Antar Aku Ke Surga

Antar Aku Ke Surga
Chapter 28


__ADS_3

Dimas yang melihat Farah menangis merasa kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa.


"Sekarang aku harus bagaimana? Aku bingung Ra? Sebenarnya salahku itu dimana? Aku hanya ingin membantu kamu. Apa itu salah? "Tanya Dimas seolah-olah merasa tak bersalah.


Farah semakin kesal mendengar pertanyaan Dimas yang kedengarannya konyol itu. Ia pun mengambil bantal yang ada didekatnya dan memukul-mukul kan ke tubuh Dimas.


'Aku benci kamu Pak Dimas.


'Aku benci.


Teriak Farah dengan nada emosinya.


"Keluar Pak Dimas!" Bentak Farah.


Bukannya keluar dari rumah itu. Dimas justru malah mendekap tubuh Farah ke dalam pelukannya.


"Maaf Farah. Maafkan aku kalau semua ini salahku. Kalau kamu tidak mau menikah denganku aku bisa bawa kamu pergi dari rumah ini dan mencarikan tempat tinggal yang lain untukmu" Kata Dimas berusaha menenangkan Farah.


"Tidak semudah itu Pak Dimas, rumah ini adalah satu-satunya peninggalan Bibiku dan banyak kenangan indah dirumah ini" Ucap Farah lirih dengan linangan air mata.


Kali ini Farah tidak lagi meronta dalam pelukan Dimas. Saat ini Farah betul-betul merasa tidak punya siapa-siapa lagi kecuali Dimas yang selalu ada didekatnya setelah kematian Rendi.


Kini ia pasrah dengan keadaan mungkin ini sudah takdir Tuhan. Dan ia harus menerimanya walaupun belum ada perasaan cinta didalam hatinya.


"Tidak ada pilihan lain Pak Dimas, aku terpaksa menikah denganmu tapi itu semua ada syaratnya".


Farah mengajukan beberapa syarat untuk Dimas yang harus Dimas penuhi saat mereka sudah resmi menjadi pasangan suami-istri.


"Apa syaratnya Ra?" Tanya Dimas penasaran.

__ADS_1


"Kalaupun nanti kita menikah aku tidak bisa memenuhi kewajiban ku sebagai istrimu. Aku tidak ingin kamu sentuh, karena aku hanya milik Mas Rendi. Aku mau kita hanya mengurus urusan kita masing-masing. Dan satu lagi Pak Dimas bebas mau menceraikan aku kapan saja, aku sudah siap" Farah mengajukan persyaratan itu dengan sangat yakin.


Mendengar persyaratan yang diberikan oleh Farah hati Dimas terasa perih. Namun Dimas juga tidak berdaya untuk menolak syarat yang diberikan oleh Farah. Akhirnya Dimas mengiyakan semua persyaratan yang diajukan oleh Farah dan ia juga punya permintaan pada Farah.


"Baik Ra kalau itu keputusanmu tapi aku juga punya permintaan. Aku ingin setelah menikah kita tinggal di apartemenku dan semua yang terjadi dalam rumah tangga kita hanya kita yang tahu. Aku tidak mengecewakan Mamah" Kata Dimas menyetujui permintaan Farah.


'Deal. Kata Farah sambil mengulurkan tangannya.


'Deal. Dimas kemudian menjabat tangan Farah.


"Baiklah aku pulang dan memberitahukan semua ini kepada Mamah. Dan mengenai persiapan pernikahan besok aku akan kirim Yoga asisten pribadiku untuk mengurus semuanya. Aku pulang dulu jaga dirimu baik-baik" Dimas berlalu pergi.


Sementara Farah masih meratapi nasibnya ia merasa bahwa ia sedang dipermainkan oleh takdir. Sebelumnya ia bertemu Dimas lalu dengan paksa Dimas merenggut kesuciannya yang selama ini ia jaga. Lalu ia dipertemukan dengan Rendi lelaki yang memberikan cinta serta ketulusan kepadanya tetapi justru lelaki itu kini telah pergi untuk selamanya.


Kini ia kembali di pertemukan dengan lelaki yang sangat ia benci di masa lalu itu dan harus menikah dengannya. Betapa Farah merasa hancur saat ini tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali pasrah dengan ketetapan Allah. Sebagai perempuan yang memiliki iman ia yakin Allah sedang mempersiapkan kebahagiaan untuknya kelak walaupun awalnya terasa menyakitkan.


Farah menggunakan kebaya yang sederhana namun tidak mengurangi kecantikan wajahnya.


"Wah kamu sangat cantik nak" Puji Ibu Ani.


Kini Ibu Ani menggandeng tangan Farah dengan rasa bahagia.


"Kamu duduk di samping Dimas yah, sebentar lagi acaranya akan dimulai". Kata Ibu Ani dengan raut wajah bahagianya.


Tidak lama kemudian Pak Penghulu datang. Pak Penghulu itu kemudian bersiap untuk menikahkan mereka. Ia mengulurkan tangannya pada Dimas kemudian Dimas menjabat tangan Penghulu itu.


"Pak Dimas apakah Bapak sudah siap?" Tanya Penghulu itu.


"Iya aku sudah siap Pak" Jawab Dimas.

__ADS_1


"Baiklah ikuti kata-kata ku ya Pak".


Dimas tidak lagi merasa canggung karena pernikahan ini adalah pernikahan kedua baginya. Dimas mengucapkan kalimat akad dengan begitu lantang dan dengan satu kali tarikan nafas. Para saksi mengucapkan kata SAH.


Air mata Farah lolos begitu saja jatuh tanpa permisi dan membasahi pipinya. Bukan air mata kebahagiaan tetapi air mata kesedihan karena seharusnya yang bersanding dengannya adalah Rendi tetapi kini justru Dimas yang mengucapkan kalimat sakral itu.


"Alhamdulillah. Kini kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami-istri" Kata ibu Ani dengan bahagia.


Para tamu undangan kini telah selesai menyantap hidangan yang sudah disediakan. Merekapun berpamitan untuk pulang.


"Farah sekarang kamu telah menjadi menantu Mamah, dan jangan panggil Tante lagi yah sayang kamu harus panggil Mamah oke?" Kata Ibu Ani.


"Baik Mah" Jawab Farah.


"Nah gitu dong. Kalian tinggal dimana nanti apa akan tinggal disini atau dirumah Mamah?" Tanya Ibu Ani pada Farah dan Dimas.


"Tidak Mah, sepertinya aku harus membawa Farah ke apartemenku saja" Kata Dimas.


"Loh kenapa harus di apartemen Dimas. Di rumah Mamah saja lah biar Mamah tidak kesepian. Lagian Farah juga belum terlalu sehat jadi Mamah bisa bantu jagain Farah kalau kamu ke kantor" Bujuk Ibu Ani.


"Tidak usah Mah, kan disana nanti juga ada Bi Surti yang menjaga Farah kalau aku pergi" Tolak Dimas dengan lembut agar tidak membuat Ibunya merasa kecewa.


"Baiklah terserah kalian deh. Mamah cuma mau cucu secepatnya. Kalian berdua paham kan maksud Mamah" Kata Ibu Ani yang sudah tidak sabar lagi menimang cucu.


Mendengar perkataan Ibu mertuanya membuat Farah tidak berkutik dan ada rasa bersalah di dalam hatinya. Ia merasa akan memberikan harapan pada Ibu mertuanya itu karena ia tidak mungkin memberikan seorang cucu untuk Ibu Ani sementara ia sudah punya perjanjian dari awal kalau ia tidak akan mau disentuh oleh Dimas.


"Mah jangan bahas cucu dulu deh, Dimas dan Farah baru saja menikah. Malam pertama saja belum tapi Mamah sudah minta cucu" Kata Dimas merasa kesal dengan perkataannya Ibunya.


"Sebenarnya malam pertama itu sudah kita lakukan Mas tapi dengan cara paksa dan tidak ada cinta" Lirih Farah dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2