Antara Aku Dan Ibumu

Antara Aku Dan Ibumu
Membuat Laporan


__ADS_3

3 hari kemudian


"sayang, kau sedang apa?" tanya Prilly dengan menggendong bayinya dan mendudukkan dirinya disamping Reyhan


"kenapa kau masih bertanya? bukankah kau tau apa yang sedang aku kerjakan ini karena ulahmu?"


"apa kau sedang menyalahkanku?"


"tentu saja, semua ini memang salahmu! Andai saja kau tak menggelapkan uang perusahaan, aku pasti tak akan sepusing ini menggarap laporan keuangan"


"kenapa kau hanya menyalahkanku? bukankah kau tau bagaimana materialistisnya ibumu? andai saja ibumu tak menuntut ini dan itu, aku juga tak akan menggelapkan uang perusahaan sebanyak itu"


"tapi uang yang kamu ambil itu terlalu banyak Prill. Dan semua itu tak masuk akal meski kita telah merubah nominal pembelanjaan kantor"


"kamu atur dong mas! biasanya kan juga berhasil. Percuma kan punya otak pintar dan jabatan tinggi kalau hanya merubah nominal gitu aja tidak bisa"


"sembarangan kamu kalau ngomong! kamu pikir bos besar itu bodoh? jangankan bos besar, orang awampun tau kalau laporan yang kamu buat itu terlalu ngawur"


"tau ah, yang penting aku sudah buat laporan itu, selebihnya, kamu yang harus menelitinya. Aku capek, aku tidur dulu"


"Enak sekali kamu lepas tanggung jawab!" "Prill.. Prilly.."


Prilly tak menghiraukan teriakan suaminya. Ia lantas masuk ke kamar dan tidur nyenyak bersama bayinya.


"aaaacchhhhh!! sialan!"


Reyhan menjambak rambutnya frustasi. Ia benar benar bingung akan masalah yang sedang ia hadapi saat ini.


Bagaimana tidak? Prilly yang bertugas membelanjakan kebutuhan proyek kantor, ternyata telah menggelapkan uang tersebut dengan jumlah yang banyak.


Setelah menggelapkan uang itu, Prilly mengambil cuti melahirkan. Hingga mau tak mau, Reyhanlah yang harus menggantikan tugas istrinya untuk menyelesaikan laporan akhir bulan


Namun Reyhan benar benar dibuat pusing akan ulah istrinya. Jika uang yang di gelapkan Prilly berjumlah jutaan, mungkin Reyhan tak akan terlalu pusing untuk mengaturnya. Tapi yang di gelapkan Prilly sudah mencapai ratusan juta. Bahkan jumlahnya hampir mencapai satu miliar.

__ADS_1


Akhirnya dengan memakan waktu yang lumayan lama, Reyhan pun berhasil menyelesaikan laporan keuangan tersebut dengan rapi


"semoga kali ini berhasil lagi" batin Reyhan sembari memasukkan berkas berkas ke dalam tas kerjanya


Ya, ini memang bukan kali pertama Prilly menggelapkan uang perusahaan. Semenjak di percaya sebagai manager pembelanjaan proyek proyek besar, Prilly memang sering memanipulasi data keuangan sebelum dilaporkan ke perusahaan.


Dan karena semua itu selalu berhasil dan tak terdeteksi, akhirnya Prilly jadi keseringan melakukan hal tersebut. Bahkan ia semakin menggila dalam melalukan aksinya.


Keesokan harinya, Reyhan sudah rapi dengan balutan jas berwarna navy. Meski sudah berumur, namun laki laki itu masih terlihat tampan saat memakai jas pemberian mantan istrinya dulu


"sayang, tidak sarapan dulu?" tanya Prilly yang masih sibuk menata hidangan


"tidak"


"kenapa? aku sudah capek capek masak buat kamu loh!"


"masak? nasi goreng itu maksut kamu?" "hh.. apa hanya makanan itu yang bisa kau buat? apa kau pikir aku tak bosan makan nasi goreng terus setiap pagi?"


"terserah kamu! makanya yang kreatif dong! Melati saja bisa memberikan aku menu berbeda setiap pagi"


"Melati lagi Melati lagi! kenapa kau terus membandingkan aku dengan mantanmu itu?"


"aku tidak membandingkan, karena kau tak akan pernah bisa sebanding dengannya. Dia itu lebih sempurna darimu. Mengerti?"


Setelah mengatakan itu, Reyhan segera keluar dan berangkat kerja. Ia memang sengaja berangkat pagi sekali karena hari ini bos besar akan berkunjung ke kantor pusat.


Disaat Reyhan dan para beberapa staf penting perusahaan sedang mengikuti meeting dengan bos besar, ternyata di sudut lain tengah terjadi keributan.


Ya, karena ada berkas penting milik Reyhan yang tertinggal, Prilly pun sengaja datang ke kantor untuk mengantarkan berkas tersebut.


Dan karena cuti Prilly hanya tinggal satu minggu saja, ia berinisiatif untuk membereskan dan mengatur ruang kerjanya yang baru agar saat masuk nanti, ia sudah hafal tata letak dokumen dokumennya.


Sejak cuti di kehamilannya yang memasuki 9 bulan, Prilly dan ibunya memang ikut Reyhan tinggal di rumah dinasnya di kota.

__ADS_1


Prilly bahkan di beri kesempatan untuk bekerja bersama suaminya di kantor yang sama setelah cuti melahirkannya selesai.


"aww" Prilly yang sedang asik berjalan sambil memainkan ponsel tak melihat jika ada seorang cleaning servise yang sedang menyapu di depannya hingga ia pun menabrak tong sampah dan membuat sampah itu bercecer kemana mana


"sialan! siapa yang menaruh tong sampah disini?"


"maaf bu"


"maaf maaf! kamu pasti sengaja kan taruh sampah itu disini biar saya jatuh?"


"tidak mungkin bu. Saya mana berani melakukan hal itu? ibu sendiri yang menabrak tong sampah ini karena ibu berjalan sambil mainan hp"


"apa? kau berani menyalahkanku? kau mau dipecat? apa kau tak tau sedang siapa kau berhadapan? aku ini istri manager disini"


"maaf bu.. maafkan saya, jangan pecat saya bu" ponta sang OB sembari berlutut


"hh.. oke, tapi cium dulu kakiku"


OB itu tak lantas melakukan hal yang di minta. Ia terdiam dan menimbang nimbang akan persyaratan wanita yang mengaku istri manager tersebut


"buruan cium.. mau dipecat?"


"ii.. iya bu.."


Dengan perlahan, wanita itu mulai membungkuk ke arah kaki Prilly, semakin berjongkok dan membungkuk.


"tunggu!"


Melati?


.


.

__ADS_1


__ADS_2