
Tubuh Melati lemas tak bertenaga saat mendengar kabar bahwa sang putra mengalami kecelakaan. Meski pihak rumah sakit mengatakan bahwa korban dalam keadaan srlamat, namun ia merasa tak tenang sebelum melihat langsung bagaimana kondisi putranya.
Rama segera menarik tangan Melati menuju mobil. Ia bahkan lupa jika disana masih ada Veronica yang diam mematung menatap kepergian dua orang yang terlihat panik itu.
Veronica memejamkan matanya sembari menghela nafas panjang. Ia mencoba bersikap santai, memaklumi keadaan yang terjadi pada siang ini. Dan dengan langkah cepat, Vero pun menyusul Rama dan Melati masuk ke dalam mobil menuju rumah sakit
Tak ada pembicaraan di dalam mobil. Hanya Melati yang terdengar sesenggukan menangis. Sementara Vero yang duduk di belakang bersama Melati hanya mampu memeluk dan menenangkan wanita yang saat ini menjadi atasan tunangannya tersebut
Setelah sampai di rumah sakit, Melati segera menuju ke ruang UGD. Hatinya mendadak tenang saat ia melihat Miko sang putra kecil tengah duduk di samping seorang laki laki dan seorang wanita tua.
"sayang.. kau tidak apa apa nak?" seru melati sambil memeluk Miko dan meneliti setiap inci tubuh anaknya
"aku gak apa apa mama"
"apa ini sakit?" tanya Melati saat melihat dahi yang terbalut plaster sembari mengusap pipi lembut Miko
Miko menggeleng. Ia malah menangis terisak sambil memanggil nama boby.
"sayang, mengapa kau menangis? om boby? kenapa? kenapa dengan om boby? dimana dia?"
Melati semakin penasaran saat Miko tak menjawab pertanyaannya dan malah semakin menangis kencang. Akhitnya Melati pun memeluk dan menenangkan putranya.
"maaf, bapak dan ibu siapa ya?" Melati bertanya pada dua orang yang srjak tadi ada disana
"kami yang membawa anak ini kemari"
"terimakasih bu, tapi maaf, bukankah anak saya tadi tidak sendirian?"
"ya benar, anak ibu tadi bersama ayahnya"
"ayah?"
"ya, laki laki tinggi, putih, tampan, dia tadi yang menyelamatkan anak ibu. Bukankah itu suami ibu?"
"oh, bukan, dia teman saya"
"teman?"
Melati mengangguk
"wahh.. hanya seorang teman tapi rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan anak ibu? sungguh mengesankan"
__ADS_1
"maksut ibu?"
"jadi begini, tadi pas anak ini minta di belikan ice cream, keduanya sama sama berjalan dan saling bergandengan tangan. Tapi tiba tiba saja anak ini lari ke jalan raya saat melihat odong odong lewat. Nah, bertepatan dengan itu juga dari arah yang berlawanan ada truk yang melintas dengan kecepatan yang lumayan cepat. Beruntunglah masnya tadi sigap untuk segera berlari dan mendorong anak ini sehingga anak ibu bisa selamat"
"lalu dimana laki laki itu?"
"tapi naasnya, laki laki itu malah yang menjadi korban tabrak lari"
"apa?"
"ya nak, sepertinya kondisi laki laki itu sangat parah"
Deg
"parah? memangnya separah apa bu?"
"entahlah, saat hendak dibawa kemari, kami bahkan tidak bisa melihat wajahnya karena dipenuhi dengan darah"
Mendengar penuturan dari ibu tua yang tak lain adalah saksi kejadian tersebut, Melati yakin bahwa kondisi Boby memanglah sangat parah. Dan itu tentu membuat Melati merasa bersalah.
Tuhan... selamatkanlah kak Boby. Aku berjanji, jika kak Boby selamat, aku akan lakukan apapun demi dia. Laki laki yang sudah menyelamatkan nyawa anakku..
Tiga hari berlalu. Dan selama itu pula Melati dengan sabar dan setia menunggu serta merawat Boby. Karena bagi Melati, semua ini terjadi karena dirinya yang tak bisa menjaga Miko hingga akhirnya mencelakakan orang lain. Biarlah ia menebus rasa bersalah ini dengan merawat Boby hingga sembuh. Begitu pikir Melati.
"tapi nyonya, bagaimana dengan non Melati?"
"memangnya kenapa dengan Melati? Biarkan dia disini"
"sendirian?"
"biasanya juga seperti itu? lagi pula di luar kan ada beberapa penjaga juga"
"maksut saya, bagaimana dengan Miko? dia pasti kesepian tidak ada mamamya"
"jangan pikirkan hal itu. Miko sudah aman bersama baby siternya. Lagian kan ada Veronica yang ikut jagain dia"
"tapi nyonya__"
"sudahlah Ram, ayo cepat antar aku pulang, aku sudah capek banget, pengen istirahat. Bukankah kau juga harus mengantarkan tunanganmu itu untuk segera pulang? Dia pasti sudah menunggumu"
"Vero tidak mungkin menunggu saya nyonya"
__ADS_1
"kenapa?"
"karena saya tidak ada janji untuk menjemput atau mengantarnya pulang"
"tapi aku yang mengatakan kalau malam ini kau akan menjemput dan mengantarkannya pulang"
jeduar!
Rama tak bisa berkutik. Ia hanya bisa merutuki nasib yang entah mengapa akhir akhir ini ia merasa tak begitu tertarik saat berdua dengan tunangannya.
Padahal selama tiga hari ini, Veronica malah sering berada di rumah Kejora untuk mrmbantu merawat Miko. Dan entah mengapa, bocah kevil itu juga tertarik dengan sosok Vero yang baru saja ia kenal.
Dan tentunya tanpa berfikir panjang lagi, Kejora tak akan menyia nyiakan kesempatan ini. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
Menurut Kejora, dengan keadaan dan situasi semacam ini, ia bisa menyatukan kembali hati yang sempat merenggang. Terutama pada Rama sang pengawal yang begitu setia padanya.
Kejora tak akan membiarkan Rama menyesal karena telah menyianyiakan wanita sebaik Veronica.
"Melati, kami pulang dulu. Kau baik baik ya disini. Tenang saja, Miko sudah aman terkendali"
"iya kak, terimakasih atas semua bantuan kakak. Aku tak tau kalau gak ada kak kejora, bagaimana nasibku dengan Miko saat ini"
"jangan sungkan. Bukankah kau sudah menganggapku kakak sama seperti aku menganggapmu adik?"
"iya kak"
"oh ya, Boby sudah mempertaruhkan nyawanya untuk anakmu, dia sudah menyelamatkan sumber kebahagiaan dalam hidupmu, jadi aku rasa kau tau apa yang harus kau lakukan untuk berterimakasih kepadanya"
"maksut kakak apa?"
"jika dia bisa berkorban untuk anakmu, kenapa kau tak bosa berkorban untuknya juga?"
"maksut kakak apa? aku sama sekali gak paham kak?"
"tenanglah, kau akan tau jawabannya nanti. Aku mohon, pikirkan baik baik keputusan yang akan kau ambil nantinya" ucap Kejora sembari menepuk pelan pundak Melati lalu pergi meninggalkan ruang rawat Boby.
Sementara Melati, ia hanya diam dan memikirkan maksut dari ucapan Kejora. Mau ia cerna semacam apapun, Melati tetap tak menemukan jawabannya.
Hingga satu jam kemudian, datanglah seorang perempuan tua dengan segerombolan laki laki berbaju hitam kearahnya.
"kalian siapa?"
__ADS_1
.
.