Antar Aku Ke Surga

Antar Aku Ke Surga
Chapter 26


__ADS_3

Setelah mendapatkan restu dari orang tua Desi tentang hubungan mereka dan keseriusan Angga untuk segera melamar Desi. Angga kemudian memutuskan untuk pamit pulang dari rumah sakit.


"Om, Tante aku permisi mau pulang dulu. Desi jaga kesehatan mu baik-baik, makan yang banyak jangan mogok makan lagi biar cepat sembuh" Kata Angga sembari menggoda Desi.


Desi pun membalasnya dengan senyuman bahagia. Ia merasa malu pada Angga karena kelakuan nya yang ia pikir terlalu kekanak-kanakan dengan mogok makan dan menyiksa diri sendiri. Tetapi ia tidak punya cara lain dan tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk merubah keputusan Ayahnya agar ia tidak dinikahkan dengan lelaki yang tidak ia cintai.


Di rumah Farah!


"Farah aku boleh ikut masuk ngga?" Tanya Dimas.


"Boleh Pak tapi jangan sering-sering yah, ini tuh kampung jadi rawan gosip dan gampang untuk menyebarkan fitnah" Jawab Farah.


"Kalau menginap semalam disini boleh?" Tanya Dimas mulai ngawur.


"Itu kalau Pak Dimas mau rumah ini ada hujan batu nya" Kata Farah.


"Maksud kamu hujan batu bagaimana Ra?" Kata Dimas heran.


"Ia karena Pak Dimas rumah ini akan di lempar tetangga dengan batu, masa ia kita tinggal seatap padahal belum menikah" Kata Farah.


'Oh begitu.


Dimas mengangguk tanda mengerti.


Farah kemudian menyuruh Bi Surti membuat minuman untuk Dimas.


Bi Surti kemudian datang membawa nampan berisi segelas kopi panas untuk Dimas.


'Permisi Tuan ini minumannya.


"Tuan Dimas, Non Farah ehemm anu Bibi minta izin mau pulang kampung beberapa hari mau nengokin cucu yang sedang sakit katanya rindu sama neneknya" Kata Bi Surti dengan terbata.


"Apakah boleh Tuan?" Tanya Bi Surti ragu.


Tatapan mata Bi Surti penuh harap menanti jawaban dari majikannya itu.


Farah yang merasa iba pada Bi Surti pun langsung mengiyakan.


"Iya Bi silahkan saja, tapi janji yah jangan lama-lama" Kata Farah.


"Iya Non Farah terima kasih. Tapi Non, Bibi jadi kepikiran kalau Bibi tidak ada disini siapa yang akan membantu Non Farah jika Non Farah membutuhkan sesuatu?" Tanya Bi Surti bingung.

__ADS_1


Tiba-tiba Dimas memotong pembicaraan mereka!


'Kan ada aku.


"Aku yang akan menjaga Farah disini" Sahut Dimas dengan yakin.


"Bi Surti tidak usah pusing memikirkan hal itu. Kapan Bibi akan berangkat?" Tanya Dimas.


"Besok pagi Tuan" Jawab BI Surti.


"Oke baiklah Bi. Berarti aku akan menginap disini setelah Bi Surti pergi. Bolehkan Farah?" Tanya Dimas menyeringai.


Mata Farah melotot mendengar keinginan Dimas yang tidak masuk akal baginya.


Bi Surti pun pamit dari hadapan majikannya itu untuk beres-beres sebelum berangkat pulang.


"Pak Dimas kan tadi aku sudah bilang kalau ini tuh kampung kalau Pak Dimas mau tinggal serumah denganku apa kata tetangga Pak? Nanti kita berdua akan menjadi bahan omongan mereka" Kata Farah.


"Yah nggak usah di tanggapi biarkan mereka mau ngomong apa kita cukup diam saja. Toh kita tidak berbuat sesuatu yang melanggar aturan. Jangan terlalu di pikirin Ra." Jawab Dimas dengan santai.


"Ok fix. Besok pagi aku akan kemari dan akan menginap disini sampai Bi Surti pulang, aku pamit pulang dulu Ra. Assalamu'alaikum" Kata Dimas sambil berlalu pergi.


Farah hanya menjawab salam Dimas dalam hati. Ia benar-benar pusing di buat Dimas. Ia pun jadi teringat Desi sahabatnya itu.


"Lama-lama aku stress kalau begini. Aku harus berusaha agar cepat berjalan, aku tidak boleh menyusahkan Dimas terlalu lama. Aku takut ia semakin jatuh cinta padaku, karena jujur aku belum bisa membalas cintanya. Aku masih mencintai Mas Rendi, bagiku Mas Rendi masih hidup, ia masih tetap hidup di hatiku." Kata Farah berbicara dengan dirinya sendiri.


Kini raut wajah Farah kembali bersedih saat mengingat kekasihnya itu yang telah pergi untuk selama-lamanya.


Farah kemudian memanggil Bi Surti untuk mengantarkannya ke kamar untuk beristirahat. Bi Surti datang lalu mengantarkan Farah ke kamarnya. Bi Surti merasa bersalah karena harus meninggalkan majikannya itu.


"Non Farah. Sekali lagi Bibi minta maaf karena harus pergi meninggalkan Non Farah beberapa hari" Kata Bi Surti merasa bersalah.


"Sudahlah Bi tidak apa-apa. Tolong sampaikan salam ku pada anak dan cucu Bibi yah" Kata Farah dengan ramah.


"Iya Non" Jawab Bi Surti.


Keesokan harinya!


Bi Surti nampak telah bersiap-siap untuk berangkat. Ia kemudian menyapa Farah dan memberitahukan pada Farah bahwa ia sebentar lagi akan berangkat.


Ia juga sudah mempersiapkan segala keperluan Farah dan sudah memasak banyak makanan agar nanti Dimas tidak terlalu kerepotan mengurus Farah sendirian.

__ADS_1


Farah kemudian menyodorkan sedikit uang untuk Bi Surti untuk membelikan oleh-oleh kepada keluarganya dan untuk keperluan mereka.Bi Surti merasa sangat bersyukur mendapatkan majikan yang sangat baik seperti Farah. Ia pun kemudian berpamitan pada Farah.


Setelah hampir satu jam kepergian Bi Surti. Akhirnya Dimas datang.


Tok... Tok... Tok...


Dimas mengetuk pintu rumah Farah.


"Assalamu'alaikum Farah, ini aku Dimas tolong buka pintunya" Kata Dimas.


'Wa'alaikumussalam.


"Pak Dimas ngapain sih pagi-pagi sudah datang?" Gerutu Farah dalam hati.


Ia kemudian mendorong kursi rodanya untuk membuka pintu.


"Mari Pak silahkan duduk" Kata Farah dengan sopan.


"Terima kasih Farah. Apa Bi Surti sudah berangkat?" Tanya Dimas.


"Sudah Pak. Bi Surti berangkat sejam yang lalu" Jawab Farah.


"kalau begitu sebentar malam aku akan tidur disini dong" Kata Dimas sambil senyum-senyum.


Mendengar hal itu Farah mengerutkan keningnya.


"Yang benar saja Pak. Apa kata orang nantinya?" Protes Farah.


"Terus kalau aku tidak tidur disini siapa yang jagain kamu? gimana kalau nanti ada orang jahat terus merampok rumah kamu, terus ehemm" Kata Dimas.


Dimas menggantung kalimat itu untuk menakuti Farah.


'Terus Apa?


Tanya Farah penasaran.


"Terus ada orang yang memperkosa kamu. Memangnya kamu bisa melawan preman?" Tanya Dimas sedikit mengejek.


"Yang benar saja Pak. Justru aku takut kalau Pak Dimas menginap disini bisa saja Pak Dimas yang jadi premannya" Kata Farah.


Dimas terdiam mendengar jawaban Farah. Ia merasa bersalah pada Farah. Ia berpikir kalau Farah masih merasa trauma saat bersamanya apalagi hanya berdua dengannya.

__ADS_1


Mengingat kejadian masa lalu yang membuat dirinya melakukan hal hina sehingga membuat hidup Farah hancur dan membuat ia terus di hantui perasaan bersalah. Tetapi ia juga tidak tega meninggalkan Farah dirumah sendirian tak ada yang membantu nya jika memerlukan sesuatu.


__ADS_2