Antara Aku Dan Ibumu

Antara Aku Dan Ibumu
Dua Pilihan


__ADS_3

Diam dalam beberapa menit. Setelah semua pergi. Nenek pun ikut pergi meninggalkan ruangan itu. Ia menyerahkan sepenuhnya hak pada cucu kesayangannya atas kesalahan Prilly dan Reyhan yang menggelapkan uang perusahaan. Karena sang nenek tau bahwa diantara mereka berempat masih ada masalah pribadi yang harus diselesaikan diluar masalah kantor.


Ya, memang benar. Semenjak Bobby melihat Prilly mencaci Melati tempo hari di halaman rumah sakit, ia merasa penasaran akan hubungan kedua wanita tersebut.


Dan karena Melati tak memberitahukan yang sebenarnya saat Bobby bertanya, ia pun memutuskan untuk mencaritahu sendiri sosok wanita sombong tersebut.


Didalam pencariannya, selain ia mengetahui kenyataan bahwa manita yang bernama Prilly itu adalah istri dari mantan suami Melati, Bobby pun menemukan sebuah kejutan besar tentang penggelapan uang itu.


Dan disitulah Bobby berpikir sejenak, ia bertekat akan memberikan pelajaran yang setimpal pada dua manusia yang tak tahu diri itu.


"Manager! apa ada yang salah dengan Melati?" tanya Bobby pada Reyhan


"tidak ada tuan" jawab Reyhan sembari menundukkan pandangannya


"kalau tak ada yang salah, mengapa kau terus memandang calon istriku?"


"maafkan saya tuan"


Bobby menyunggingkan senyum tipis. Ia teringat kesombongan Reyhan yang sempat meremehkannya saat di restauran waktu itu.


Reyhan yang kemarin angkuh terhadapnya, kini 180 derajat merubah sikap bahkan merubah panggilannya menjadi tuan. ah.. ternyata jabatan dan kekuasaan memang mampu merubah apapun. Begitu pikir Bobby


"hey tante!"


"ada apa?" jawabnya ketus yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Reyhan


"eh maaf. maksut saya ada apa tuan?"


"tante harus mengganti uang perusahaan yang sudah tante gelapkan"


"apa??? menggantinya?"


"ya, jika dihitung sejak pertama kali tante mulai menggelapkan uang itu kira kira ya sekitar 620 juta"


"what? sebanyak itu?"


"kenapa keget? jangan berpura pura seperti itu tan.. bukankah tante sendiri yang mengambilnya? kenapa sekarang terkejut dengan jumlahnya? oh.. atau jangan jangan tante lupa ya dengan nominal uang yang tante curi karena tante terlalu asik mencuri hingga tante lupa kalau uang yang tante habiskan itu adalah uang perusahaan. iya..?"

__ADS_1


"aku tidak mencuri!"


"lalu apa? maling?"


"jangan sembarangan kamu kalau ngomong! aku tidak ada niat mencuri ataupun mengambil uang perusahaan. ini semua karena DIA!" tunjuk Prilly pada Reyhan


"aku?"


"ya.. ini semua karena kamu Reyhan!"


"kenapa kau menyalahkanku? bukankah aku sudah seringkali memperingatkanmu untuk tidak melakukannya? tapi sekalipun kau tak pernah mau mendengarkanku. Dan saat sudah terbongkar seperti ini? kau malah menyalahkanku? dimana otakmu?"


"jelas saja aku menyalahkanmu, kau sebagai suami tidak bisa memberikan banyak uang, tidak bisa memberikan kemewahan untuk keluargamu. Dan apa kau lupa kalau ibumu yang super matre itu terus meminta uang pada kita? jadi kalau kau tak mau disalahkan, salahkan saja ibumu"


plak


"diam kamu! kenapa kau membawa bawa ibu dalam masalah ini? ibu tidak salah apapun disini. Dulu saat aku hidup bersama Melati, dia tidak pernah menuntut apapun padaku. Bahkan gajiku yang dulu jauh lebih sedikit dari sekarang saja dia tidak pernah protes saat dia juga harus merawat ibuku. Tapi kamu?"


"jangan membandingkan aku dengan siapapun! termasuk mantan istrimu. Asal kau tau saja ya, jelas saja Melati bisa mengelola uang tak seberapa yang kaux de44rrsre berikan itu karena mantan istrimu punya penghasilan sendiri"


"jadi kamu tidak tau kalau Mantan istrimu itu adalah seorang penulis?"


"penulis?" Reyhan menatap Prilly dan Melati bergantian seolah meminta jawaban


"ya.. dia adalah penulis online yang cukup terkenal. Bahkan beberapa novelnya sudah terbit cetak sejak satu setengah tahun yang lalu"


"satu setengah tahun yang lalu? itu berarti Melati masih menjadi istriku?" lirih Reyhan


"tepat sekali! dan tepat saat itu juga kita tengah menjalin hubungan di belakang Melati. Maka dari itulah, kau jadi tidak terlalu peduli dengan istrimu waktu itu. iya kan sayang?" jelas Prilly sembari melirik sinis pada Melati


"diam kamu! jangan membuat suasana jadi semakin panas Prill!" sentak Reyhan


Sementara Melati, ia hanya diam mematung menyaksikan pertengkaran antara sepasang suami istri tersebut. Bahkan dirinya juga tak sempat menghindar kala Reyhan mulai mendekat kearahnya dan dengan cepat menggenggam erat tangannya.


"Melati.. kenapa kau tak pernah bercerita padaku tentang semua itu? tentang keseharianmu, tentang kesibukanmu, termasuk tentang karirmu sebagai seorang penulis? kenapa?"


"untuk apa mas? bukankah sejak dulu apa yang aku lakukan tidaklah penting untukmu?"

__ADS_1


"kau sangat penting untukku Melati. Aku minta maaf karena dulu aku kurang memperhatikanmu. aku_


"stop mas! jangan berucap apapun karena semua ini sudah percuma. Kita bukan siapa siapa lagi sekarang. Jadi aku harap tutuplah kisah kita dan jalanilah hidup barumu dengan bahagia"


"tapi sampai detik ini aku masih sangat menyangimu Melati"


"apa?" teriak Prilly


plak


Sebuah tamparan mendarat sempurna dari tangan Prilly. Namun yang menjadi sasarannya bukanlah sang suami, melainkan Melati.


"hey! apa yang kamu lakukan!" teriak Bobby sembari memeluk tubuh kecil Melati


"apa kau tak melihat jika wanita ini sedang mencoba merayu suamiku dengan berpura pura polos di depan kita?"


"hh.. dasar wanita sinting!" "hey kau!" seru Bobby pada Reyhan


"aku memberikanmu dua pilihan, tetap bekerja disini dan tinggalkan wanita itu. Atau kau tetap bersamanya dan kemasi barangmu lalu keluar dari kantor ini sekarang juga!" "dan aku pastikan kau tak akan diterima di perusahaan manapun selain disini!"


Bobby tersenyum sinis sembari menggandeng mesra tangan Melati dan menuntunnya keluar. Meninggalkan sepasang suami istri yang tentunya sedang stres memikirkan keputusan yang akan mereka ambil untuk masa depan kehidupan mereka.


.


.


.


nah loh... bingung gak tuh?


stres stres dehh luu Rey..


😂


.


.

__ADS_1


__ADS_2