
"kalian siapa?" tanya Melati dengan lirih.
Ia nampak sedikit takut akan kedatangan beberapa orang tersebut, apalagi beberapa bodyguard itu bertubuh besar dan bermuka datar menyeramkan.
Melati sangat yakin kalau bodyguard tersebut bukanlah utusan Kejora. Tapi mengapa mereka semua bisa sampai masuk kedalam? Lalu dimana semua prnjaga yang diutus Kejora untuk menemani dan menjaganya diluar?
"Apa kau yang bernama Melati?" tanya perempuan tua itu
"i.. iya. Anda siapa? mengapa anda bisa tau nama saya?"
"aku bisa tau apapun yang aku inginkan. Apalagi hanya untuk mencari tau siapa kamu. Itu hal yang sangat mudah bagiku. Sekarang lebih baik kita duduk. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu"
Melati berjalan pelan menuju sofa dimana perempuan tua itu sudah duduk dengan anggun dan elegan. Jantung dan hati Melati benar benar berdetak tak karuan. Ia seperti seorang yang akan menghadapi persidangan. Sungguh menegangkan.
"Melati, ada sesuatu yang harus kamu lakukan untuk Morgan"
"Morgan? siapa Morgan?"
"Morgan Bobby Zamora"
"Morgan Bobby Zamora? apa itu__?" Melati menatap Bobby yang sedang tertidur pulas diatas ranjang karena pengaruh obat
"ya, Laki laki yang sedang terbaring lemah diatas ranjang itu adalah Morgan. Cucuku"
"maaf nyonya, tapi saya masih tidak mengerti dengan semua ini"
"Morgan adalah satu satunya penerus keluarga Zamora. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat"
"kalau Kak Bobby adalah Morgan. Lalu mengapa kak Bobby bekerja sebagai pengawal untuk kak Kejora?"
"semua ini salahku. Aku yang membuatnya kabur dari rumah"
"kabur?"
"ya, semenjak di hianati oleh tunangannya, Morgan menjadi semakin menggila dalam urusan asmara. Dia sengaja memacari banyak wanita lalu memutuskannya. Semua itu ia lakukan hanya untuk membuat wanita wanita sakit hati. Dan tanpa persetujuannya, aku malah menjodohkannya dengan anak rekan bisnisku"
__ADS_1
"Apa kak Bobby setuju?"
"awalnya dia menolak, tapi lama kelamaan ia mulai bisa menerima wanita itu. Namun sayangnya Morgan dihianati kembali"
"hanya karena dihianati kak Bobby kabur dari rumah?"
"bukan karena itu. Dia kabur tepat di malam pernikahannya"
"kak Bobby sudah menikah?"
"hampir. Dia kabur saat ijab kabul hampir dimulai beberapa menit lagi. Aku memaksanya menikah dengan anak rekan bisnisku demi menyelamatkan perusahaan yang hampir kolebs karena banyak saham yang tercuri dari dalam"
"lalu kenapa anda membiarkan kak Bobby menjadi pengawal? apa anda tidak mencarinya?"
"Percuma jika aku memaksanya. Hatinya sedang kacau saat itu. Aku sengaja membiarkan Morgan menjadi pengawal Karena itu pilihannya. Setidaknya dia berada di keluarga yang tepat" "hh... dan sejak saat itu juga, aku harus bekerja keras untuk mengusut semua para pencuri uang perusahaan"
Melati menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Entah mengapa ia merasa lega dengan semua kenyataan ini. Meski awalnya ia juga sangat terkejut tentang jati diri Bobby yang sebenarnya.
"syukurlah kalau seperti itu. Lalu apa yang anda inginkan dari saya nyonya?"
Deg
Bak tersambar petir di siang hari. Itulah yang Melati rasakan saat ini. Tak ada angin. Tak ada hujan. Jangankan menikah, bahkan membayangkan untuk mengulang rumah tangga saja tak pernah terlintas dalam benaknya sama sekali.
Apalagi menikah dengan Bobby? laki laki yang sering bergonta ganti pasangan.
Meski Melati tau bahwa Bobby sebenarnya adalah laki laki yang sangat baik, tapi mau bagaimanapun juga dia adalah pemain perasaan.
Apa Melati sanggup jika nanti ia akan menghadapi situasi seperti dulu lagi? Rasa sakit karena di hianati dulu saja masih membekas jelas dihatinya.
Reyhan yang mencintai dirinya saja bisa dengan mudah menghianati janji suci pernikahan mereka. Apalagi dengan Bobby yang tidak mencintainya? Apa mungkin ia sanggup hidup bersama seorang suami yang seperti itu?
Tunggu! Apa ini yang dimaksut dengan ucapan kak Kejora tadi?
Apa Kak Kejora sebenarnya sudah tau akan hal ini?
__ADS_1
Apa sebenarnya kak kejora ingin menyuruhku untuk menerima kak Bobby?
Ah, Melati benar benar pusing akan semua ini. Ia tak tau harus berbuat apa. Menerima atau menolak?
Meninggalkan perasaannya untuk mengalah dan menebus rasa bersalah serta sebagai balas budi atas semua kebaikan orang orang di sekelilingnya?
"Melati"
"eh, iya nyonya"
"bagaimana? aka kau bersedia menikah dengan Morgan?"
"aku ini seorang janda nyonya"
"aku tidak peduli"
"aku juga sudah memiliki seorang anak"
"sudah ku katakan aku tidak peduli"
"aku ini hanyalah wanita yang tak memiliki apa apa nyonya. Aku tak mungkin pantas bersanding dengan kak Bobby yang ternyata dari Keluarga terpandang nyonya"
"sudahlah, jangan mencari cari alasan untuk menghindar"
"aku__"
"aku__"
"baiklah, kau tak perlu menjawab sekarang. Aku akan menemuimu lusa. Dan aku berharap kau sudah punya jawaban yang tepat"
Setelah itu, sang perempuan tua mendekat ke arah ranjang, diam namun tak lama kemudian ia meneteskan air mata lalu mengusapnya dengan cepat.
Dan dengan sangat perlahan, perempuan itu mencium kening sang cucu secara sekilas. Setelahnya, mereka semua pergi meninggalkan ruang rawat Bobby tanpa berpamitan pada Melati.
.
__ADS_1
.