
"sayang, apa yang terjadi? kau kenapa?"
"stop! jangan memanggilku dengan panggilan yang seolah olah kau begitu menyayangiku"
"apa maksutmu?"
"jangan memanggilku sayang kalau hanya kepura puraan yang kau berikan untukku mas"
"sayang, apa yang kau bicarakan? aku tak mengerti sama sekali kemana arah bicaramu itu"
Melati mengalihkan pandangannya. Ia tak lagi menatap sang suami yang kini tengah berdiri di depannya.
"siapa sebenarnya wanita itu?"
"wanita? wanita mana yang kamu maksut?"
"wanita yang baru saja hampir berciuman denganmu"
Deg
Jantung Reyhan mendadak terhenti. Ia tak menyangka bahwa istrinya melihat apa yang terjadi antara dirinya dan Prilly tadi.
"Prilly maksut kamu?"
"jadi kau mengakuinya"
"jangan memancing pertengkaran diantara kita Melati"
"aku tak memancing pertengkaran. Aku hanya bertanya siapa wanita itu? dan ada hubungan apa antara kalian?"
"hubungan? kami tak memiliki hubungan apapun"
"bohong!"
"Melati! atas dasar apa kau menuduhku berbohong?"
"Mas, istri manapun tak akan percaya pada suaminya kalau ia melihat secara langsung saat suaminya saling bertatap mata dengan intens bersama wanita lain yang bukan muhrimnya"
"Tapi apa yang kau lihat tak seperti yang kau bayangkan"
"memangnya aku membayangkan apa?" "aku tak tak membayangkan apapun"
"kalau kau tak membayangkan apapun, kenapa kau terus menuduhku? kenapa kau tak percaya pada setiap penjelasanku?"
"mas, bagaimana aku bisa percaya kalau kau saja belum menjelaskan apapun padaku tentang wanita itu?"
"lalu apa yang ingin kau tau tentang Prilly?"
__ADS_1
"semuanya"
"baiklah, dengarkan baik baik dan jangan potong penjelasanku"
Melatipun menuruti perkataan suaminya. Ia tetap duduk dengan tenang dan mendengarkan secara gamblang semua yang di jelaskan oleh Reyhan.
Reyhan menjelaskan secara detail tentang awal mula perkenalannya dengan Prilly. Mulai dari perjodohan mereka, penolakan Reyhan, kekecewaan Prilly karena batalnya perjodohan itu, bahkan Reyhan juga menceritakan tentang pernikahan Prilly dengan suaminya.
"jadi wanita itu sudah menikah?" tanya Melati setelah Reyhan selesai menjelaskan semuanya
"ya"
"lalu dimana suaminya? kenapa dia membiarkan istrinya menginap dirumah orang?"
Reyhan sedikit terdiam
"mas.. dimana suaminya?" Melati mengguncang lengan Reyhan untuk menyadarkan suaminya yang terlihat sedang melamun itu
"eh, kau bertanya apa tadi?"
"dimana suaminya mas? kenapa suaminya itu malah diam saja saat istrinya bermalam dirumah mantan kekasihnya?"
"jangan sembarangan kalau ngomong!"
"ya kan memang benar? mas itu mantan kekasihnya"
"okey, baiklah baiklah.. aku ralat lagi pertanyaanku tadi ya. Mas.., dimana suami wanita yang bernama Prilly itu? kenapa suaminya tidak mencarinya? kenapa suaminya itu malah membiarkan istrinya menginap di rumah calon mantan tunangannya?" tanya Melati sambil cengengesan dan bersenda gurau
"dia sudah tak lagi bersama suaminya"
Deg
"apa? tak lagi bersama? maksut mas apa?"
"dia sudah bercerai dengan suaminya"
"sejak kapan?"
"tiga bulan yang lalu"
"jadi dia itu seorang janda?"
"ya begitulah"
Deg
Lagi lagi jantung Melati serasa berhenti berdetak. Tadi saat Reyhan menjelaskan padanya tentang siapa dan bagaimana Prilly itu, Melati sangat yakin dan sangat percaya bahwa Reyhan memang tidak memiliki perasaan apapun pada wanita itu.
__ADS_1
Makanya ia dan Reyhan sempat bergurau dengan pertanyaan dan jawaban mereka masing masing.
Tapi saat ia mengetahui bahwa wanita itu adalah seorang janda, entah mengapa dalam lubuk hati Melati tiba tiba saja ia merasakan kehawatiran yang luar biasa.
Ya, Melati sangat hawatir akan perasaan suaminya. Ia takut jika nanti suaminya akan tergoda oleh wanita itu.
Meskipun Reyhan menegaskan bahwa sampai saat ini ia tak pernah tertarik pada Prilly, tapi siapa yang bisa menebak alur perasaan seseorang di kedepannya?
Walau bagaimanapun, Prilly pernah sangat mencintai Reyhan. Dan tak menutup kemungkinan bahwa setelah bercerai dari suaminya, Prilly bisa saja menumbuhkan kembali perasaan cintanya pada Reyhan.
Apalagi jika dilihat dari gerak geriknya, Prilly terus terusan berusaha untuk mencari simpati dari ibu, Reyna, dan Reyhan. Bahkan yang lebih parahnya, Prilly juga mencoba mendapatkan simpatik dari Miko si putra kecilnya.
"sayang.. kau kenapa?" tanya Reyhan yang merasa aneh saat melihat istrinya terdiam dan melamun
"mas, jujur, aku takut kalau__"
"ssstt.... jangan berfikir yang aneh aneh. Aku mencintaimu. Dan kau adalah wanita terakhir dalam hidupku. Tak akan pernah ada wanita lain yang bisa mengisi hatiku selain kamu"
Melati sangat terharu dengan semua yang diucapkan oleh suaminya. Apa lagi saat tangannya di genggam erat dan di kecup mesra oleh Reyhan. Rasanya dunia seakan berpihak kepadanya.
"apa benar mas mencintaiku?"
"tentu saja. Kalau aku tak mencintaimu, kenapa juga aku menikahimu waktu itu"
"yakin kalau mas tidak menjadikanku sebagai pelampiasan cinta mas?"
"pelampiasan cinta apa maksut kamu? aku benar benar mencintaimu atas dasar perasaanku sendiri. bukan karena apapun. Kenapa kau menuduhku hanya menjafikanmu pelampiasan cinta?"
"ah tidak mas, aku hanya bercanda"
"syukurlah. Tapi lain kali jangan berbicara sepeeti itu lagi ya? aku tak memyukainya"
"iya mas"
Akhirnya Melati tak lagi meneruskan ungkapan risalah hatinya. Ia lebih memilih memendam perasaan ragu akan suaminya itu seorang diri.
Ia bahkan lebih memilih menerima dan percaya pada Reyhan agar tak lagi menimbulkan perdebatan panjang diantara ia dan suaminya itu.
Biarlah Mreati menjalani alur kehidupan rumah tangganya sesuai takdir yang sudah di tentukan. Ia akan memberikan kepercayaan penuh pada suaminya meski ia juga akan menyelidiki tentang wanita itu.
Dan dari sudut ruang yang berbeda, nampak seorang wanita tengah menggenggam erat kepalan tangannya.
Matanya memerah menahan amarah kala ia melihat dari pintu kamar Reyhan yang sedikit terbuka itu. Ia begitu marah saat melihat dimana Reyhan dan Melati saling berpelukan erat di atas ranjang mereka.
Aku tak akan membiarkan semua ini berlangsung lama.
.
__ADS_1
.