
Angga kemudian mendekati Desi dan memeluk tubuh Desi dengan sangat erat. Desi berusaha untuk melepaskan pelukan suaminya itu tetapi tidak bisa. Ia pun beralasan untuk pergi ke kamar mandi.
"Mas aku mau mandi dulu yah" Kata Desi beralasan.
Angga langsung menarik tangan Desi.
"Tidak perlu sayang aku sudah tidak sabar".
Angga kemudian langsung ******* bibir Desi dengan penuh nafsu. Tangannya mulai masuk ke dalam baju Desi menyusuri gunung kembar milik Desi.
"Apa kamu sudah siap sayang?" Tanya Angga.
Desi hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah sayang kita mulai permainannya" Kata Angga mulai menggila setelah melihat bentuk tubuh Desi.
Sepasang pengantin baru itu larut dalam kenikmatan surga dunia. Angga begitu lihai dalam permainan panas itu sehingga membuat Desi tak henti-hentinya mengeluarkan suara desahan kenikmatan yang ia rasakan. Malam pertama itu berhasil mereka lalui dengan beberapa ronde permainan yang membuat mereka kehilangan banyak tenaga dan membuat mereka terkulai lemas. Setelah puas dengan permainan itu merekapun memutuskan untuk tidur.
Di sebuah Clube!
Dimas hanya bisa melampiaskan perasaan gundahnya dengan pergi ke sebuah Clube tempat yang sering ia kunjungi untuk melepaskan kepenatannya.
"Farah kurang apa aku di matamu, apa selama ini hatimu benar-benar tertutup untukku. Apa tidak ada kesempatan lagi untukku Ra?" Gumam Dimas berbicara dengan dirinya sendiri.
Sambil memegang segelas minuman beralkohol di tangannya, saat ini ia benar-benar merasa frustasi. Setelah puas menikmati minumannya ia memutuskan untuk pulang. Saat hendak keluar dari Clube itu Dimas terjatuh, ia kemudian mencoba bangkit lalu berjalan mendekati parkiran. Tiba-tiba ia mendengar ada orang yang memanggil namanya.
'Dimas.
Teriak Miska yang tidak lain adalah sahabat lamanya. Miska berprofesi sebagai seorang Dokter. Dimas dengan sisa kesadarannya pun menyadari keberadaan sahabat lamanya itu.
'Miska. Kata Dimas.
__ADS_1
"Dimas kamu mabuk berat yah? Apa yang membuatmu begini? Apa semua ini ada kaitannya dengan Rani?" Selidik Miska.
"Tidak Miska. Ini tidak ada hubungannya dengan Rani" Kata Dimas.
"Lalu sebenarnya kamu kenapa?" Kata Miska penasaran.
"Sudahlah Mis, nanti aku jelasin. Sekarang aku mau pulang" Pamit Dimas.
Miska kemudian mengantarkan Dimas pulang tetapi bukan ke apartemen Dimas melainkan ke tempatnya. Dimas tidak ingin pulang ke apartemennya ia ingin menenangkan pikirannya.
Dimas kemudian mengirimkan pesan untuk Yoga untuk mengambil mobilnya di parkiran Clube XXXII. Lalu ia pergi bersama Miska dengan menggunakan mobilnya yang dibawa kemudi Miska.Dimas masuk ke dalam mobil sambil terus memijat kepalanya yang terasa pusing.
"Tadi aku juga masuk di Clube itu, tapi aku tidak melihatmu" Kata Miska.
"Oh ya, jadi kamu minum juga?" Tanya Dimas penasaran.
"Enggak. Temanku Kesya tadi ada disana makanya aku menyusulnya disana. Tetapi akhirnya ia pulang duluan meninggalkan aku setelah bertengkar dengan kekasihnya" Kata Miska bercerita.
Miska kemudian melajukan mobil Dimas dengan kecepatan sedang. Ia mengatakan bahwa dirumahnya sedang tidak ada orang. Jadi hanya ada mereka berdua nanti disana.
"Yah nggak mungkinlah aku nggak nafsu sama kamu" Kata Dimas sedikit mengejek sahabatnya itu.
Mendengar perkataan Dimas. Miska memukul lengan Dimas dengan kuat.
"Enak saja mengejekku seperti itu, kalau aku telanjang bulat di depan kamu apa kamu tidak bernafsu juga melihatku?" Tanya Miska dengan sedikit kesal.
"Tidak Miska. Aku tidak bergairah pada wanita lain kecuali dengan istriku Farah" Kata Dimas sambil tersenyum kecil.
"Siapa wanita itu?" Gumam Miska dalam hati.
Ia sangat penasaran dengan Farah setelah mendengar penjelasan Dimas tentang istrinya itu.
__ADS_1
Dimas dengan semangat menceritakan bagaimana hubungannya dengan Farah wanita yang sangat ia cintai itu. Miska mendengar cerita Dimas dengan seksama. Ia mengira bahwa Dimas masih menjalin hubungan dengan Rani. Karena dulu ia sempat mendengar kabar bahwa Rani dan Dimas menikah. Lalu Dimas menjelaskan kembali bahwa pernikahan nya dengan Rani tidak berlangsung lama karena Rani berselingkuh dengan sahabatnya Roy.
Miska begitu terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka Roy mengkhianati sahabatnya Dimas padahal mereka adalah teman lama sejak SMA.
"Kalau aku tahu Rani akan mengkhianati mu aku akan perjuangkan cintaku saat itu Dimas" Lirih Miska dalam hati.
"Lalu siapa Farah?" Tanya Miska.
Dimas kemudian menceritakan tentang Farah dan perihal rumah tangganya dan Farah. Miska hanya bisa memberikan dukungan untuk Dimas agar tetap mempertahankan rumah tangganya. Miska berusaha untuk menjadi teman curhat yang baik untuk Dimas, padahal saat itu hatinya sangat sedih dan kecewa.
Baru saja ia bahagia saat mendengar kabar Dimas dan Rani sudah bercerai ternyata sekarang Dimas sudah menikah dengan wanita yang sangat ia cintai. Miska merasa bahwa takdir memang tidak menginginkan mereka untuk bersatu. Karena sejak SMA sampai sekarang pun cintanya terhadap Dimas hanya bertepuk sebelah tangan.
"Dimas malam ini kamu bisa tidur disini, tetapi besok kamu harus pulang ke apartemenmu. Jangan biarkan Farah merasa khawatir" Miska mencoba menasehati Dimas.
"Tidak Miska, Farah tidak pernah mengkhawatirkan aku buktinya sampai sekarang ia tidak menghubungiku" Kata Dimas sedikit kecewa.
"Ya sudah terserah kamu saja, aku mau tidur besok aku pergi kerja. Selamat Malam Dimas" Kata Miska berlalu meninggalkan Dimas.
"Selamat Malam" Jawab Dimas.
Di apartemen Dimas!
Farah bangun untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh. Ia melirik ke sofa tempat Dimas tidur tetapi tidak ada Dimas disana.
"Dimana dia apa dia tidak pulang semalaman? Apa dia marah dan kecewa padaku?" Tanya Farah pada dirinya sendiri.
kemudian ia sholat subuh setelah selesai sholat ia berdoa memohon ampun pada sang Maha pencipta.
"Ya Allah ampuni aku, aku tahu ini semua salahku. Dimas berhak mendapatkan cintaku karena dia adalah suamiku. Tetapi jujur aku tidak bisa melupakan Mas Rendi. Justru aku merasa sudah mengkhianati Mas Rendi" Kata Farah dalam doanya.
Sambil berlinangan air mata ia berharap agar diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menerima semua ujian yang telah digariskan untuknya.Setelah selesai berdoa Farah kemudian mengambil Al-Qur'an lalu membacanya dengan suara yang merdu.
__ADS_1
Setelah selesai ia kemudian menuju dapur untuk melakukan aktivitas nya seperti biasa yaitu memasak untuk suaminya itu. Begitulah drama dalam rumah tangga mereka semua tugas sebagai seorang istri Farah melakukan nya dengan baik tetapi tidak dengan kewajibannya yang lain yaitu melayani suami di dalam kamar, Farah belum bisa memenuhi kewajibannya itu.
Sebenarnya ada rasa khawatir dalam hati Farah saat Dimas belum pulang sampai sekarang tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.