama semua orang kalau aku sudah bosan sama kamu”. Sahut Dimas dengan santainya.


“Dasar yah, orang kaya mah bebas berbuat apa saja"


"Sabar-sabar”. Farah mengelus dadanya yang sudah terasa sesak.


“Ini hanya seminggu, setelah itu utang kamu lunas”. Gumam farah dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2