
Satu minggu berlalu, semenjak kejadian pagi itu, sikap Reyhan benar benar berubah pada Melati.
Ia tak lagi mau sarapan di rumah, tak lagi mau makan malam dirumah, tak lagi mau berkumpul bersama. Jika sekalinya ia makan dan kumpul bersama, hal itu tentu saja karena Miko yang merengek dan terus memaksanya.
Seperti malam ini, Melati tetap saja menunggu Reyhan di teras rumah. Meskipun ia tahu jika suaminya pulang nanti ia tetap tak akan dianggap seperti biasanya.
Ya, sudah seminggu ini Reyhan memang selalu pulang malam. Namun ada yang berbeda untuk malam ini.
Biasanya Reyhan akan sampai rumah sebelum jam delapan. Namun ini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tapi Reyhan belum juga menunjukkan tanda tanda kepulangannya.
Hal itu tentu membuat Melati sangat hawatir. Ia bahkan terus mondar mandir kesana kemari persis setrika panas yang sedang merapikan baju baju kusut.
Satu jam berlalu, karena udara diluar sudah semakin terasa dingin, dan lagi pula masih tak ada tanda tanda kemunculan Reyhan, Melati pun memutuskan masuk ke dalam dan menunggu suaminya di sofa ruang tamu.
Namun baru saja ia mendudukkan dirinya, tiba tiba saja terdengar suara mesin mobil tengah memasuki pekarangan rumahnya.
Dengan cepat, Melati pun langsung berlari dan membuka pintu.
Deg
Niat hati ingin menyambut suaminya dan memberi kejutan, namun ia justru malah seribu kali lebih terkejut dari apa yang ia rencanakan.
Melati berencana ingin memberi kejutan di hari ulang tahun suaminya ini tentang novel onlinenya yang sudah terbit menjadi sebuah buku.
Ya, selama hampir setahun ini Melati memang memiliki kesibukan menulis novel di sela sela pekerjaan rumah tangganya. Dan ia akan fokus update saat Miko tertidur atau saat Miko sedang terfokus pada mainannya.
Dan karena alasan itulah Melati sempat meminta ponsel baru pada suaminya. Sebenarnya Melati pun juga mendapat gaji dari menulisnya, namun gajinya itu ia gunakan untuk membantu kebutuhan perekonomian keluarganya. Apalagi saat itu Reyna sedang membutuhkan uang yang sangat banyak untuk pendaftaran kuliahnya.
Dan semua pengorbanan yang Melati lakukan itu tentu saja tanpa sepengetahuan Reyhan. Karena Melati sangat paham jika saja Reyhan tau, maka ia tak akan diperbolehkan mrmbantu suaminya.
Reyhan adalah lelaki yang sangat bertanggungjawab atas keluarganya, termasuk masalah keuangan.
"mas Reyhan?" lirih Melati sembari menatap sendu sang suami
__ADS_1
"bukankah sudah aku katakan jangan pernah menungguku lagi? kenapa kau masih bersikeras menunggu kepulanganku?"
"aku akan tetap menunggumu karena kamu adalah suamiku"
"terserah" ucap Reyhan yang melewati tubuh Melati begitu saja
"mas, tunggu!"
Seketika langkah Reyhan pun terhenti kala pergelangan tangannya di genggam oleh Melati. Namun pandangan matanya tetaplah lurus ke depan tanpa mau menoleh ke belakang sedikitpun
"siapa dia?" tanya Melati sembari menatap sosok wanita cantik dan dewasa yang saat ini ada di belakang suaminya
"maaf ya aku lupa memperkenalkan diri, namaku Prilly" jawab Prilly yang langsung menjabat tangan Melati.
"kamu pasti Melati istri Reyhan kan?" sambung Prilly saat melihat Melati masih terbengong
"ya, bagaimana kau bisa tau namaku?" tanya Melati penasaran
"tentu saja aku tau, Reyhan itu sering menceritakan dirimu saat di kantor. Ah, kau itu sangat beruntung sekali memiliki suami seperti Reyhan"
"kami itu sangat dekat, bahkan dulu kami itu__"
Belum sempat melanjutkan ucapannya, tubuh Prilly sudah lebih dulu ditarik ke dalam oleh Reyhan.
"ayo cepat! ibu sangat ingin bertemu denganmu"
Melati hanya menatap perih pada jemari tangan Reyhan yang menggenggam pergelangan tangan Prilly.
Jangan ditanyakan bagaimana perihnya hati Melati malam ini. Karena ia sungguh sakit hati saat melihat suaminya yang bersikap lembut terhadap wanita, sementara dengan dirinya yang selaku istri saja malah bersikap ketus dan acuh.
Dan tanpa disadari, air mata Melati menetes begitu saja tanpa di aba. Jika dulu, mungkin Melati akan bersikap santai saat Reyhan mengacuhkannya karena memang dulu ialah yang mengejar cinta Reyhan.
Tapi untuk kali ini berbeda cerita. Bagi Melati, Ini adalah kali pertama Reyhan mengacuhkannya setelah pernikahan mereka.
__ADS_1
Karena dulu, semenjak pernikahan mereka, Reyhan selalu bersikap manis, lembut, perhatian dan penuh kasih sayang padanya.
Melati segera mengusap air matanya, ia menutup pintu dan bergegas mrngikuti langkah suaminya menuju kamar sang ibu mertua.
Deg
Belum sempat luka hatinya melebur dingin, kini ia harus menghadapi kelukaan hati lagi atas sikap sang mertua.
Bagaimana tidak, Melati harus menyaksikan kemesraan ibu mertuanya itu dengan seorang wanita asing yang baru saja menjadi tamu di rumahnya malam ini.
*Sebenarnya siapa wanita itu?
Mengapa ibu terlihat begitu menyayanginya?
Ibu bahkan tak segan untuk memeluknya
Sedangkan denganku?
Jangankan untuk memeluk, sekedar berbicara dan menatapku saja ibu enggan melakukannya.
Dan Mas Reyhan?
Kenapa mas Reyhan begitu baik padanya?
Apa benar yang dikatakan wanita itu kalau hubungan mereka sangat dekat?
Lalu sedekat apa?
Apakah wanita itu termasuk penyebab perubahan sikap mas Reyhan terhadapku?
Aku tak bisa tinggal diam, aku harus menanyakan semua ini pada mas Reyhan langsung*.
Karena tak tahan berada ditempat yang menurutnya begitu menyesakkan itu, Melati lebih memilih masuk ke kamarbya dan menunggu Reyhan disana.
__ADS_1
Ia sudah bertekat untuk membicarakan secara terang terangan masalah yang terjadi diantara dirinya dan sang suami.