Antara Aku Dan Ibumu

Antara Aku Dan Ibumu
Harus Dihadapi


__ADS_3

Melati tengah bersiap untuk pergi. Rencananya malam ini ia dan suaminya akan berkunjung ke rumah mendiang orang tua Kejora yang berada di daerah tempatnya tinggal. Dan sekalian untuk menjemput Miko yang seharian ini di ajak jalan jalan bersama Kejora dan keluarga.


Namun yang membuat Melati begitu cemas dan hawatir adalah saat dimana sang suami tidak bisa di hubungi sampai saat ini.


"kamu dimana sih mas? kenapa ponselmu tak bisa di hubungi? bukankah kamu sudah berjanji akan segera pulang setelah mengantarkan wanita itu?" batin Melati sembari terus mencoba menghubungi ponsel suaminya berulang ulang


hhh...


Melati hanya mampu menghela nafas berat saat puluhan panggilannya itu ternyata masih tetap tak terhubungkan. Hingga akhirnya ia pun lebih memilih pergi tanpa menunggu suaminya pulang.


Melati memesan ojek online. Ia pergi dengan perasaan tak menentu. Meskipun ada rasa tak nyaman yang menyelimuti hatinya, namun sebisa mungkin ia terus berfikir positif dan mensugesti dirinya sendiri untuk tetap berprasangka baik pada Reyhan.


Dan tak berapa lama kemudian, Melati sampai di srbuah rumah sederhana yang masih terlihat rapi meski tak berpenghuni.


Ya, rumah mendiang orang tua Kejora memang tak di tempati. Namun Kejora selalu membayar salah satu warga untuk merawat dan membersihkannya. Ia hanya akan mampir kesini jika sedang berkunjung atau berlibur ke kota S karena Kejora dan suaminya telah berdomosili di kota J.


"selamat malam kak" sapa Melati yang ternyata sudah di sambut hangat oleh Kejora


"malam.. Melati? kamu sendirian?" tanya Kejora sembari celingukan menatap kesekitar dan tak mendapati siapapun selain Melati


"iya kak, aku sendiri"


"dimana Reyhan?"


"dia sedang sibuk"


"hari minggu gini?"


"iya kak, soalnya ada proyek baru yang sedang di kerjakan dan tak bisa di tinggal"


"owh.. ya sudah. Masuk yuk!"


Melati hanya mengangguk dan mengikuti langkah Kejora.


"mama" teriak bocah kecil yang kini tengah berlari kearahnya dan memeluknya erat.


Tanpa sadar, Melati pun tak kalah memeluk erat sang buah hati sembari menjatuhkan air matanya begitu saja. Dan hal itu malah membuat Miko berteriak kesakitan.


"Melati, apa yang kamu lakukan? kenapa kau malah menyakiti Miko?" teriak Kejora sembari mengurai pelukan Melati terhadap Miko

__ADS_1


"maaf kak, aku hanya merindukan anakku"


"Melati.. kamu menangis?"


"ah tidak kak. Ini air mata bahagia karena aku bertemu dengan Miko. Jujur, seharian berpisah dengan Miko membuatku begitu kesepian" kilah Melati sambil mengusap sudut matanya yang masih berair


"sayang, bisa tolong bawa Miko main sebentar?" pinta Kejora pada suaminya


Tanpa banyak berkata, Suami Kejora pun mengajak Miko keluar rumah dan bermain di halaman depan


Sementara Kejora, Ia segera menuntun Melati untuk duduk di sofa dan mulai menenangkan wanita yang sangat ia yakini bahwa saat ini sedang memiliki masalah.


"Melati.. apa yang terjadi?"


"tidak apa apa kak. aku tidak apa apa"


"jangan bohong, aku tau kau sedang memendam perasaan sedihmu. Jika kau berkenan, aku bersedia mendengarkan keluh kesahmu. Dan aku akan berusaha menolongmu sebisaku"


Diam. Melati hanya diam dan tak bereaksi apapun. Ia malah menunduk dan mulai menangis. Tangis yang semakin lama terdengar semakin sesenggukan.


Hingga beberapa menit berlalu. Namun tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Melati.


"baiklah, kalau kau belum bisa bercerita padaku tak apa, aku akan memberimu ruang untuk kau menenangkan dirimu sendiri" ucap Melati sembari berdiri dan melangkah pergi


"dia penghianat"


Dua kata yang keluar dari bibir Melati tiba tiba mampu menghentikan langkah Kejora dan kembali mendudukkan dirinya di samping Melati


"penghianat? Melati, apa maksut kamu? siapa yang kamu maksut penghianat?"


"mas Reyhan kak.. mas Reyhan"


"Reyhan? kenapa dengan Reyhan?"


"mas Reyhan sudah menghianati pernikahan kami. Mas Reyhan menghianati cinta dan kepercayaanku kak" jelas Melati dengan suara terbata dan sesenggukan sembari mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecilnya


Kejora lantas meraih ponsel itu dan melihat apa yang tengah di tunjukkan oleh Melati padanya.


"Reyhan" lirih Kejora saat melihat sebuah kiriman potret dari nomor whatsapp yang tidak di kenal ke ponsel Melati

__ADS_1


"Melati.. dari mana kamu mendapatkan foto ini?"


"nomor itu yang mengirimkan foto foto ini kak"


"apa kau mengenal nomor ini?"


"aku tidak tau kak. Aku tak mengenal sama sekali nomor siapa ini. Tapi sejak sore tadi nomor mas Reyhan tidak bisa di hubungi. Padahal mas Reyhan sudah berjanji padaku akan segera pulang setelah mengantarkan wanita itu. Tapi mengapa dia malah__ hhiks.. hiks.."


Melati tak dapat meneruskan perkataannya. Dadanya terasa sangat sesak hanya dengan mrlihat sebuah kiriman foto hingga mampu membungkam mulutnya sendiri.


"jadi kau mengenal wanita ini?"


"iya kak, aku mengenalnya"


"baiklah.. kalau begitu kau tenanglah dulu. Ini hanya sebuah foto dan belum tentu semuanya itu benar. Bisa saja kan foto foto ini hanya rekayasa?"


"aku tidak sanggup jika ternyata semua ini benar kak"


"tenanglah. Jangan gegabah mengambil keputusan. Berpura puralah tidak terjadi apa apa dan berpura puralah seolah kau tak terpengaruh dengan semua foto foto itu"


"kenapa seperti itu kak?"


"ya, menurutku memang seperti itulah cara yang paling ampuh melawan orang ketiga"


"tapi aku tidak sanggup untuk bertemu mas Reyhan untuk waktu dekat ini. Apa aku bersembunyi disini saja ya kak?"


"jangan! bukan seperti itu caranya. Masalah itu harus di hadapi. Bukan di hindari. Dengan kau bersembunyi, berarti sama saja kau sedang menghindar dari masalah. Apa kau ingin masalah ini cepat selesai?"


"iya kak, tapi__"


"ikuti saja saranku, maka kebenaran akan terungkap dengan sendirinya. Dan jika suatu saat nanti kau benar benar tak sanggup lagi untuk bertahan, maka aku yang akan membantumu pergi dan bersembunyi dari suamimu itu"


"benarkah?"


"tentu saja. Kau bisa pegang janjiku"


"terimakasih kak" Melati tersenyum sembari memeluk erat tubuh Kejora. Wanita yang sudah ia anggap srbagai kaka sendiri.


Ya, Melati akan mencoba melaksanakan saran dari Kejora meski hatinya sendiri merasakan keraguan yang begitu dalam pada masalah yang ia hadapi saat ini.

__ADS_1


__ADS_2