Antar Aku Ke Surga

Antar Aku Ke Surga
chapter 8


__ADS_3

Flashback.


Di pesta pernikahan Andre sahabat Dimas dan Angga.


Setelah menghampiri Dimas dan juga Farah pasangan yang telah menjadi pusat perhatian orang-orang yang hadir di pesta itu Angga kemudian mendekati Nia kekasihnya yang duduk sendirian dan nampak murung.


“Hey sayang. Kamu kenapa ngga semangat gitu. Lagi sakit yah?” Tanya Angga sambil menempelkan tangannya di kening Nia.


“Aku ngga sakit kok. Cuma lagi banyak pikiran aja” jawab Nia


“Kamu kenapa. Cerita sama aku sayang siapa tahu aku bisa bantu” Tanya Angga lagi.


“Angga kamu sayang sama aku, Cinta sama aku kan kamu pengen lihat aku bahagia kan?”


“Tentu saja sayang” jawab Angga.


“Aku dapat beasiswa S2 ke Belanda dan itu adalah keinginanku sejak dulu, itu juga salah satu impian Almarhum Ayahku. Aku ingin kesana Ngga mewujudkan segala mimpiku. Disana adalah masa depanku”. Ucap Nia tanpa ada rasa bersalah.


“Jadi menurut kamu, aku bukan bagian dari masa depan kamu. Hah?” Tanya Angga dengan nada sedikit sedih.


“Bukan begitu Ngga. Aku Cuma mau mewujudkan mimpi itu. Tolong ngertiin aku Ngga, dan aku juga mau fokus sama pendidikan aku tanpa harus memikirkan cinta ataupun hal lainnya. Aku minta maaf sama kamu Ngga aku ngga bisa ngelanjutin hubungan kita lagi”. Ucap Nia dengan nada memohon.


“Perempuan memang selalu ingin di mengerti tanpa mau mengerti perasaan orang lain. 2 tahun kita sama-sama ternyata tidak mampu buat kamu mau pertahanin hubungan kita aku kecewa sama kamu Nia tapi aku tidak mau egois karena cintaku kamu tidak bisa mewujudkan segala mimpimu” kata Angga dengan nada sedih.


“Maafkan aku Ngga, aku yakin kamu pasti mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku”.


“Iyah makasih untuk cintamu selama 2 tahun ini. Semoga kamu bisa mewujudkan segala mimpimu dan menemukan kebahagiaanmu disana. Aku pamit”. Angga berlalu meninggalkan Nia dan meninggalkan pesta yang bahkan belum selesai.


Mendengar penjelasan Angga. Dimas merasa simpati pada sahabatnya itu.


“Ternyata kita senasib yah Ngga. Beda nya aku di tinggal selingkuh sama Rani sedangkan kamu di tinggal Nia karena dia ingin mengejar mimpinya ke luar negeri” kata Dimas dengan nada miris.


“Kamu tahu ngga kesamaan kita apa Dim” Tanya Angga


'Apaan?


“Sama-sama di tinggal pas lagi sayang-sayang nya” kata Angga sambil tertawa. Dimas pun ikut tertawa dengan celotehan Angga.


Tak lama kemudian suara ketukan pintu diluar ruangan Dimas terdengar.


'Masuk.

__ADS_1


“Maaf Tuan ini foto-foto dan video dari Nyonya Rani Tuan” ucap Yoga sambil menyodorkan bukti yang telah ia dapatkan.


“Bagus, aku langsung pulang kerumah. Dan tolong kamu urus berkas perceraian ku dengan Rani” kata Dimas sambil berlalu pergi.


Dirumah Dimas!


“Assalamu’alaikum Mah. Mamah belum makan siang?


“Belum, tumben kamu datang kemari . Dimana Rani mengapa kamu tidak bersamanya apa kalian berantem lagi dengan dia?” Tanya Ibu Ani


“Berhenti menyalahkan aku terus Mah” Dimas berusaha membela diri.


“Terus Mamah harus menyalahkan siapa? Dimas mamah tahu mengenai rumah tangga kalian berdua. Kamu tinggal seatap dengan Rani tapi tidak sekamar dengannya, kamu tidak pernah menganggap dia ada bahkan kamu tidak pernah menyentuhnya”.


"apa kamu sudah gila Dimas, berapa kali Mamah bilang kalau Rani adalah gadis yang baik Rani sangat terpuruk dengan situasi ini”. Ucap Ibu Ani merasa kecewa.


“Mah dengarkan dulu penjelasan ku, Rani itu hanya cinta sama harta saja Mah. Dia tidak mencintaiku dan dia telah berselingkuh.


“Cukup Dimas” ucap ibu Ani tersulut emosi


“Kalau Rani berselingkuh itu semua gara-gara kamu. Karena kamu tidak pernah menghargai keberadaannya sebagai istrimu”.


Dimas lalu mengeluarkan handphone yang ada di saku celananya dan memberikan handphone tersebut kepada Ibunya.


“Lihat Mah apa yang telah di lakukan menantu kesayangan Mamah. Rani sudah merencanakan semua ini dalam pernikahan kami".


Ibu Ani syok tak menyangka dengan semua itu.


Ternyata Yoga asisten pribadi Dimas telah merekam semua pembicaraan antara Rani dan Roy. Yoga juga telah mengumpulkan semua bukti-bukti tentang perselingkuhan antara Rani dan Roy dengan menunjukkan foto kemesraan mereka berdua.


Flashback


Di hari pernikahan Dimas dan Rani.


Yoga sang asisten pribadi dari Tuan Dimas Saputra tidak sengaja melewati tempat dimana Rani dan Roy bertemu dan berbicara berduaan. Ia pun berusaha menguping pembicaraan mereka dan tak lupa pula ia untuk merekam pembicaraan itu sebagai bukti yang kuat agar kelak Rani tidak bisa mengelak di hadapan sang mertua yaitu Ibu Ani yang selalu membelanya.


“Mah aku sudah menyuruh Yoga asisten pribadiku untuk mengurus berkas perceraian ku dan Rani. Aku harap Mamah tidak keberatan mengenai hal itu” kata Dimas penuh harap.


“Maafkan Mamah Dimas selama ini Mamah terlalu egois dengan memaksa kamu menikahi Rani wanita jalang yang tidak tahu malu itu” ucap Ibu Ani dengan perasaan bersalah.


“Sudahlah Mah nasi sudah menjadi bubur, secepatnya aku akan menceraikan dia”. Kata Dimas.

__ADS_1


“Mas Rendi bagaimana kalau hari minggu kita pergi jalan-jalan sekedar refreshing, soalnya akhir-akhir ini aku sering merasa lelah” ajak Farah


“Wah itu ide yang bagus sayang, kita mau kemana?” Tanya Rendi


“Terserah mas saja deh yang penting tempat yang paling indah”.


“Bagaimana kalau kita ke pantai” Rendi memberi saran.


'Boleh mas.


“Waduh-waduh pasangan bucin serasa dunia milik berdua yah yang lain ngontrak. Sampai lupa nih kalau di samping ada jomblo abadi. Aku udah seperti obat nyamuk aja nih bareng kalian udah ngga di anggap. Aku mending pergi aja deh” ucap Desi merajuk.


“Iri bilang bos. makanya cari cowok dong Des jangan jomblo mulu” Rendi meledek


“Farah aku pergi sebentar ke supermarket mau beli cemilan sekalian mau menghindar dari kalian berdua biar ngga sakit mata terus ngeliatin kemesraan kalian” pamit Desi sambil melangkah pergi.


“Iya Des jangan lama-lama yah” kata Farah.


Di supermarket tempat Desi membeli cemilan tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang.


“Ihh siapa sih gak punya mata kali ahh main nabrak-nabrak segala” kata Desi marah-marah.


“Maaf nona saya tidak sengaja”


mendengar suara itu Desi langsung menoleh ke belakang dan seketika Desi terhipnotis dengan penampakkan yang ada di hadapannya.


“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dusta kan? Buset dah ganteng banget nih orang, keren, keliatannya juga orang kaya” ucap Desi lirih.


Tak bisa di pungkiri jantung Desi berdegup kencang dan pikirannya tidak bisa di ajak kompromi


“Aku juga minta maaf Tuan” kata Desi sambil terbata


“Maaf yah, ini dompetmu. Dan jangan panggil aku Tuan. Panggil saja aku Angga” kata Angga sambil mengambilkan dompet Desi yang terjatuh.


“Terima kasih Tuan” ucap Desi sambil meraih dompetnya yang diberikan oleh Angga.


“Jangan panggil Tuan. namaku Angga, Angga Prasetya nama kamu siapa? Tanya Angga sambil mengulurkan tangannya.


“Namaku Desi”. Permisi aku mau ambil barang ku dulu”. Ucap Desi sambil berlalu meninggalkan Angga.


Tanpa sadar ternyata Angga memperhatikan Desi yang sedari tadi senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2