Antar Aku Ke Surga

Antar Aku Ke Surga
Chapter 30


__ADS_3

Dimas memperhatikan isi koper Farah disana terlihat foto Rendi yang juga ikut serta dalam koper itu.


"Sampai kapan kamu berhenti mencintai Rendi dan membuka hatimu untuk aku Ra?" Dimas membatin.


Hatinya terasa sakit saat tahu istrinya itu masih mencintai lelaki lain. Dimas hanya berharap kelak akan ada keajaiban yang membuat hati Farah luluh dan akhirnya akan jatuh cinta padanya.


Merekapun bersiap untuk berangkat ke apartemen Dimas. Mobil melaju begitu cepatnya. Tak ada suara yang terdengar didalam mobil itu. Mereka semua diam seribu bahasa. Tiba-tiba mobil itu terhenti!


"Mas kok berhenti?" Tanya Farah heran.


"Iya. kita sudah sampai di apartemenku. Apa kamu sudah lupa?" Tanya Dimas


Farah terdiam mendengar pertanyaan Dimas. Ia tidak mampu menjawab pertanyaan Dimas karena memang saat kejadian itu ia datang di malam hari. Dan Farah tidak mampu mengingatnya lagi.


Kini Dimas membawa barang-barang mereka masuk ke dalam apartemen itu. Sementara Bi Surti membantu Farah untuk masuk ke apartemen.


Mereka sampai ke dalam apartemen!


"Wah tempat ini sangat mewah, berarti Tuan Dimas memang benar orang kaya" Gumam Bi Surti dalam hati.


"Farah aku mau bicara sebentar sama kamu. Farah sekarang kamu harus pilih, kamu mau kita pisah kamar atau kita sekamar tapi pisah ranjang?" Tanya Dimas.


"Aku takut nanti tiba-tiba Mamah mampir takutnya nanti kita ketahuan sama Mamah kalau kita tidur terpisah" Gumam Dimas.


Farah berpikir sejenak mendengar hal itu. Ia juga tidak mau membuat mertuanya itu sedih kalau tahu yang sebenarnya tentang pernikahan mereka.


"Baiklah Mas kita boleh sekamar, tapi Mas harus janji tidak akan berbuat yang macam-macam denganku" Ucap Farah dengan sedikit tegas.


"Oke baiklah sayang"


Dimas kembali salah sebut memanggil Farah dengan sebutan Sayang. Ia memegang mulutnya sambil tersenyum kecil.


"Maaf aku salah sebut lagi".


Dimas menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Farah. Ia takut nanti Farah ngambek lagi padanya.

__ADS_1


"Tidak Mas. Mas boleh panggil aku dengan sebutan itu. Aku takut nanti Mamah curiga kalau hubungan kita kelihatan tidak harmonis padahal kita masih pengantin baru" Ucap Farah bijak.


Dimas tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Farah. Ia yakin suatu saat nanti Farah akan jatuh cinta dengannya secara perlahan.


"Oh ya Ra. Apakah Desi tahu mengenai pernikahan kita? Tanya Dimas.


Farah menggelengkan kepalanya.


"Aku takut keluarga Desi kecewa denganku Mas".


Farah terlihat sedih saat memikirkan hal itu. Dimas kemudian mendekati Farah dan memegang tangan Farah dengan lembut.


"Farah aku akan bantu kamu untuk memberikan penjelasan pada mereka kalau nanti mereka menyalahkan kamu. Desi kan sahabatmu Ra, dia berhak tahu tentang hubungan kita ini" Kata Dimas masih berusaha meyakinkan Farah.


"Mas tapi aku belum siap untuk mengatakan kebenaran ini pada mereka. Aku mau Mas Dimas juga ikut merahasiakan hal ini pada Desi dan juga Angga" Farah tetap kekeh pada pendiriannya.


Dimas masih terus berusaha membujuk Farah dan akhirnya lama-kelamaan Farah luluh dengan bujukan Dimas. Ia memberanikan diri untuk jujur pada Desi.


Dimas memang ahlinya dalam hal membujuk ataupun melontarkan perkataan yang membuat orang yakin saat mendengarkannya. Ia sudah terbiasa saat meyakinkan kliennya untuk mau bekerja sama dengan perusahaan miliknya.


Farah juga merasakan bahwa Dimas adalah seorang partner hidup yang bisa berperan ganda. Ia bisa menjadi teman, sahabat dan menjadi orang yang paling bijak dalam mengambil keputusan. Tetapi sayangnya Farah belum mencintai Dimas.


"Bagaimana dengan kakimu apa sudah ada kemajuan?" Tanya Dimas perhatian.


"Sudah Mas In Syaa Allah secepatnya aku bisa jalan. Aku sudah bisa melangkah sedikit demi sedikit paling jauh 6-7 langkah setelah itu biasanya aku terjatuh" Jawab Farah.


"Alhamdulillah ada kemajuan. Besok kita ke rumah sakit untuk check up yah" Ucap Dimas.


"Farah apa rencana kamu kedepannya kalau nanti kamu sudah bisa berjalan?" Tanya Dimas.


"Maksud Mas Dimas apa?" Tanya Farah merasa heran.


"Maksud Mas tuh gini Ra. Nanti kalau kamu sudah bisa berjalan kamu mau ngelakuin apa? Selama ini kan Mas tahunya kamu tuh bukan tipe cewek yang suka diem aja dirumah. Jadi Mas pengen tahu kamu mau ngapain nanti. Apa kamu mau kuliah? Nanti Mas biayain" Tanya Dimas dengan lembut.


"Mas bisa aja deh. Aku nggak mau kuliah Mas tapi aku punya rencana pengen buka butik. Gimana Mas menurut kamu?" Tanya Farah antusias.

__ADS_1


"Kalau itu keinginan mu aku akan selalu mendukungmu sayang" Kata Dimas dengan semangat.


Farah tersenyum bahagia saat Dimas mendukung keinginannya untuk membuka butik saat ia bisa berjalan nanti.Dimas yang melihat senyuman di wajah Farah pun merasa sangat bahagia.


"Semoga tak ada lagi kesedihan di wajah cantikmu itu Farah. Aku akan berusaha membuatmu bahagia" Batin Dimas.


Keesokan harinya di kantor Dimas!


"Pak Yoga apa Pak Dimas sudah datang?" Tanya Angga pada asisten pribadi Dimas.


"Iya Pak Angga. Pak Dimas ada di dalam silahkan masuk Pak" Jawab Yoga sambil mempersilahkan Angga masuk ke ruangan Bos nya itu.


Angga kemudian mengetuk pintu ruangan Dimas. Terdengar suara Dimas mempersilahkan nya untuk masuk.


"Assalamu'alaikum Mas Bro" Sapa Angga.


"Wa'alaikumussalam Ngga"


"Wah ada yang lagi happy banget nih keliatan dari mukanya ceria banget. Btw ada angin apa nih kamu datang ke kantor aku tumben banget Ngga?" Tanya Dimas penasaran.


"Memangnya nggak boleh yah mampir di kantor mu ini?" Angga pura-pura merajuk.


"Bukan begitu Ngga tapi aku heran aja sama kamu" Kata Dimas merasa heran.


"Dim, kamu tahu nggak sebentar lagi aku akan menikahi Desi" Ucap Angga begitu semangat.


"Yang benar saja Ngga. Bukannya Desi sudah dijodohkan sama orang tuanya?" Dimas makin heran.


Angga pun menceritakan semuanya pada Dimas bagaimana ia dan Desi bisa dipersatukan kembali walaupun saat itu keduanya sudah merasa putus asa dan sudah tidak punya jalan keluar tentang permasalahan dalam hubungan mereka.


Tapi Allah berkehendak lain. Sebentar lagi cinta mereka akan berlabuh dalam sebuah ikatan pernikahan yang akan membuat mereka menjadi halal.


"Ayah Desi akhirnya merestui hubungan kami. Tapi aku harus mendalami ilmu agama lagi agar bisa menjadi imam yang baik untuk Desi dan bisa membimbing keluargaku nanti ke jalan Allah" Kata Angga dengan yakin.


Dimas terdiam saat mendengar perkataan Angga mengenai rencana pernikahan nya dengan Desi. Ia pun bermaksud untuk memberitahukan pada Angga perihal pernikahannya dengan Farah.

__ADS_1


__ADS_2