
POV...Sahabi Cleonerisen..
Mata ku menatap lurus ke arah rumah kediaman rudy aditama pengusaha tak kalah besar dengan papa ku.
yang dulu nya hampir setiap hari aku kesini untuk menemui putri semata wayangnya
kaki ku melangkah ke arah gerbang besar disana..
gerbang berwarna hitam tinggi itu yang menghubung kan memasuki perkarangan rumah.
terlihat sosok security penjaga gerbang berdiri disamping sebuah pos di dalam nya.
setelah melihat ku iya tersenyum belari menghampiri ku.
"Eh ..Den Habii ,sudah lama tidak kemari.?" sapa nya ramah.
"Iya mang deni , Exsa ada.? "tanya ku terhadap mang deni .
"Ada den , wah langeng yah sama non Exsa. ?" ucap nya tersenyum meledak ku .
"Saya permisi dulu mang deni , mau masuk dulu.?" sahut ku spontan meninggal kan mang deni yang masih menatap ku .
Tin..tong.!!
habi menekan bel rumah kediaman aditama itu .
tak lama itu keluar lah sosok perempuan berpakai an seragam putih hitam dengan renda di depan nya.
yang tak lain adalah maid di rumah itu.
"Cari siapa tuan.? "ucap sopan memandang ku
"Exsana..!"
"silakan masuk tuan ,saya panggil kan dulu non exsa ." ujar maid itu mempersilakan habi duduk di sebuah sofa di ruang tamu itu.
maid itu berjalan menaiki berpuluh-puluh tangga untuk sampai di kamar milik exsa . yang terletak di lantai paling atas yaitu lantai tiga.
tak lama itu keluar lah sosok Exsa menuruni tangga dengan dress putih di badan nya, membuat nya tampak sangat anggun .
"Habi.!" teriak nya keras menghampiri nya secara tak sabar ingin menemui lelaki yang ia cinta.
Exsa tiba-tiba memeluk tubuh habi dengan erat.
__ADS_1
habi yang kaget atas tindakan exsa pun mendorong badan nya hingga iya terjungkal di sofa.
"Elo apa-apan sih Sa .?" ujar habi kesal.
"Sayang.! kamu kesini karna kangen kan sama aku.?" sahut Exsa memegang tangan habi memberikan senyum lebar di bibir nya.
"Elo kan yang udah nyelakain abell.!"
tangan habi mencengkaram bahu Exsa kuat. mata nya melotot tajam ke arah nya membuat exsa mengidik ngeri .
"Ha-habi..! maafin gue." ucap exsa ketakutan .
"Gara-gara elo calon anak gue meninggal .!"
Exsa mulai menitik kan air mata nya ,ia tau iya salah karna tersulut api cemburu merasa tak terima habi sudah melupakan kenangan mereka.
selama iya menjadi kekasih nya dulu .selama tujuh tahun, iya tak pernah melihat habi menyakiti nya bahkan sekedar berkata kasar pun tidak.
bahkan saat iya berselingkuh bersama sahabat baik nya Derry sekalipun iya hanya menatap nya lalu pergi .
sedang kan sekarang saat iya bersama abel iya rela meninggal kan segala nya. keluarga nya sekalipun tampa rasa takut.
"Sahabi.!?"
merasa nama nya di panggil pun iya menoleh kearah sosok pria ber jas hitam lengkap sebuah tas hitam di tangan nya.
panggil nya menatap sosok pria setengah baya itu yang tidak lain adalah ayah dari Exsana.
"Sudah lama tidak kemari.?" ujar nya menepuk punduk habi pelan .
"Iya om , saya sibuk menemani istri saya.?" ujar nya spontan
pak rudy tiba-tiba terdiam iya melihat putri semata wayang nya yang murung mendengar ucapan yang di lontar habi .
"Kamu sudah beristri .?"ujar nya penasaran tak percaya .habi adalah pewaris tunggal dan cucu satu-satu nya keluarga joy shiren .mana mungkin menikah tapi tidak ada kabar atau pun acara pernikahan seperti resepsi.
"iya om ." sahut nya membenar kan ucapan pria itu.
"baiklah , ada apa kamu datang kemari.? kata pak rudy bertanya kepada habi yang tengah duduk di depan nya.
"papi istirahat dulu aja.?" sahut exsa tiba-tiba memotong
"Papi tidak capek."ucap nya spontan
__ADS_1
"Saya datang kemari karna Exsa telah mencelakai istri saya om?" ucap nya spontan menatap sinis ke arah nya.
Exsa yang di tatap seperti itu menundukan kepalan nya .
iya takut ayah nya murka atas apa yang iya lakukan kepada abel.sampai anak yang di kandung abel meninggal.
"Maksud nya apa , om tidak mengerti.?"
"kemaren lusa Exsa mendorong dan meninju perut istri saya, yang sedang mengandung calon anak kami.?" ujar habi spontan menjelas kan .agar om rudy tidak salah faham nanti nya.
plakk...!!
sebuah tamparan keras mendarat ke pipi mulus exsa .
exsa menatap ayah nya dengan tatapan nanar di mata nya ,tak habis fikir oleh exsa ia di tampar dengan keras oleh sang papi yang terkenal lemah lembut dan penyabar.
"pi !! teriak exsa memandangi papi nya tak percaya.
"papi tidak pernah mengajar kan kamu jahat seperti ini .! "teriak nya pada exsa yang sudah menangis segugukan .
"maafin exsa pi , exsa salah." ujar nya memohon memeluk tangan ayah nya.
"papi mau kamu minta maaf sama istri nya habi.!"
habi yang melihat exsa menangis segugukan seperti itu merasa iba.
ia adalah anak kesayangan orang tua nya habi tak pernah berfikir bahwa ayah nya exsa akan menampar putri nya itu.
tapi rasa iba nya terkalah kan oleh rasa marah di dada nya . karna iya telah melukai abel istri nya seperti itu.
setelah om rudy memita maaf atas exsa habi terpaksa memaaf kan nya.
karna bagaimna pun om rudy adalah sosok pria yang baik.
Habi pamit untuk pulang kepada om rudy. sematara exsa masih menangis dalam diam .
malam yang gelap di jalanan sepi mobil Lexus yang iya kendarai melaju pesat ke jalanan yang tidak banyak orang lewat.
mungkin karna sekarang sudah pukul 09.00 malam iya terlalu lama meninggal kan abel sendirian di rumah sakit..
......................
Assalamualaikum..
__ADS_1
bila suka tolong tinggalkan jejak
Terima kasih...