
Di pagi yang sangat cerah, matahari pun sudah menampakan sinar nya .dengan warna kuning ke orenye an .
pagi hari seperti ini pasti banyak sekali aktivitas yang akan di lakukan orang-orang sekitar.
semua akan sibuk dengan urusan nya masing-masing
ada yang berangkat kerja ,sekolah mau yang lain nya.
sedang kan Abel masih terlelap di atas ranjang dengan berbalut selimut tebal.
entah jam berapa ia akan bangun.
merasa tidur ada yang mengusik abel pun perlahan membuka kedua kelopak mata.
Asing...? tentu.karna ini hari pertama nya menjadi seorang istri .
Mata bulat nya tertuju kepada sosok pria yang sedang berdiri di depan kaca besar lengkap dengan Handpone dan sencakir kopi di tangan kiri nya.
Abel menoleh ke samping tempat tidur ,melirik jam yang terletak di atas nakas.
dan iya pun terlonjak kaget ,bangun dengan cepat dan begegas berlari ke kamar mandi.
Habi yang melihat tinggah abel pun mengeryit kan dahi nya heran.
merasa sedikit bingung dengan tingkah aneh abel pagi ini.
Cklekk..
suara knop pintu kamar mandi terbuka.
Terlihat abell sudah lengkap dengan pakaian yang ia pakai.skiny jeans dan atasan T-shirt warna putih .kaki jenjang nya berjalan menuju meja rias.
abel mulai mempoles sedikit make up tipis di wajah nya .
rambut panjang nya ia ikat menjadi satu seperti ekor kuda.
"Aduh ...aku terlambat." gumam abel panik .
abel membereskan tas dan bukunya dan sesekali melirik ke arah arloji di tangan kiri nya.
Habi yang mengerti kecemasan abel pun melangkah menghampiri abel dan duduk di atas sofa kamar mereka.
"Bel ,mau aku antar.?" tawar Habi menatap tenang .
Abell pun nampak berfikir sejenak ,kalau pun iya naik busway iya kan terlambat.
ini kan bukan daerah rumah nya bahkan letak halte pun iya tidak tau .
"Apa tidak merepotkan.?" tanya abel kurang nyakin karna takut merepot kan habi.
habi membalas nya dengan gelengan kepala dan senyuman tipis di bibir .
__ADS_1
"Okey..ayok.?ajak abel bersemangat dan bergegas pergi .
.
.
.
Mobil mewah yang di kendarai habi pun melesat dengan cepat nya di atas aspal.
abel pun merasa was-was, iya takut terlambat .karna hari ini ada perancang dari inggris yang mengunjungi kampus nya.tepat nya di kelas nya.jurusan perdesigner .
ia tidak akan membuang kesempatan untuk memwujud kan impian abel.
mobil habi berhenti di depan gerbang kampus universitas di sumatra selatan.
Abel yang terburu -buru pun mendorong pintu mobil dengan tidak sabar nya..
"Terima kasih habii." ucap abell yang menatap habi dengan senyuman manis di bibir nya.
"Iya sama-sama, Kalau gitu semangat nya kuliah nya aku pergi ke resort dulu ".sahut habi membalas tatapan abel.
abell menganguk dan melambaikan tangan nya ke arah mobil yang melaju dengan kecepatan sedang melesat diatas aspal . setelah menghilang dari padang nya .
Abel pun belari menuju jurusan nya berharap iya tidak terlambat.
.
.
.
"Astagfirullah...kaget .!" celetuk abel mengusap debaran jantung nya.
"mima..uusttt ,jangan keras-keras ntar ,kalau ada yang denger gimana.? "
kata abel panik menutup mulut mima dengan kedua tangan nya.
berharap tidak akan ada yang mendengar kan ucapan sahabat abel itu.
"Loe nggak mau publikasiin hubungan loe Sama habi bel." ucap mima bertanya .
"bukan nya gitu mim , aku belom siap ,pasti banyak yang mencemoh ku kalau mereka tau ,aku menikahi pewaris keluarga Cleonerisen."
ucap abell sedikit murung dan duduk di salah satu bangku kosong di sana.
"okayy gue ngerti kok maksud elo bel ". kata mima menatap abel dengan wajah iba.
"Aku duluan iya mim ,mau ke resort ."pamit abel berdiri dari tempat duduk nya.
"ke resort ,ngapain bel ,kerja ? Elo kan udah nikah bel, suami elo kan kaya.? " sahut mima heran dan mengeryit kan dahi nya meminta penjelasan
__ADS_1
"Iya kan suami aku yang kaya, aku nya kan nggak punya apa-apa . yaudah iya mim aku pergi dulu byebye."
kata abell sekaligus berpamitan dengan mima ..
ia pun melangkan kan kaki nya keluar dari gerbang menuju halte .
mima pun menatap kepergian abel dengan iba dan nanar.
bagaimana tidak ? sejak ibu nya meninggal betapa sengsara nya dia hidup seorang diri.
dan sekarang iya sudah menikah .
bukan nya merasa bahagia mempunyai suami yang berkecukupan, iya malah memilih hidup sengsara.
apa guna nya iya menikah kalau tidak ada perubahan di hidup nya.
"Bel..bel kasian banget hidup elo sih bestie."
mima emang lebih tua dari abel ,tapi persahabatan mereka sudah terjalin sejak dulu.
atensi gadis itu teralih ke arah handphone yang ada di genggaman .
dan mulai membuka apk icon berwarna hijau dan menghubungi nya .
"Hallo ...sayang ,bisa kita ketemu ? aku rinduuu.."rengek mima manja .
"......"
"Yah...kamu sibuk sama paaien kamu ia ,terus kapan kita ketemu, Raka.?!"
"......."
"Okay...aku akan selalu nunggu kamu ." kata mima tersenyum manis.
"......"
"Ya udah ,sana balik kerja lagi ."
"....."
"I love you more "
"......"
Tut..tut..
pangilan telpon pun terputus.
membuat mima membuang nafas kasar .antesi nya teralih pada walpaper di icon beranda handphone nya.
"I miss you so much Raka adrian."
__ADS_1