
Kalau sudah begini Rani tak berdaya lagi, ia pasrah saja dengan apa yang akan di lakukan Roy padanya. Ia akan meladeni permainan panas dari Roy.
"Sayang, aku menginginkannya. Aku sudah rindu seminggu kamu tidak pernah lagi mendatangiku. Kamu sibuk membujuk Dimas tapi tidak berhasil juga, sekarang mari kita nikmati bersama permainan ini" Roy sudah tidak mampu menahan hasratnya.
Tentunya malam itu menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.
“Desi hari ini aku akan mengundurkan diri dari sini, aku datang untuk berpamitan padamu dan teman-teman yang lain” ucap Farah dengan nada sedih.
Sebenarnya Farah masih ingin bekerja tapi ia hanya ingin menuruti apa yang di katakan oleh calon ibu mertuanya. Desi dan Farah pun berpelukan, Rendi melihat mereka dari jauh tak mau mengganggu adegan itu.
“Tapi Ra bukan berarti kamu tidak akan pernah datang ke restoran ini lagi kan? Tanya Desi.
“Iya Des nanti aku bakal jalan-jalan ke restauran ini kok, aku kan ngga keluar negeri Des jaraknya juga tidak terlalu jauh, lagian Mas Rendi juga kerja disini, jadi aku bisa dong jalan kemari nengokin kamu sama teman-teman yang lain” kata Farah.
Dari sudut ruangan tempat Farah dan Desi berbincang ada seorang lelaki yang memperhatikan mereka berdua. Saat Farah hendak pulang lelaki itu pun mengejar Farah dan menepuk punggung Farah.
“Kamu Farah kan” Tanya lelaki itu
Farah menoleh mendengar suara itu. Suara itu tak asing di telinganya.
"Iya aku Farah"
"Maaf Farah aku hampir saja tidak mengenalimu, kamu terlihat begitu cantik dengan berhijab" Puji Angga.
Yah lelaki itu tak lain adalah Tuan Angga Prasetya.
“Terima kasih Tuan” ucap Farah.
"Farah boleh kita bicara berdua sebentar?" Tanya Angga.
"Boleh Tuan, tapi disini saja aku takut nanti ada fitnah" jawab Farah
"Baiklah Farah, aku minta maaf. Karena aku musibah itu terjadi padamu, tapi perlu kamu tahu bahwa itu bukanlah murni kesalahan Dimas. Dia juga menjadi korban dari kejahatan Rani. Rani yang telah mencampuri obat perangsang itu pada minuman Dimas waktu itu". Jelas Angga
"Cukup Tuan, aku tidak ingin membuka luka itu lagi, di sini belum kering Tuan" Ucap Farah sambil memegang dadanya, air matanya pun kembali jatuh saat mengingat kejadian yang membuatnya merasa terhina.
"Maaf Farah aku tidak bermaksud seperti itu, kamu tahu sekarang Dimas sedang mencari mu dia ingin memperjuangkan mu" kata Angga meyakinkan.
"Untuk apa Tuan Dimas mencari ku? Aku sudah memaafkan dia, aku tidak butuh pertanggung jawabannya lagi. Karena saat ini sudah ada lelaki yang mau menerimaku apa adanya" jawab Farah dengan yakin.
__ADS_1
Farah mengangkat tangannya dan memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya yang menandakan bahwa ia sudah terikat hubungan dengan orang lain.
“Aku sudah bertunangan dan sebulan lagi aku akan menikah. Jadi tolong sampaikan pada Tuan Dimas jangan mencari ku lagi karena aku sudah menemukan kebahagiaanku permisi Tuan" pamit Farah.
Farah berlalu pergi meninggalkan Angga yang masih terdiam mencerna perkataan Farah.
Keesokan harinya Dimas bertemu dengan Angga. Angga kemudian mengajak Dimas untuk makan bersama di restoran tempat Farah dulu bekerja.
"Dimas kamu mau pesan apa?"
"Terserah kamu aja Ngga".
Dimas sepertinya lagi bad mood.
Setelah memesan makanan tak lama kemudian makanan pun datang. Dan yang membawa makanan tersebut adalah Desi.
"Kamu". Tunjuk Angga
"Eh Tuan, maaf Tuan ini pesanannya". dengan sopan Desi meletakkan makanan itu di atas meja.
"Makasih yah". Ucap Angga
"Iya. Selamat menikmati makanannya Tuan". Desi mempersilahkan dengan ramah.
Desi tersenyum, dengan senyuman yang sangat manis sekali yang mampu membuat lelaki tak bisa tidur.
"Iya Tuan".
Dimas tiba-tiba memotong pembicaraan mereka “kalian saling kenal?”
Angga langsung menjawabnya “kami hanya tau nama saja”. Kemudian Angga dengan gaya genitnya melirik Desi dengan sengaja menaikkan alisnya, kemudian mengedipkan matanya untuk menggoda Desi. Desi pun tersipu malu di buatnya.
"Tapi bolehkan kalau kenal lebih jauh?" Lagi-lagi Angga menggoda Desi.
"Ah Tuan bisa saja". Desi betul-betul merasa canggung di buat Angga.
"Desi aku boleh minta nomor WhatsApp mu ngga?" Tanya Angga.
"Iya boleh Tuan". Desi kemudian menulis nomor WhatsApp nya di selembar kertas.
__ADS_1
"Wah wah wah kayaknya ada yang mau PDKT nih". Ucap Dimas sambil bertepuk tangan seolah memuji cara Angga dalam melakukan pendekatan ke Desi.
"Ingat disini masih ada aku". ujar Dimas
"Maaf Tuan aku permisi". Desi berlalu pergi meninggalkan kedua lelaki tampan itu.
"Ngga kamu serius ingin kenal gadis itu lebih jauh?" Dimas yang dari tadi tidak mengerti dengan pikiran Angga.
"Masih banyak loh di luaran sana gadis yang cantik, modis, dan seksi". Ujar Dimas
"Dimas, Desi itu tipe cewek yang selama ini aku cari cantik, ramah dan sederhana. Buat apa mencari wanita cantik dan seksi kalau kelakuannya tidak baik". Angga berusaha menjelaskan isi pikirannya pada Dimas.
Dimas hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi betul juga sih Ngga, mungkin karakter Desi 11-12 dengan Farah. Sayangnya baru semalam aku mengajaknya kencan aku sudah membuatnya hancur dan menjauh dariku". Kata Dimas dengan suara agak sedikit lemas.
"Dimas kamu tahu apa maksudku kenapa aku mengajak kamu makan di restoran ini?"
"Memangnya kenapa Ngga?"
"Ini adalah restauran tempat Farah bekerja dulu".
"Aku tahu". Dimas langsung memotong pembicaraan Angga.
Tanpa sadar Angga memukul lengan Dimas. “dasar kamu yah orang belum selesai ngomong juga kamu langsung memotong begitu saja”. Angga merasa kesal dengan Dimas karena seenaknya saja memotong pembicaraannya.
"Dengar yah Dim, aku ingin bercerita tentang Farah" kata Angga dengan nada seriusnya.
Baru saja Dimas mau ngomong Angga langsung menegurnya.
"Jangan di potong lagi aku belum selesai ngomong Dim, kamu bisa diam ngga sih?" Tanya Angga mulai kesal di buat Dimas.
"Kalau kamu ngga bisa diam aku ngga mau lanjutin nih". Angga pura-pura merajuk.
"Iya maaf Ngga. Ya udah lanjut deh ngomongnya aku mau dengar" Akhirnya Dimas mempersilahkan Angga untuk berbicara.
"Kemarin aku bertemu Farah di restauran ini. Kamu tahu Farah sekarang sudah berhijab, dia terlihat lebih cantik dan anggun sekali dengan hijabnya. Aku nyaris tak mengenalnya, aku juga sempat berbicara dengan dirinya tentang penyesalan mu".
"Tapi sayangnya saat ini dia sudah punya kekasih dan sebentar lagi akan menikah". Kata Angga dengan hati-hati takut Dimas nanti merasa kecewa.
__ADS_1
"Apa benar apa yang kamu katakan itu Ngga?" Dimas bertanya seakan tak percaya.
"Kalau itu memang benar aku akan membatalkan pernikahannya, aku akan merebutnya kembali. Hanya aku yang boleh memiliki Farah" Kata Dimas dengan yakin.