
Dan tanpa sadar, telapak tangan Reyhan malah menggenggam dan meremas gunung kembar Prilly dengan lembutnya.
Tak ada penolakan dari wanita itu. Ia justru memperlancar aksi Reyhan dengan melepas pengait bra yang ia pakai hingga beberapa detik kemudian, semua kain atas yang Prilly kenalan sudah berserakan di lantai dengan sendirinya.
Bagi Prilly, ini adalah momen yang sangat ia nantikan. Dijamah dan di gerayangi oleh laki laki yang ia cintai tentu membuat kegembiraan tersendiri di hati wanita janda yang sudah haus akan belaian itu.
Sementara Reyhan, entah apa yang ada di otaknya saat ini. Apakah karena nafsu atau karena pengaruh obat perangsang yang di campurkan dalam minumannya tadi, ia pun tak tahu.
Yang pasti, saat ini otak Reyhan benar benar kosong. Ia tak mampu berfikir jernih tentang apa yang ia lakukan sore ini. Yang ada dalam pikirannya hanyalah ia ingin sekali menuntaskan hasrat menggebu yang sedang melanda tubuhnya saat ini.
Ya, maklum saja, sudah hampir dua bulan ini Reyhan tak menjamah Melati sedikitpun. Karena terlalu sibuk dengan urusan pengobatan ibunya hingga ia lupa dan tak sempat untuk berhubungan badan dengan istrinya tersebut.
Melihat Reyhan yang sudah dibakar api gairah, Prilly pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia segera meraup pipi Reyhan dan mulai menciumnya dengan rakus.
Perlahan dan masih dalam keadaan bibir yang terpaut, Prilly membimbing Reyhan hingga masuk ke dalam kamarnya.
Dan entah siapa yang memulai lebih dulu, kini keduanya sudah sama sama polos dan tak berpakaian sehelai benang pun.
Tanpa rasa malu dan jijik, keduanya sama sama melahap habis bagian inti tubuh mereka masing masing.
Bebrapa menit berlalu, akhirnya permainan itu selesai dengan sempurna. Bahkan Reyhan mengulangi perbuatan bejad itu beberapa kali dalam satu waktu yang bersamaan.
Karena terlalu lelah, Reyhan pun memejamkan matanya dan terlelap dalam kepuasan hasrat terlarangnya.
Sementara Prilly, ia tersenyum puas saat ia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia bahkan terus mengusap perut ratanya dan berharap suatu kehidupan tumbuh di dalam rahimnya.
__ADS_1
Disaat Reyhan tertidur, Prilly mengambil ponsel dan mengambil potret dirinya bersama laki laki yang baru saja memberinya kepuasan itu.
Didalam foto tersebut, Prilly sengaja memperlihatkan wajahnya dan bersender manja didada bidang Reyhan yang sedang terlelap.
Dan dengan rasa percaya dirinya, Prilly sengaja mengirimkan beberapa hasil foto tersebut kepada Melati. Dan setelah itu, ia pun ikut terlelap sembari memeluk tubuh telanjang Reyhan.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Reyhan pun mulai mengerjapkan matanya. Ia memijit pelipisnya yang terasa masih sedikit pusing.
Reyhan terlonjak kaget saat ia mendapati keadaan dirinya yang bangun dari ranjang yang tak dikenal. Namun bukan itu yang membuat dirinya tersentak kaget, melainkan keadaan dirinya yang terbangun polos tanpa sehelai benangpun yang melilit tubuhnya.
"aw" Reyhan memegan kepalanya yang terasa pusing. Ia masih mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya
Deg
Jantung Reyhan semakin terpompa cepat saat ia baru menyadari bahwa apa yang telah terjadi antara dirinya dan Prilly adalah sebuah kesalahan besar
Setelah memakai pakaiannya, Reyhan segera keluar. Langkahnya terhenti saat ia melihat seorang wanita yang hanya memakai bathrobe tengah duduk di meja makan.
"Rey.. kau sudah bangun?"
"Prilly, cepat jelaskan apa yang terjadi!" seru Reyhan sembari mencengkeram pundak Prilly sedikit keras
"aw! sakit Rey"
"katakan apa yang sudah kau campurkan pada minumanku?"
__ADS_1
"apa? aku tidak mencampurkan apapun ke minumanmu"
"bohong! kalau kau tak mencampurkan apapun ke minumanku, aku tak mungkin menyentuhmu"
"memangnya kenapa kalau kau menyentuhku? wajarkan? aku cantik, aku sexy, aku bisa memberikanmu kepuasan untukmu"
plak
Satu tamparan mendarat di pipi Prilly begitu saja.
"Jaga bicaramu!"
"kenapa Rey? kenapa aku harus menjaga bicaraku? aku mencintaimu. Sampai sekarang pun aku masih sangat mencintaimu! kau juga mrncintaiku kan Rey? iya kan? ayo jawab!"
"hentikan omong kosongmu itu! aku sudah memiliki istri. Dan aku sangat mencintainya"
"kau memang mencintainya, tapi kau juga mulai mencintaiku kan?"
"Prilly, bicaramu itu terlalu ngawur"
"Aku sangat yakin kau kau mulai mencintaiku Rey. Dan aku rasa benar apa yang aku katakan? kau bahkan menikmati tubuhku berulang kali. Bukankah itu sudah jelas membuktikan kalau kau sebenarnya juga tertarik padaku? kau mrncintaiku juga kan Rey? iya kan?"
Reyhan menggelengkan kepala, ia perlahan memundurkan langkahnya. Semakin menjauh dan meninggalkan Prilly yang saat ini terlihat sedang menangis.
Sungguh ia tak mengerti akan pemikiran Prilly. Bagaimana bisa wanita itu menganggap bahwa dirinya mulai mencintai wanita yang jelas jelas dulu pernah ia tolak? mustahil! begitu pikir Reyhan.
__ADS_1
Flash Back Off