Antara Aku Dan Ibumu

Antara Aku Dan Ibumu
Bertemu Masa Lalu


__ADS_3

"mas Reyhan" lirih Melati sembari berdiri dari duduknya


Tubuhnya terdiam membeku. Walau sejauh mungkin ia berlari dan menghindar dari laki laki yang pernah mengisi hidupnya, namun jika pada akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali, ia bisa apa?


"Melati, akhirnya aku bisa bertemu denganmu"


Melati hanya menunduk. Ia tak berani menatap mata mantan suaminya karena ia tak tahu harus merasa bahagia atau sedih saat melihat binar bahagia terpancar dari raut pandang mata Reyhan.


Ya, bagi siapapun yang melihat, siapapun akan tau kalau Reyhan tengah menatap Melati dengan tatapan mata yang bahagia.


Melati tak menjawab, ia ingin berbalik badan, namun gerakannya terhalang ketika Reyhan mencekal pergelangan tangannya dan menahannya untuk tidak pergi dari sana.


"tunggu!"


"maaf mas, aku harus pergi"


Melati kembali melangkah, namun kali ini Reyhan tak segan segan untuk menahannya. Bukan hanya cekalan lengan, namun Reyhan menarik tubuh kecil Melati dan mendekapnya dengan sangat erat hingga Melati tak mampu bergerak sedikitpun


"jangan pergi Melati! sebentar saja, aku sangat merindukanmu" lirih Reyhan tanpa mempedulikan Melati yang terus memberontak


"lepaskan aku mas! kau sudah tak ada hak untuk memelukku"


Rayhan benar benar tak mempedulikan ucapan Melati. Ia malah semakin mempererat pelukannya seolah olah tak ingin melepaskan dan tak ingin melewatkan kesempatan ini.


"apa apaan ini!"


Sebuah suara mampu membuat Reyhan melepaskan pelukannya seketika itu juga.


"ibu.." lirih Reyhan dan Melati bersamaan.


"Melati! apa yang kamu lakukan!? apa kau tak sadar posisimu saat ini hah!?" ucap Ibu Sarah sembari mendekat


"bukankah kau sendiri yang memutuskan hubungan diantara kau dan Reyhan? tapi mengapa kau malah kembali mendekatinya? Bahkan tanpa rasa malu, kau berani berpelukan dengan laki laki yang sudah jelas jelas memiliki istri? hh... sungguh menjijikkan!" lanjutnya

__ADS_1


"ibu, ini tidak seperti yang ibu lihat! aku__"


"apa kau tau? Sejak berpisah denganmu, kehidupan kami itu sungguh jauh berubah! Reyhan naik jabatan lagi dan perusahaan memindahkan Reyhan ke kantor pusat, Perusahaan juga memberikan rumah serta mobil dinas untuknya. Sungguh menakjubkan bukan?"


"baguslah kalau begitu" Melati hanya menjawab seadanya. Ia tak mau berlama lama berada disana bersama dua orang yang membuat hatinya kembali terluka


"ah ya jelas baguslah! maka dari itu kan kamu mendekatinya lagi? hey, dengar baik baik ya mantan menantuku, Reyhan ada disini bukan untukmu, dia itu sedang menunggu istrinya yang baru saja melahirkan. Dan yang harus kamu tau, Reyhan itu sudah bahagia hidup bersama Prilly. Jadi ibu berjarap kau jangan pernah lagi muncul dihadapan kami. Apalagi untuk kembali, itu hal yang mustahil. Kau mengeeri!"


"iya bu, aku mengerti"


"baguslah.. ayo Rey"


"tidak bu, aku masih perlu berbicara dengan Melati"


"apa yang akan kau bicarakan? kalian itu sudah tidak memiliki hubungan apapun kecuali mantan! ibu tak akan membiarkan kau disini berdua dengannya. Hh.. bisa bisa kau terpengaruh dengan rayuannya nanti"


"tapi bu__",


Ibu Sarah tak mempedulikan permintaan Reyhan, ia segera menarik tangan Reyhan untuk pergi dari sana.


Apakah sakit?


Jelas. Melati jelas merasakan sakit akan tuduhan ibu Sarah kepadanya. Namun ia bisa apa selain diam? Karena untuk menyangkal pun tak ada gunanya. Mantan mertuanya itu tak akan percaya pada setiap ucapannya.


"bu, kenapa ibu menarikku?"


"kenapa memangnya? ibu tidak suka ya kamu bertemu lagi dengan mantan istrimu itu"


"bu, aku menghabiskan banyak uang untuk mencari Melati. Setelah lama menghilang dan tak ada kabar, kini takdir mempertemukan aku dengannya. Apa aku akan menyia nyiakan kesempatan ini?" "tidak bu! aku tak akan menyia nyiakan kesempatan ini! aku akan menemui Melati dan menjelaskan semuanya"


"lalu apa yang kau harapkan setelah kau menjelaskan semuanya? kembali bersamanya? apa kau yakin dia akan menerimamu lagi setelah apa yang terjadi diantara kalian?"


Reyhan terdiam.

__ADS_1


Ibu benar.. Melati tak mungkin mau menerimaku lagi. Tapi aku masih sangat mencintainya. Aku yakin, Melati pasti juga masih mencintaiku. ya.. aku yakin


Tanpa berkata apa apa lagi, Reyhan segera pergi, ia terus berlari meninggalkan sang ibu sendirian. Dan tujuannya saat ini hanyalah Melati.


"Rey.. kau mau kemana? Prilly sedang menunggumu! dia membutuhkanmu! Reyhan! Rey.. Rey.."


Reyhan tak mempedulikan teriakan sang ibu. Ia ingin mencoba keberuntungannya. Jika perlu, dirinya bahkan rela meninggalkan Prilly dan bayi yang baru saja dilahirkan demi bersama Melati. Begitu pikirnya


Ketika sampai di tempat tadi, ternyata Melati sudah tak berada disana. Reyhan terlihat kebingungan. Ia nampak celingukan kesana kemari. Bahkan hampir setengah jam ia mengelilingi halaman rumah sakit ini, namun ia tetap tak menemukan Melati.


Saat berada diujung kepasrahan, tiba tiba Mata Reyhan menangkap sosok wanita yang sangat ia rindukan. Wanita yang sangat ingin ia temui. Wanita yang baru saja ia peluk.


Melati..


Tanpa pikir panjang, Reyhan segera menuntun langkah kakinya menuju resto diujung jalan. Karena yang ia lihat, Melati saat ini sedang makan siang disana.


Deg


Langkah Reyhan terhenti seketika kala ia Melihat apa yang terjadi di depan matanya. Ya, ia melihat Melati sedang duduk berdua dengan seorang pria di resto itu.


Namun bukan itu yang membuat Reyhan membeku, tapi perlakuan manis dari laki laki tersebut kepada Melati yang membuatnya cemburu.


Reyhan melihat dengan jelas bagaimana laki laki itu menyuapi Melati. Bahkan ia tanpa ragu mengusap sisa saus yang menempel di bibir Melati dengan lembutnya.


ah, masa bodo.. aku tak peduli siapa laki laki itu, yang terpenting bagiku adalah Melati. Aku tak mau kehilangan jejaknya lagi.


Reyhan memutuskan untuk tetap menemui Melati.


"Melati"


"mas Reyhan?"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2