Antara Aku Dan Ibumu

Antara Aku Dan Ibumu
Pelampiasan Cinta


__ADS_3

Hari menjelang petang, namun belum juga ada tanda tanda mobil suaminya memasuki pekarangan. Bahkan di saat jam pun sudah menunjukkan pukul sembilan malam, keempat orang itu juga masih belum pulang.


Melati tetap terjaga, ia masih betah menepuk punggung sang putra diatas ranjangnya. Hingga tak terasa, mata yang semula kering kini mulai basah dan berair.


Melati merasa sakit hati akan sikap sang suami yang lebih mementingkan ibunya. Namun ia pun juga tak bisa berbuat apa apa karena ia tak seberani itu untuk melarang suaminya dan untuk memberikan pilihan pada suaminya tentang siapa yang lebih diprioritaskan, apakah istri? atau ibunya.


Mas Reyhan? apa benar yang Reyna katakan padaku waktu itu kalau aku hanyalah dijadikan istri pelampiasanmu?


Mas.. dulu aku sangat menentang keras ucapan Reyna akan hal itu, tapi kini, rasanya aku sangat mempercayai ucapan itu.


Aku merasa kalau kau memang hanya menjadikanku sebagai pelampiasan cintamu, aku merasa bahwa kau tak benar benar mencintaiku mas..


Bahkan aku merasa, bahwa aku tak berharga dalam hatimu, aku tak berarti apa apa dalam hidupmu..


tes


tes


tes


Air mata Melati semakin deras, bahkan kali ini tangisnya pun sudah mulai terdengar sesenggukan.


Karena tak ingin mengganggu tidur Miko, Melati pun memilih turun dari ranjang dan berpindah ke jendela kamarnya.


Disini, ia bisa meluapkan tangis yang sejak tadi tertahan. Menatap rintikan air hujan yang kini mulai turun membasahi bumi.


Dalam gelapnya malam, ingatan Melati kembali terarah pada setiap kata yang Reyna ucapkan tiga setengah tahun yang lalu, tepatnya satu minggu sebelum hari pernikahannya bersama Reyhan.


Ya, Waktu itu Reyna pernah mengatakan bahwa ayahnya tak akan mau lagi mencintai wanita lain. Sebab, ayahnya itu terlalu kecewa oleh perasaannya karena pernah di tolak oleh dua wanita yang pernah ia cintai setelah kepergian mendiang ibunya.

__ADS_1


"aku tak akan percaya pada setiap kata kata yang kau ucapkan! aku tak percaya kalau ayahmu tak mencintaiku"


"terserah! yang terpenting aku sudah pernah mengingatkanmu untuk tak meneruskan langkahmu bersama ayahku, tapi kau malah keras kepala untuk bertahan! jadi jangan salahkan aku kalau nantinya kau merasa tak di gunakan dalam hidup ayahku"


"Reyna, aku tau kau sangat tidak menyukaiku, aku tau kau begitu membenciku, tapi mau tak mau, kau harus bisa menerima bahwa sebentar lagi aku akan menjadi ibumu. Ibu sambungmu! Jadi sebesar apapun usahamu untuk membuatku mundur, selangkahpun aku tak akan pernah berhenti untuk berjuang"


"baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu! aku tak akan lagi mengingatkanmu. Silahkan kau nikmati cinta butamu itu!" ucap Reyna sembari berlalu pergi


Dalam lamunannnya, Melati masih mengingat dengan jelas perdebatannya dengan Reyna waktu itu.


Pada waktu itu, Melati menganggap bahwa Reyna hanyalah mencari alasan untuk menggagalkan pernikahannya.


Namun semakin kesini, Melati semakin yakin bahwa setiap kata yang keluar dari mulut Reyna adalah sebuah fakta yang saat ini ia hadapi.


Hingga beberapa menit kemudian, lamunan Melati buyar saat ia mendengar suara mobil tengah memasuki pekarangan rumahnya. Dan ternyata benar, itu adalah mobil suaminya.


Meskipun Melati tau bahwa suaminya sudah pulang, namun ia tak sedikitpun berniat untuk keluar menyambutnya. Melati malah lebih memilih tetap berada di tempatnya sembari menatap semua dari balik jendela.


Jantung Melati tiba tiba berdegup kencang bahkan hampir saja berhenti berdetak saat ia melihat apa yang baru saja dilakukan oleh suaminya di bawah.


Ya, karena hujan sudah mulai reda dan hanya menyisakan gerimis kecil, Melati pun dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di luar sana.


Melati melihat dengan jelas saat sang ibu masuk ke rumah di dorong oleh Prilly dan Reyna. Sementara suaminya itu masih berada di mobil dan sepertinya sedang sibuk mengemasi barang yang akan dibawa masuk.


Namun tak berselang lama kemudian, Prilly kembali menghampiri mobil suaminya. Dan disana, mereka berdua nampak berdiri berhadapan dan saling berbicang. Enatah apa yang mereka bicarakan, Melati pun tak tau.


Dan saat Prilly mengambil sesuatu di dalam mobil, entah sengaja atau tidak, paper bag yang ia pegang tiba tiba saja terjatuh. Reyhan pun dengan sigap langsung mengambilkan paperbag tersebut.


Tetapi bukan hanya Reyhan yang mengambil paper bag tersebut, melainkan Prilly pun juga ikut mengambilnya. Bahkan saat mereka berjongkok, mata mereka berdua nampak saling bertatapan dan saling memandang satu sama lain.

__ADS_1


Di beberapa detik kemudian, nampak wajah Prilly terlihat semakin kedepan, semakin maju kearah Reyhan. Bahkan mata Prilly pun kini sudah terpejam sempurna.


Dan saat wajah mereka hampir menempel, seketika itu juga Reyhan mengalihkan pandangannya dari Prilly. Ia bahkan sedikit berdehem untuk menyadarkan wanita yang ada di depannya tersebut.


Saat mata Prilly terbuka, nampak jelas bahwa keduanya terlihat begitu canggung. Dan semua itu tak luput dari pandangan Melati dari balik jendela kamarnya.


Meski tak terjadi apapun diantara keduanya, namun apa yang ia lihat barusan mampu membakar hati Melati saat itu.


Aku sangat yakin bahwa wanita itu pasti memiliki kisah masa lalu dengan Mas Reyhan.


Karena merasa tak mampu melihat kejadian dan kepahitan yang ada didepannya, Melati lebih memilih kembali ke ranjangnya.


"sayang" panggil Reyhan yang baru saja membuka pintu kamarnya.


"sayang, kau kenapa?" tanya Reyhan kala melihat sang istri yang terdiam dengan tatapan mata kosong persis seperti patung yang tak bernyawa.


"sayang"


Reyhan menepuk pundak Melati pelan. Namun baru saja tangan itu menempel, Melati dengan sigap menampik tangan suaminya dengan sangat cepat dan kasar.


"sayang, kenapa?"


Melati masih tak menjawab. Matanya kini malah memerah dan menatap tajam pada Reyhan.


"sayang, apa yang terjadi? kau kenapa?"


"stop!__"


.

__ADS_1


.


__ADS_2