
Abel merutuki waktu yang berbutar sangat cepat .
Lihat lah diri nya sekarang,mengenakan kebaya putih yang membalut tubuh mungil nya.
Abel pun tampak gugup di depan cermin .
ia menatap diri nya dan berusaha untuk tersenyum, namun itu semua sia - sia saja.
tampak gelisah dan gusar ,sekali-kali abel menatap ke arah pintu dengan ekspresi yang sulit di artikan dan menghela nafas nya dengan kasar.
Sungguh tak pernah terbayakan oleh nya. kalau iya akan menikah di usia nya yang sangat muda.
sebelum cita-cita nya tercapai.
mungkin ini sudah takdir tuhan untuk nya.
dia harus menikah dengan sosok pria yang tak pernah terbayangkan oleh abel selama ini.
Clekk....
suara gagang pintu di tekan oleh seseorang membuat lamunan abel buyar.
dua wanita yang abel kenal yaitu Bukde lastri dan sahabat nya mima Pun menghampiri nya. dan tak luput senyuman lebar di bibir mereka.
"Ayo Nak kita keluar , Acaranya akan segera di mulai.
semua nya sudah pada menunggu.." Ucap bukde lastri mengampiri abel.
Abel pun menatap mima dengan gelisah .Mima yang menyadari ke raguan di mata abel pun memegang tangan dengan erat.
dan tersenyum meyakin kan abel bahwa semua akan baik-baik saja.
Abel pun menganguk mengiyakan ucapan Mima. Abell pun menghela nafas panjang dan mebuang nya secara beraturan untuk mengurangi ke gugupan nya.
dan ikut keluar bersama Bukde lastri dan mima.
XXXXXXX
Saya terima nikah dan kawin nya Aisya nafabella binti Anang sanjaya dengan maskawin tersebut di bayar tunai.
"Gimana para saksi ? " tanya pak penghulu
"SAH!"
ucap para tamu serempak ...
__ADS_1
"Alhamdulilah.."
"Silakan pasang kan cincin pernikahan ."
abel dan habi pun mengaguk mengerti dan mulai saling memasang kan cincin di jari manis masing-masing..
"silakan pengantin wanita menyalami suami nya dan suami mengecup kening nya biar romantis.."
ucap pak pengulu disertai ledekan kecil yang ia lontar kan.
abel tersenyum kikuk ,ia malu ?
diraih lah jemari tangan lelaki yang kini menjadi suami nya itu dan mencium nya lembut.
Deg...
Jatung kedua nya berdetak tak beraturan saat habi mengecup singkat kening abel .
dan mengelus lembut pipi istri nya .
.
prok..prok..
.
Akhir nya Usai sudah Abel resmi menjadi seorang istri Dari habi.
Sekarang giliran bersalam-salaman dengan kerabat dari Bukde lastri dan Tetangga saja.
Karna Habi dan abel memutus kan untuk tidak mengundang teman mau pun sahabat kecuali Mima.
Acara ini dengan sederhana tampa pesta mau pun resepsi.
Bahkan kelurga sahabi sekali pun tidak datang untuk menghadirinya.
"Habii, Bukde titip keponakan bukde iya , tolong jagain dia baik-baik " ucap bukde lastri yang tampak berkaca-kaca memandang abel.
"Iya bukde ,Habi bakalan jagain dan lindungin abell ".Sahut Habi memandang bukde lastri
"Selamat iya buat kalian berdua.." Elo Udah jadi bini orang Bel.." ujar mima memeluk abell dengan erat.
abel pun tersenyum dan membalas pelukan dari sahabat nya itu.
"Ya sudah ,Kalau gitu bukde dan mima pulang dulu iya nak"..ucap bukde lastri melirik kearah gadis itu dan mima pun menganguk membener kan .
__ADS_1
"Kalau gitu gue pulang iya..bye-bye bestie jangan lupa ia kabar baik nya "
Ucap mima melambaikan tangan nya ,mengedip kan mata kiri nya untuk mengoda abel dan melakah mengikuti bukde lastri yang sudah di ambang pintu.
setelah bukde dan mima menghilang dari padangan nya.
setelah semuan pulang tinggal lah mereka berdua Abel dan habi di ruangan tamu milik peninggalan mendiang ibunya abel.
Abel yang hanya menundukan kepala nya dan sementara Habi diam bingung untuk memulai bicara dari mana ?
"Bell ,kamu beresin baju kamu , ikut aku tinggal di Apartement ." Ujar habi memerintah istri nya untuk ikut tinggal bersama nya.
Tujuan habi menikah dengan abel selain menyukai gadis itu ,ia juga ingin melindungi .
Abel pun mendongkak kan kepala nya menatap sang suami dan mulai mencerna ucapan nya.
kaki jenjang nya melangkah menuju kamar milik nya .
dan mulai mengemasi barang-barang tang akan di bawa nya .mulai dari baju ,foto keluarga dan sebagai nya seperti kenangan sang ibu dan ayah nya yang mereka tinggal kan sepasang cincin model kuno di dalam kotak hati warna merah maroon.
Hati nyanmerasa berat untuk meninggal kan rumah ini dan segala kenangan manis dan pahit nya.
Abel melangkah keluar kamar dengan tas besar bewarna hitam .ia hanya diam tampa berkata- kata apa pun.
mata abel pun mengedar kan pandangan di sekeliling ruangan.
iya akan meninggal kan rumah ini.
rumah yang pernah ditempati oleh keluarga nya.
yang dulu nya penuh dengan kasih sayang.
Tapi abel sudah menjadi seorang istri mau tak mau iya harus ikut kemana pun Habi membawa nya.
Sebenar nya hati nya sedikit tak rela bagi abel meninggal kan rumah ini.
Tapi iya tidak dapat menolak keinginan habi.
Setelah selesai membereskan barang- barang nya .
Abell dan habi pun langsung meninggal kan rumah peninggalan keluarga nya.
*************
makasih yang sudah mendukung ku...
__ADS_1
coment dibawah iya atas karya ku ini..