
Mobil alphard berwarna hitam .mewah dan elegant itu melesat cepat melewati jalan-jalan ramai disana.
mobil yang tengah di kendarai habi itu mulai memasuki kawasan afaresidence ,tempat dimana iya tinggal selama ini.
habi memasuki gedung berjulang tinggi itu, melangkah kan kakinya cepat .bergegas memasuki lift untuk sampe di Penthouse nya.
setelah sampai di lantai paling atas . Pria itu berjalan kembali kearah pintu,dan mengambil access card .
setelah pintu terbuka ,ia pun mendorong pintu perlahan dan menutupnya dengan hati-hati.habi berjalan menuju kamar dan memutar knop pintu .
setelah pintu terbuka, terlihat lah sosok wanita yang tengah duduk di depan kaca besar di sudut kamar, menatap kosong tampa menyadari kehadiran sang suami.
"Abel kamu nggak kuliah.?" kata habi mengeryitkan dahi dan bertanya .
Tumben sekali istrinya tidak pergi untuk kuliah,biasanya ia paling semangat menimba ilmu demi meraih cita-citanya.
"Bel..?"kata habi lagi ,merasa tidak ada balasan jawaban oleh sang istri. Merasa diacuhkan oleh abel, habi mencoba menghampiri abel .
"Sayang ..kamu kenapa sih.?" ucap habi bertanya ,tangannya pun meraih pundak abel.
abel yang sedari tadi hanya diam melamun.sedikit terkejut melihat sosok habi yang ada dihadapanya, menatap mengitimidasi kearah abel .
"Habi.. kapan kamu pulang.?"tanya abel mengalihkan pandanganya.
"Dari tadi sayang ,aku panggilin kamu .tapi kamu nya lagi bengong.."sahut habi yang tengah meledek abel, mengusap lembut pipi wanita yang ia rindukan.
"Ah.. iya." abel bangkit dari kursi. namun tangan habi lebih dulu memegang pergelangan tangan abel untuk menghentikan langkah pergi .
"Ada apa?kau mengacuhkan ku kali ini." tanya habi kearah istrinya dan memeluk tubuh ramping dari belakang.
Abel bergeming , dan membisu tampa berniat menjawab.
kepalanya menunduk ,Abel ingin menangis saat ini meluapkan emosi kembali.
"Sayang ada apa! bukannya kemaren kamu ke dokter , terus kamu sakit apa.?"
Habi menautkan kedua alisnya khawatir menatap abel yang sedang berkaca-kaca mencoba mengalihkan pandangan.
"Hm ..apa boleh aku istirahat.?" sahut abel mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Hufh..baiklah."ucap habi menyerah ,melepaskan gengaman tangannya.
Sebenarnya iya penasaran kenapa wanitanya,ia terlihat sedih sedang tidak baik-baik saja.
Tapi ia mencoba memaklumi, mungkin abel belum bisa untuk bercerita dengannya saat ini.
Habi tidak ingin memaksa,dia akan memberinya waktu.
BRAAKK...!!
abel melangkah pergi, berjalan menuju kamar mandi.
ia masuk kesana bukan untuk mandi ,ia hanya ingin menumpahkan kesedihan dihatinya saat ini.Abel benar-benar sangat depresi dengan semua ini sekarang.
"Ada apa dengannya.? monolog habi cemas dengan sikap dingin abel yang tak biasa. "Hah..aku lelah." kata habi berjalan menuju keluar kamar meninggalkan abel sendiri untuk sesaat.
...****************...
Setelah abel mengetahui apa yang terjadi kepada dirinya kemaren. abel benar-benar terguncang saat ini.
__ADS_1
Ia terlihat murung dan sedih ,abel lebih memilih mengurungkan diri di dalam kamar .
entah kenapa ia menjadi seperti itu?
mungkin karna belum bisa menerima kenyataan saat ini,apa yang ia liat kemaren di rumah sakit.
"Sayangg.."
habi memasuki kamar miliknya. Bibir pria itu tersenyum lebar.
berjalan mendekati abel dan duduk ditepi ranjang bersebelahan .
Abel yang tengah duduk menyenderkan tubuhnya,tatapan mata itu kosong tidak seperti biasanya yang penuh kecerian disana.matanya terpejam memilih diam dan membisu tampa berniat untuk mulai bercengkrama.
"Hufh.. cerita dong sama aku?"habi memujuk dan menatap abel dengan lekat.
"Hiks..hiks! A-aku t-idak s-si- hiks..hiks."
Tiba-tiba terdengar tangisan abel pecah dan segugukan .
matanya merah dan sembab ntah sedari kapan abel terus menagis.
lingkaran hitam dimata nya, bahkan badan semakin kurus .penampilan nya juga berantakan tak terurus .
"Husstt..ada apa sayang.?"
habi mencoba menengkankan abel ,tubuhnya bergetar .tangan kekar habi mengelus lembut rambut panjang abel yang berantakan itu.
pria itu merasa iba ,fikranya terus bertanya-tanya ada apa dengan istrinya.
habi menarik abel dalam dekapan dengan erat .untuk mencoba menenangkan abel kembali.
Wanita iti cukup lama berada dalam dekapan habi dan abel pun mulai mengendorkan pelukan .
Abel menundukan kepalanya sejenak dan melangkah menuju lemari baju .
dan menarik pelan laci, mengambil sesuatu disana.
setelah menemukan apa yang iya cari,abel berbalik badan menghampiri habi.
yang tengah duduk ditepi ranjang memperhatikan .terlihat jelas raut bingung dan tak bergeming.
abel memberikan sebuah amplop putih yang bertulis laporan medis miliknya.
setelah amplop putih itu beralih ketangan habi .
abel menatapnya dengan tangisan ,yang terus tumpah di pipinya. yang seolah engan untuk berenti sejenak.
Habi membuka amplop itu dengan ekspresi bingung.
kenapa abel sangat terguncang ,ada apa dengan dirinya.
"I'm pregnant."kata abel spontan, kepalanya menunduk kebawah entah menatap apa disana.
iya memilih untuk seperti itu .karna tak berani menatap ekspresi suaminya .
"HAH.!!"ucap habi terkejutan . memperjelas pendengaran yang baru saja di lontarkan abel.
takut ia salah mendengar ..
__ADS_1
"Aku hamil bi! hiks..hiks..tapi aku belum siap."
ucap abel lirih ,tangannya memainkan sudut sprei disana .
Ia menunggu reaksi habi setelah tahu ia sedang berbadan dua .
Habi yang mendengar ucapan abel pun membulatkan kedua bola matanya .dan menatapnya dengan lekat mencari kebohongan di mata abel.
Tapi nihil ,mata yang memerah itu hanya terus menerus menumpahkan air matanya tampa henti.
"Habi A-aku gak mau hamil , apa aku egois?hiks hiks.. Aku tidak mengharapkan kehadiraan saat ini."
Deg...
Kata abel depresi tangannya pun menarik kera baju habi .
Mencengram nya kuat meluapkan emosi yang di pendam .
"Abel memangnya kenapa kalau kamu hamil, kamu kan punya aku?"ucap habi mencoba menenangkan abel.mencoba meredam emosi.
"A a-ku belom siap , gimana dengan cita-citaku!" ucap abel mencoba menyeka air matanya menatap nanar kearah habi .
"Kita bisa melahirkan nya dulu sayang."
abel tersentak mendengar apa yang di lontarkan habi,ia pun mengeleng-geleng kepalanya Cepat.
"Nggak, ini semua gara-gara kamu! karna kamu udah nyentuh aku ,tampa pengaman.?"teriak abel yang mulai emosi dengan ucapan habi menyalahkan suami nya atas apa yang dialami abel.
"Abel..!"panggilnya pelan mencoba mendekati.
namun dengan cepat abel menolak .menepis tangan habi dari tubuhnya itu.
ia marah sekarang, cita-cita yang ia impikan dan perjuangan kan mati-matian terancam sirna dengan kehadiran janin di perut abel.
"Habi! kamu pernah bilang sama aku !kamu tidak akan pernah menghambat ku untuk meraih impian ku..Hiks..hiks ."
abel berteriak didepan mata habi dan menarik kera kemeja yang iya gunakan, megoyang-goyangkan tubuh atletis sang suami.
Ia benar, habi pernah berjanji untuk tidak menghalanginya .apapun untuk meraih impian nya. yang ingin menjadi designer itu.
habi menikahi abel untuk melindungi dan menjaganya.
ia ingin abel bahagia bersamanya.tetapi keputusan itu malah menjadi bomerang sekarang. keputusan ini berat untuknya.
"Aaakkhh...!!"abel mulai depresi,ia terus menangis dan menekuk tubuh .
"Abel ..jadi apa yang kamu inginkan.?" tanya habi kepada abel .
abel mendongkak kepala nya menatap habi .
tatapan sendu istrinya membuat pria itu merasa serba salah .iya tak akan tahan melihat wanita yang sangat di cintainya bersikap begini.
"A-aku.."ucap abel mengantung." mauu aborsi ."lanjut abel spontan .
Jeder...!!
Bagai di sambar petir siang bolong,habi yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar "Kau gila bel!"geleng habi kecewa,memilih pergi meninggalkan abel sendiri dikamar.
Brakk...!!
__ADS_1
Habi membating pintu dan tedengar tangisan abel semakin pecah.
"Hiks..hiks aku benci kamuu..!!"" teriaknya keras