
Disebuah ruangan besar bernuansa putih dan hitam, terlihat beberapa orang tengah berwajah serius di lingkar meja rapat.
Ya, di ruang rapat tersebut sedang diadakan meeting penting perusahaan. Dan mereka tengah membahas laporan wajib akhir bulan. Masing masing staf yang mengikuti rapat tersebut harus menyetor laporan pekerjaannya pada sang pemilik perusahaan.
Beberapa staf penting perusahaan ada yang lancar dalam menjelaskan laporannya. Namun ada pula yang bercucur keringat saat mereka harus mendeskripsikan ke depan apa yang menjadi tanggung jawab mereka atas pekerjaannya
Terlebih pada satu orang yang saat ini telah menjabat sebagai manager. Sejak awal masuk ke ruang rapat, keringat dingin tak henti hentinya mencucur tubuh. Bahkan keringat itu juga keluar melalui dahi dan turun hingga ke pelipisnya.
Ya, dia adalah Reyhan. Laki laki yang sudah bertahun tahun mengabdikan dirinya di perusahaan ini sepertinya tengah mengalami ketakutan yang luar biasa karena sudah melakukan sebuah kesalahan besar.
Meski bukan dia sendiri yang melakukannya, namun dia tentu harus bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang dilakukan oleh istrinya.
"Reyhan"
"ya nyonya"
"kemari!"
Dengan langkah gemetar, Reyhan melangkahkan kaki mendekati sang nenek.
"bisa kamu jelaskan mengapa pembelanjaan untuk proyek baru kita bisa membengkak seperti ini?"
Bukannya menjelaskan, Reyhan malah diam dan terus menunduk. Sedikitpun ia tak berani mendongak dan menatap nenek sebagai atasan atau bos besar pemilik perusahaan tempat ia bekerja tersebut.
Dan justru apa yang Reyhan lakukan itu tentunya malah menimbulkan kecurigaan tersendiri bagi setiap orang yang melihat sikapnya
"Reyhan!"
"ii..iiya nyonya"
"cepat presentasikan laporanmu sekarang!"
"baik nyonya"
Sebisa mungkin, Reyhan mencoba tetap tenang saat mempresentasikan laporannya kembali hingga selesai.
"Reyhan, kau adalah salah satu karyawan terbaik yang pernah dimiliki perusahaan ini. Tapi hari ini, aku sangat kecewa padamu"
"a.. apa maksut nyonya? apakah laporan yang saya buat ini salah?"
"kenapa kau masih bertanya? apa kau sedang mencoba ingkar?"
"aku tidak mengerti maksut anda nyonya"
"kau pintar, kau pasti tau apa yang aku pikirkan saat ini"
deg
__ADS_1
Apakah nyonya besar tau apa yang sudah aku lakukan pada laporan keuangan ini? gawat! apa yang harus aku lakukan?
Reyhan berperang batin. Ia bingung antara ingkar yang akan menimbulkan banyak masalah, atau memilih jujur namun mengancam pekerjaan dan masa depannya?
"nyonya, maafkan saya"
"jadi bagaimana? apa kau akan mengakuinya? atau aku sendiri yang harus menjelaskan pada mereka semua dimana letak kesalahanmu?"
brak
Belum sempat Reyhan menjawab, terdengar suara pintu tengah dipaksa terbuka. Reflek, semua yang ada didalam pun langsung menoleh kearah sumber kegaduhan
"Morgan? apa yang kamu lakukan? Kau tahu disini sedang ada meeting penting. Tidakkah bisa kau masuk dengan cara baik baik?" seru nenek
"maaf nek, tapi saya hanya ingin mengantarkan wanita ini"
"siapa dia?"
"nenek bisa tanyakan langsung pada manager tentang siapa wanita ini"
"manager? maksut kamu Reyhan?"
"ya"
"Reyhan, siapa wanita ini?"
"istri kamu?"
"i.. iya nyonya"
"hmm.. jadi wanita ini yang mengajukan perpindahan dari kantor cabang ke kantor pusat?"
"iya nyonya" sahut sang asisten yang sejak tadi stay di samping nenek
"siapa namamu?"
"saya Prilly nyonya"
"apa kau sudah yakin dan siap bergabung di kantor pusat?"
"tentu saja nyonya, saya sangat siap dan saya sangat senang sekali bisa bergabung di kantor pusat ini"
"baiklah__"
"terimakasih nyonya, saya janji saya akan memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini" Sahut Prilly tanpa menunggu sang nenek menyelesaikan pembicaraannya
Dan bukan hanya itu saja, Prilly melirik Bobby dan Melati dengan tatapan yang mencemooh. Ia seolah bangga akan dirinya sendiri.
__ADS_1
"tunggu! memangnya siapa yang menerimamu bergabung di kantor pusat?" ucap sang nenek dengan nada ketus
"apa maksut nyonya? bukankah pihak HRD sendiri yang sudah menerima dan menyetujui permohonan saya untuk bergabung disini?"
"apa kau pikir aku akan memelihara ular di dalam rumah sendiri?"
"maksut nyonya?"
"jangan berpura pura polos dan tidak tahu apapun tentang laporan keuangan perusahaan ini"
"laporan apa nyonya? bukankah suami saya yang mengerjakan laporan itu? dan laporannya sudah selesai kan nyonya?"
"dasar wanita ular! kau pikir kau bisa membodohiku? jangan kau pikir aku tak tau tentang penggelapan dana pembelanjaan proyek yang kau lakukan"
deg
Prilly tediam. Ia mematung di tempat tanpa bisa menjawab dan bergerak sedikitpun.
"aku membiarkanmu melakukan semua itu karena kau adalah istri dari Reyhan, laki laki yang sudah banyak berjasa pada perusahaanku. Aku menganggap semua yang kau ambil adalah bonus yang ku berikan untuk Reyhan. Tapi kali ini kau sudah keterlaluan. Apa yang kau ambil sudah melampaui batas"
Seluruh peserta rapat saling pandang. Mereka tak menyangka kalau wanita yang diketahui belum begitu lama bergabung di perusahaan cabang ternyata sudah seberani itu melakukan tindak korupsi
"nyonya, maafkan saya nyonya, saya bisa jelaskan ini nyonya"
"baiklah, saya anggap rapat ini selesai. Semua silahkan keluar! saya akan memanggil kalian lagi nanti setelah urusan saya dengan wanita ular ini selesai" pinta sang nenek pada seluruh peserta rapat untuk meninggalkan ruangan itu
Seluruh orang mulai berbondong bondong meninggalkan ruang rapat
"kenapa kalian masih ada disini? cepat keluar! kalian tidak ada urusan disini"
"siapa bilang? kami masih ada urusan disini. Bukankah kau sendiri yang ingin menunjukkan pada kami betapa habat dan berkuasanya seorang manager? nah.. maka dari itu kami ingin menyaksikan langsung bagaimana cara seorang manager ketika menyelesaikan masalah. Apakah benar bisa sangat berkuasa seperti apa yang kau katakan"
"kurang ajar! kalian berdua sedang mengejekku? cepat keluar sebelum aku panggil satpam untuk mengusir kalian!"
"siapa kau? berani sekali mengusir cucuku!" potong sang nenek
"apa? cucu? tidak mungkin.."
"ah ya tante.. kita lupa berkenalan. Kenalkan, namaku Morgan Bobby Zamora, cucu satu satunya pemilik perusahaan tempat suami managermu itu bekerja. Dan wanita yang sering kau hina adalah Melati. CALON ISTRIKU"
"WHATTTT???!"
.
.
Nah.. kena mental gak tuh?! mmm.. kira kira apa yang akan terjadi pada Prilly dan Reyhan ya?
__ADS_1
.